News / Internasional
Selasa, 16 Juni 2026 | 09:47 WIB
Pesawat Militer AS B-52 Stratofortress (NBCLosAngeles )
Baca 10 detik
  • Pesawat B-52 Stratofortress jatuh dan meledak di Pangkalan Edwards, California.

  • Delapan orang yang terdiri dari militer, pegawai sipil, dan kontraktor Boeing tewas.

  • Penyelidikan mendalam atas penyebab kecelakaan diperkirakan memakan waktu hingga berbulan-bulan.

Suara.com - Misi pengujian rutin di Pangkalan Angkatan Udara Edwards berakhir fatal setelah 1 unit pesawat bomber B-52 Stratofortress jatuh dan terbakar hebat. Insiden tragis di kawasan Gurun Mojave, California ini merenggut nyawa 8 orang di dalam pesawat.

Peristiwa mengerikan tersebut berlangsung sesaat setelah pesawat lepas landas pada Senin pagi waktu setempat. Otoritas militer mengonfirmasi bahwa kobaran api langsung melahap seluruh badan pesawat setelah hantaman keras terjadi.

Kecelakaan fatal ini menjadi pukulan berat bagi korps penerbangan militer Amerika Serikat mengingat reputasi kokoh sang pesawat. Proses evakuasi dan pengamanan lokasi langsung dilakukan secara ketat oleh tim tanggap darurat pangkalan.

Laporan resmi pangkalan menyebutkan insiden tersebut terdeteksi sekitar pukul 11.20 siang pada instalasi militer yang berjarak 100 mil dari Los Angeles. Pesawat nahas itu sedang mengemban misi uji coba terjadwal sebelum kehilangan kendali di udara.

Pihak pangkalan memastikan tidak ada korban yang selamat dari kecelakaan udara yang menghanguskan armada pengebom legendaris tersebut.

"Indikasi awal menunjukkan bahwa kecelakaan itu tidak menyisakan korban selamat," tulis pernyataan resmi pangkalan.

Manajemen darurat pangkalan langsung menutup seluruh landasan pacu guna mempermudah penanganan pasca-ledakan di area lapangan terbang.

Wakil Komandan Sayap Uji 412 Pangkalan Edwards menyatakan duka mendalam atas hilangnya nyawa para kru terbaik mereka.

"Kami kehilangan 8 warga Amerika yang hebat," ujar Kolonel James Hayes dalam konferensi pers.

Baca Juga: Standar Keamanan Mobil Ternyata Belum Ramah Perempuan Risiko Cedera Jauh Lebih Tinggi

Pihak The Boeing Company turut memverifikasi bahwa 2 dari total 8 korban tewas merupakan pegawai internal perusahaan mereka.

Kepulan asap pekat berwarna hitam membubung tinggi di sekitar area landasan pacu tak lama setelah struktur pesawat menghantam tanah. Seluruh jadwal penerbangan menuju Pangkalan Edwards terpaksa dialihkan ke bandara lain demi keselamatan operasional.

Otoritas penerbangan militer masih merahasiakan identitas terperinci dari kedelapan korban seraya menyelesaikan proses penyampaian berita duka kepada pihak keluarga. Korban tewas mencakup personel aktif militer, pegawai sipil pemerintah, hingga mitra kontraktor pertahanan negara.

Tim penyidik memperkirakan proses penentuan penyebab pasti kerusakan teknis pesawat memerlukan waktu penyelidikan hingga berbulan-bulan ke depan.

Pesawat Boeing B-52 Stratofortress merupakan pilar utama armada pengebom jarak jauh Amerika Serikat yang biasanya diawaki oleh 5 personel. Burung besi berkecepatan subsonik ini mampu menjelajah ketinggian ekstrem dan menjadi andalan utama dalam Operasi Desert Storm 1991.

Sebelum tragedi ini, masalah ruang udara sempat mencuat tahun lalu saat pesawat komersial di North Dakota harus berbelok tajam guna menghindari potensi tabrakan dengan B-52.

Pangkalan Edwards sendiri berdiri di atas lahan seluas 480 mil persegi di Kern County sebagai pusat riset dan uji coba alutsista modern Amerika. Lokasi bersejarah ini menjadi saksi bisu keberhasilan Chuck Yeager menembus kecepatan suara pada tahun 1947 silam.

Kawasan ini juga lama berfungsi sebagai tempat pendaratan andalan bagi puluhan misi pesawat ulang-alik NASA sebelum resmi dipensiunkan.

Load More