News / Nasional
Minggu, 14 Juni 2026 | 14:12 WIB
Anggota Pramuka mebawa foto sosok Kaka Herman Sulistyo dalam prosesi upacara pemakaman almarhum di Kota Tangerang, Banten, Minggu (7/6/2026). ANTARA/HO-Pramuka.Id
Baca 10 detik
  • Satlantas Polresta Tangerang menetapkan sopir truk berinisial AD sebagai tersangka kecelakaan maut yang menewaskan tokoh pramuka bernama Herman.
  • Tersangka ditangkap di Bandung Barat karena terbukti terlibat kecelakaan dan melarikan diri dari lokasi kejadian tanpa memberi pertolongan.
  • AD dijerat Undang-Undang Lalu Lintas dengan ancaman pidana penjara maksimal enam tahun serta denda hingga dua belas juta rupiah.

Suara.com - Kepolisian resmi menetapkan AD (21), sopir truk Mitsubishi Fuso yang terlibat dalam kecelakaan maut yang menewaskan tokoh pramuka Herman (71), sebagai tersangka kasus tabrak lari.

Penetapan status tersangka dilakukan oleh Satuan Lalu Lintas Polresta Tangerang setelah penyidik menggelar perkara dan mengumpulkan sejumlah alat bukti terkait insiden tersebut.

Kepala Unit Gakkum Satlantas Polresta Tangerang, Ipda Purbawa, mengatakan hasil penyelidikan menunjukkan AD terbukti terlibat dalam kecelakaan yang menyebabkan korban meninggal dunia. Selain itu, pengemudi juga diduga meninggalkan lokasi kejadian tanpa memberikan pertolongan kepada korban.

"Sudah kita lakukan gelar perkara dan pengemudi sudah kita naikkan statusnya sebagai tersangka dalam kasus tabrak lari," kata Purbawa di Tangerang, Minggu.

Dalam pemeriksaan, tersangka mengaku melarikan diri setelah kejadian karena khawatir menjadi sasaran kemarahan warga di sekitar lokasi kecelakaan.

"Supir mengaku takut kalau dia akan amuk massa," ucapnya.

Atas perbuatannya, penyidik menjerat AD dengan ketentuan dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Polisi menilai tindakan meninggalkan korban setelah kecelakaan menjadi salah satu unsur yang memberatkan dalam perkara tersebut.

"Pasal yang kita terapkan yakni Pasal 310 ayat 4 Jo Pasal 312 Jo Pasal 106 ayat 2 UU no 22 th 2009 tentang LLAJ," kata dia.

Purbawa menjelaskan, pasal yang disangkakan memiliki ancaman hukuman maksimal enam tahun penjara serta denda hingga Rp12 juta.

Baca Juga: Tabrak Lari Tewaskan Tokoh Pramuka Tangerang, Polisi Kantongi Identitas Kendaraan

Sebelumnya, polisi berhasil mengamankan AD pada Kamis (11/6) malam di rumahnya yang berada di Kampung Cigintung, Desa Ciptagumati, Kecamatan Cikalongwetan, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat.

Kasatlantas Polresta Tangerang AKP Fery Oktaviari Pratama mengatakan penangkapan dilakukan setelah tim melakukan penyelidikan dan identifikasi terhadap kendaraan yang diduga terlibat dalam kecelakaan, yakni truk Mitsubishi Fuso bernomor polisi D 8319 GL.

"Sudah diamankan pada Kamis kemarin sekitar pukul 20.00 WIB, dan sekarang sedang dalam proses pemeriksaan lebih lanjut," kata dia.

Load More