News / Nasional
Rabu, 17 Juni 2026 | 13:06 WIB
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa buka Mukernas GPdI Tahun 2026. (Dok. Pemprov Jatim)

Suara.com - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengajak seluruh elemen bangsa memperkuat kolaborasi dalam membangun generasi muda yang berkarakter, tangguh, dan berdaya saing di tengah berbagai tantangan zaman yang semakin kompleks.

Menurut Khofifah, pembangunan karakter adalah investasi jangka panjang yang akan menentukan masa depan bangsa. Karena itu, tugas tersebut tidak dapat dibebankan hanya kepada sekolah, melainkan membutuhkan sinergi keluarga, pemerintah, dan lembaga keagamaan.

Ajakan itu disampaikan Khofifah saat membuka Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) Gereja Pantekosta di Indonesia (GPdI) Tahun 2026 di Hotel Shangri-La Surabaya.

Khofifah menyatakan lembaga keagamaan memiliki posisi yang sangat strategis dalam membentuk karakter dan ketahanan mental generasi muda. Karena itu, gereja memiliki peran penting dalam mendampingi anak-anak dan remaja agar tumbuh menjadi generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi kuat secara moral dan spiritual.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa buka Mukernas GPdI Tahun 2026. (Dok. Pemprov Jatim)

"Kekuatan membangun karakter ini memang tidak cukup dilakukan di sekolah. Karena itu, gereja memiliki peran sangat penting untuk mengawal, membimbing, dan menuntun kehidupan anak-anak dan remaja sejak usia dini," ujarnya.

Khofifah menambahkan, perubahan sosial dan perkembangan teknologi menghadirkan tantangan yang semakin kompleks bagi generasi muda. Fenomena perilaku konsumtif yang berujung pada jeratan pinjaman online (pinjol), penggunaan gawai yang tidak terkendali, hingga berbagai persoalan kesehatan mental menjadi tantangan nyata yang memerlukan perhatian bersama.

Ia mencontohkan sejumlah kasus yang ditangani Rumah Sakit Jiwa Menur Surabaya yang menunjukkan perlunya penguatan pendampingan terhadap anak dan remaja agar mampu menghadapi berbagai tekanan sosial maupun perkembangan teknologi secara bijaksana.

"Banyak usia muda yang dirawat di RS Menur Surabaya. Salah satunya karena pinjol. Perlu digali lebih jauh apakah pola-pola konsumtif menyebabkan mereka kemudian terjerat pinjol. Ada juga anak-anak yang menjadi korban karena proses yang mungkin kurang termonitor, termasuk dampak penggunaan gadget yang melebihi waktu yang semestinya boleh diakses oleh anak-anak," ungkapnya.

Khofifah mengajak GPdI terus memperkuat program pembinaan jemaat secara berjenjang, mulai dari pelayanan bagi balita, anak-anak, hingga remaja. Menurutnya, pembinaan yang dilakukan secara konsisten akan melahirkan generasi yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi memiliki karakter kuat, integritas, kepedulian sosial, serta ketahanan menghadapi perubahan zaman.

Baca Juga: BTN, Pemprov DKI Jakarta dan Kementerian UMKM Perkuat Strategi Beyond Mortgage

"Kalau kami boleh bermohon, di setiap proses penggembalaan jemaat di gereja, ada binaan khusus untuk balita, ada binaan khusus untuk remaja. Jangan sampai anak-anak kita tumbuh tanpa pendampingan dan sentuhan spiritual yang memadai," katanya.

Khofifah meyakini penguatan karakter melalui lembaga keagamaan akan menjadi fondasi penting dalam menyiapkan sumber daya manusia berkualitas sekaligus memperkuat ketahanan sosial bangsa. Generasi yang memiliki karakter kuat akan lebih siap menjadi pemimpin, profesional, maupun warga negara yang bertanggung jawab.

Pada kesempatan itu, Khofifah juga menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada Provinsi Jawa Timur sebagai tuan rumah Mukernas GPdI Tahun 2026. Ia berharap forum itu tidak hanya menjadi ajang konsolidasi organisasi, tetapi juga menghasilkan berbagai gagasan dan langkah nyata yang memperkuat kontribusi gereja dalam pembangunan bangsa.

Khofifah turut mengajak peserta Mukernas yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia memanfaatkan kesempatan berada di Jawa Timur untuk menikmati berbagai destinasi wisata unggulan, mulai dari Gunung Bromo, Air Terjun Tumpak Sewu di Lumajang, hingga wisata bahari di Kabupaten Sumenep.

"Kalau sudah sampai di Jawa Timur, tidak menengok Bromo, sayang sekali," ujarnya.

Di akhir sambutannya, Khofifah berharap seluruh rangkaian Mukernas GPdI Tahun 2026 berlangsung lancar, produktif, serta menghasilkan rekomendasi yang memperkuat peran gereja dalam membangun karakter generasi muda, mempererat persaudaraan, serta menjaga kerukunan dan harmoni kehidupan berbangsa.

"Mudah-mudahan seluruh proses Musyawarah Kerja Nasional GPdI Tahun 2026 berjalan lancar, produktif dan tentu memberikan dampak yang signifikan bagi kehidupan kemasyarakatan, bangsa dan negara," pungkasnya.***

Load More