- Pengamat politik Jamiluddin Ritonga menyatakan gelombang kritik mahasiswa terhadap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto sulit berkembang menjadi gerakan masif.
- Kurangnya soliditas di kalangan mahasiswa serta terbelahnya dukungan masyarakat menjadi faktor utama penghambat eskalasi gerakan politik nasional tersebut.
- Kritik mahasiswa pada Rabu (17/6/2026) tetap berperan penting sebagai pengingat agar pemerintah melakukan evaluasi terhadap berbagai program bermasalah.
Suara.com - Pengamat politik Jamiluddin Ritonga menilai gelombang kritik mahasiswa terhadap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto belum akan berkembang menjadi gerakan politik besar seperti yang terjadi pada Reformasi 1998.
Menurut dia, gerakan mahasiswa memang berpotensi menguat apabila pemerintah tidak merespons berbagai tuntutan dan kritik yang disampaikan.
"Gerakan mahasiswa kembali menjadi kekuatan politik bila pemerintah tidak merespon tuntutannya. Ada kemungkinan eskalasi kritik mahasiswa akan semakin besar," kata Jamiluddin kepada Suara.com, Rabu (17/6/2026).
Meski begitu, ia menilai peluang lahirnya gerakan mahasiswa yang masif seperti pada 1998 relatif kecil. Sebab, kondisi sosial dan politik saat ini berbeda dengan situasi menjelang runtuhnya pemerintahan Orde Baru.
"Namun eskalasinya tampaknya tidak sebesar dan semasif saat Reformasi tahun 1998. Saat itu hampir semua elemen masyarakat mendukung gerakan mahasiswa," ujarnya.
Jamiluddin melihat saat ini bahkan suara mahasiswa sendiri belum sepenuhnya solid dalam menyikapi berbagai kebijakan pemerintah.
Sebagai contoh, kata dia, terdapat perbedaan pandangan terkait Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Sebagian mahasiswa menuntut program tersebut dihentikan, sementara kelompok lain hanya meminta evaluasi dan perbaikan pelaksanaannya.
Kondisi serupa juga terjadi di kalangan masyarakat luas. Dukungan terhadap berbagai aksi kritik mahasiswa dinilai belum bulat karena masih terdapat kelompok yang mendukung pemerintah.
"Dukungan elemen masyarakat juga terbelah. Ada yang mendukung, tapi ada juga yang tidak," tuturnya.
Baca Juga: Bukan Anti-Dialog, Pakar: Mahasiswa UGM Geruduk Forum Diskusi karena Tak Percaya Menteri Prabowo
Karena itu, Jamiluddin memandang kecil kemungkinan gerakan mahasiswa berkembang menjadi kekuatan politik nasional sebesar Reformasi 1998.
Namun, ia menilai kritik yang disuarakan mahasiswa tetap memiliki peran penting sebagai pengingat bagi pemerintah.
"Gerakan mahasiswa ini dapat memantik pemerintah untuk mengevaluasi semua programnya yang dinilai bermasalah untuk menuju yang lebih baik," pungkasnya.
Berita Terkait
-
Bukan Anti-Dialog, Pakar: Mahasiswa UGM Geruduk Forum Diskusi karena Tak Percaya Menteri Prabowo
-
BEM Bersatu Tuding Ada Sosok Eks Petinggi Militer di Balik Aksi Demo Mahasiswa Tolak MBG
-
Guntur Romli Cium Motif Lain BEM Bersatu: Dari Mana Dana Bikin Konferensi Pers?
-
BEM Bersatu Ungkap Fortuner Tyo Ardianto Atas Nama Adik Jenderal, Gerakan Mahasiswa Disusupi?
-
BEM Bersatu Tuding Ada Intervensi Politik di Balik Aksi Tolak MBG, Guntur Romli: Cocokologi
Terpopuler
- Bawa Kasus Penebangan Pohon ke Jalur Hukum, Farhan Siap Lapor Gubernur Jabar dan KLH
- Harta Kekayaan Iptu Setya Budi Dias, Oknum KPK Pemeras Bupati Pemalang
- 5 Kulkas Mini yang Murah dan Hemat Listrik, Bisa Dipakai di Kamar Kos dan Mobil
- Survei SMRC: Elektabilitas Gerindra Anjlok Tajam, Peluang Jadi Partai Nomor 1 Terancam
- 5 Sepatu Kasual Nyaman untuk Jalan Kaki di Kota, Ringan dan Empuk Dipakai Seharian
Pilihan
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
Terkini
-
Doa Kebangsaan di Monas Dimulai Jam Berapa? Ini Jadwal, Lokasi Parkir, dan Rute Lalu Lintasnya
-
Trisno Pas Band Meninggal Dunia Usai Bertahan Melawan Komplikasi Penyakit
-
Pagar Tinggi Mal Picu Spekulasi, Polisi: Jangan Buat Gaduh, Jakarta Masih Aman!
-
Cermin Politik Hari Ini: Ketika Fanatisme Memaklumi Etika yang Terabaikan
-
Ramalan Zodiak Bulan Agustus 2026: Siapa yang Paling Beruntung?
-
Harga Resmi Chery Q di GIIAS 2026 Mulai Rp 239 Jutaan, Cek Spesifikasi Mobil Listrik Ini
-
Dijaga Ketat 7 Ribu Personel, Ribuan Jemaah Mulai Padati Monas Jelang Zikir Bersama Prabowo
-
3 Shio yang Menarik Keberuntungan 2 Agustus 2026, Besok Minggu Datang Hoki
-
Review Viva Moisturizer Gel Glowing White, Pelembap Rp30 Ribuan Atasi Kulit Kering dan Kusam
-
James Riady Pastikan Mal Lippo Tak Dipagari