- Ratusan mahasiswa menggeruduk forum diskusi bersama pejabat pemerintah di UGM, Sleman, pada Senin (16/6/2026) malam.
- Aksi terjadi karena mahasiswa tidak percaya kepada narasumber serta menganggap tema diskusi Pancasila tidak relevan.
- Pengamat menilai insiden tersebut merupakan bentuk protes kredibilitas narasumber, bukan cerminan menurunnya budaya diskusi kampus.
Suara.com - Aksi mahasiswa menggeruduk forum diskusi yang menghadirkan Menteri ATR/BPN Nusron Wahid, Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan Budiman Sudjatmiko, dan Wakil Menteri Pertanian Sudaryono di Universitas Gadjah Mada (UGM) dinilai lebih dipicu oleh ketidakpuasan terhadap narasumber dan tema diskusi, bukan karena menurunnya budaya dialog di kampus.
Pengamat politik Jamiluddin Ritonga menilai insiden tersebut tidak bisa serta-merta diartikan sebagai kemunduran ruang diskusi akademik di lingkungan perguruan tinggi.
"Penggerudukan diskusi di UGM tampak berkaitan dengan ketidakpuasan dan ketidakpercayaan terhadap narasumber yang hadir," kata Jamiluddin kepada Suara.com, Rabu (17/6/2026).
Menurutnya, tema diskusi yang mengangkat Pancasila bisa saja dianggap tidak relevan oleh sebagian mahasiswa di tengah banyaknya persoalan nasional yang sedang menjadi perhatian publik.
"Ini membuat sebagian mahasiswa bisa saja menilai diskusi tersebut tak perlu dilakukan saat ini," ujarnya.
Selain persoalan tema, Jamiluddin melihat adanya faktor krisis kepercayaan terhadap beberapa pembicara yang hadir dalam forum tersebut.
Salah satu yang paling menonjol, kata dia, terlihat dari teriakan mahasiswa yang menyebut Budiman Sudjatmiko sebagai pengkhianat saat kegiatan berlangsung.
"Sebagian mahasiswa tidak percaya terhadap narasumber yang hadir, terutama terhadap Budiman Sudjatmiko. Hal itu terdengar dari teriakan mahasiswa yang menganggap Budiman Sudjatmiko sebagai pengkhianat," jelasnya.
Karena itu, Jamiluddin menilai aksi penggerudukan tersebut tidak berkaitan dengan melemahnya tradisi diskusi di kampus. Justru sebaliknya, mahasiswa selama ini dikenal menjadikan forum diskusi sebagai bagian dari budaya akademik.
Baca Juga: Polisi Segera Gelar Perkara! Usut Laporan Firdaus Oiwobo Terhadap Eks Ketua BEM UGM Tyo Ardianto
"Jadi penggerudukan diskusi itu tidak berkaitan dengan menurunnya ruang dialog di kampus. Mahasiswa justru menjadikan diskusi sebagai budaya," katanya.
Meski demikian, ia melihat adanya kecenderungan sebagian mahasiswa hanya bersedia berdialog dengan pihak yang mereka anggap memiliki kredibilitas dan dapat dipercaya.
"Namun sebagian mahasiswa itu bisa saja hanya mau berdialog dengan yang mereka percaya. Hal itu tentu hak mereka," tutur Jamiluddin.
Pengkhianat
Serikat Mahasiswa Gadjah Mada (SEMA UGM) sebelumnya membeberkan alasan di balik aksi penggerudukan forum diskusi tersebut karena para pejabat yang hadir tidak layak berbicara mengenai Pancasila ketika berbagai persoalan rakyat masih belum terselesaikan.
Ketua SEMA UGM, Mesa, menyebut aksi tersebut merupakan bentuk protes terhadap pemerintah yang dinilai masih membungkam suara rakyat, menganggap kritik sebagai gangguan, serta menjalankan berbagai program yang dianggap tidak memberi manfaat nyata bagi masyarakat.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Bawa Kasus Penebangan Pohon ke Jalur Hukum, Farhan Siap Lapor Gubernur Jabar dan KLH
- Harta Kekayaan Iptu Setya Budi Dias, Oknum KPK Pemeras Bupati Pemalang
- 5 Kulkas Mini yang Murah dan Hemat Listrik, Bisa Dipakai di Kamar Kos dan Mobil
- Survei SMRC: Elektabilitas Gerindra Anjlok Tajam, Peluang Jadi Partai Nomor 1 Terancam
- 5 Sepatu Kasual Nyaman untuk Jalan Kaki di Kota, Ringan dan Empuk Dipakai Seharian
Pilihan
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
Terkini
-
Aksi Copet di Tengah Zikir Monas: iPhone 13 Wartawan dan Dompet Jemaah Lenyap
-
Danantara Akui Banyak Masalah Luar Biasa Besar di BUMN, Janji Bereskan Utang Kereta Cepat
-
Satu Tahun Sekolah Rakyat, Ratusan Siswa Torehkan Prestasi
-
Taruna Bhakti Sekolah Rakyat Resmi Dimulai, Gus Ipul: Jadi Fondasi Bentuk Karakter Siswa
-
Apa Arti Kota Global Jika Betawi Kehilangan Akar? FBR Tagih Pergub Lembaga Adat ke Pramono
-
Danantara: Seluruh BUMN Properti Dalam Kondisi Tidak Baik, Akan Dikonsolidasikan
-
Kesukseskan Pemberantasan Judol Tak Hanya dari Turunnya Nominal Transaksi
-
Dukung Program Prioritas Presiden, Mendagri Tito Groundbreaking Sekolah Rakyat Kabupaten Biak Numfor
-
Manfaatkan Pemutihan Pajak Kendaraan 1 hingga 31 Agustus 2026 di Riau
-
Aston Villa Bungkam Indonesia All Stars 3-1 di GBK, Arkhan Kaka Cetak Gol Penghibur