- Tim peneliti menyimpulkan fenomena api misterius di Sayegan, Sleman, tidak disebabkan oleh gas alam maupun aktivitas geologi.
- BPBD Sleman menyerahkan hasil penelitian kepada kepolisian setelah mencatat 126 kemunculan api sejak 23 Mei 2026.
- Polisi kini menyelidiki kemungkinan unsur pidana dengan menganalisis rekaman CCTV dan data ilmiah untuk memastikan penyebab utama.
Namun kini penyelidikan mulai difokuskan untuk mengumpulkan fakta-fakta yang dapat menjelaskan penyebab munculnya api.
"Jadi, kita mengumpulkan fakta yang ada di lapangan dan tentunya ada data dukung yang disampaikan Pak Bambang tadi itu untuk membantu kami mengumpulkan fakta apa yang sebenarnya terjadi," beber Wiwit.
Dia bilang, polisi akan menyinkronkan hasil temuan lapangan dengan hasil penelitian para ahli untuk menentukan langkah berikutnya.
Kepolisian juga akan mengkaji apakah terdapat unsur pidana atau tidak dalam kasus tersebut.
"Intinya kami akan lakukan penyelidikan lebih lanjut dari hasil-hasil yang sudah dikeluarkan oleh baik dari ahli ataupun dari dinas-dinas," ujarnya.
Selain itu, polisi akan memeriksa rekaman CCTV yang sudah sempat dipasang BPBD Sleman di rumah tersebut.
Kamera perekam tersebut sebelumnya dipasang untuk memantau kemunculan api sekaligus mengamankan aset milik penghuni rumah yang kerap didatangi banyak orang.
Menurutnya, rekaman CCTV nantinya akan diteliti lebih lanjut untuk melihat kemungkinan adanya hal lain di luar fenomena yang selama ini diteliti para ahli.
Polisi saat ini masih mengumpulkan seluruh fakta di lapangan sebelum mengambil kesimpulan akhir terkait kasus tersebut.
Baca Juga: Pati Viral Lagi! Anak Bakar Rumah Ortu Gara-gara Tak Diberi Uang Merantau
"Dalam hal ini makanya dari rekaman CCTV itu kami akan melakukan penelitian juga nanti apakah ada hal-hal yang keluar fenomena itu. Itu kami masih akan kumpulkan sehingga fakta akan terungkap setelah ini," tandasnya.
Berita Terkait
-
Karhutla Naik Hampir Delapan Kali Lipat, Perlukah Indonesia Mulai Pikirkan Pembakaran Terkendali?
-
Kebakaran Akibat Lilin Pengusir Lalat, Begini Kondisi Rumah Anisa Rahma setelah Sebulan Berlalu
-
Pati Viral Lagi! Anak Bakar Rumah Ortu Gara-gara Tak Diberi Uang Merantau
-
Peneliti UGM Pastikan Api di Rumah Sleman Bukan dari Gas Alam, Lalu Apa Pemantiknya?
-
Peneliti UGM Tamatkan Misteri Rumah Api di Sleman: Bukan Dipicu Gas Alam atau Medan Elektromagnetik
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Daftar Harga Motor Listrik dengan Subsidi Pemerintah, Ada yang Cuma Rp5 Jutaan!
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
- Siapa Ipda Ambarita? Ini Profil Polisi yang Viral Saat Pengamanan Bentrok Matraman
Pilihan
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
Terkini
-
Jika Tim 9 Gagal, KPK Disebut Wajib Ambil Alih Kasus Febrie Adriansyah
-
Sungai Cileungsi Menghitam, DLH Bogor Gandeng Polda Jabar Bidik 5 Perusahaan
-
Diperiksa Kejagung Terkait Dugaan Kasus, Kekayaan Kasi Pidsus Bogor Capai Rp6,1 Miliar Tanpa Utang
-
Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Satpol PP Bandung Ratakan 36 Bangunan Liar di Jalan Rajiman
-
Sempat Sebut PDIP, Ustaz Das'ad Latif Edit Unggahan soal Putusan MK Larang Dana Pendidikan untuk MBG
-
Kejagung Bongkar Alasan Periksa Tan Kian dan Ferry Boboho di Kasus Febrie Adriansyah
-
Alasan Keselamatan, Kejagung Titipkan Ferry Boboho Saksi Kunci Kasus TPPU Febrie Adriansyah ke LPSK
-
Angela Tanoesoedibjo Apresiasi Legislator yang Dinilai Berdampak bagi Masyarakat
-
Arus Peti Kemas IPC TPK Panjang Melonjak 73,7 Persen
-
Gandeng TP PKK Hingga Tingkat RT, Bupati Bogor Rudy Susmanto Pacu Kesejahteraan Warga