- Pemerintah Indonesia, Swiss, dan UNDP memperluas program pengelolaan lanskap berkelanjutan di lima provinsi hingga tahun 2029 mendatang.
- Program ini menargetkan konservasi jutaan hektare hutan serta peningkatan kesejahteraan petani melalui penguatan tata kelola komoditas sawit.
- Pemerintah mempercepat transformasi digital sistem sertifikasi ISPO untuk meningkatkan transparansi produk sawit di pasar global secara berkelanjutan.
Suara.com - Upaya konservasi kawasan hutan dan perkebunan di Indonesia memasuki babak baru yang lebih luas. Melalui kolaborasi internasional bersama Pemerintah Swiss dan Program Pembangunan PBB (UNDP), program pengelolaan lanskap berkelanjutan kini ditargetkan mampu mengonservasi jutaan hektare kawasan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat di lima provinsi kunci.
Lima wilayah yang menjadi fokus utama dalam implementasi program ini meliputi Provinsi Aceh, Riau, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Timur. Langkah strategis ini merupakan kelanjutan dari Sustainable Landscape Program Indonesia (SLPI) yang resmi diperpanjang dan diperluas hingga tahun 2029.
Aretha Aprilia, Head of Nature and Low Carbon Development Unit UNDP Indonesia, mengungkapkan bahwa pada tahap awal saja, program ini telah mencatat capaian signifikan dengan mengonservasi kawasan seluas sekitar 1,79 juta hektare. Selain itu, program ini juga berhasil menggalang kemitraan dengan sektor swasta senilai sekitar 6,8 juta dolar AS.
Pada perluasan kali ini, Aretha menegaskan fokus tidak lagi hanya pada proyek percontohan skala kecil, melainkan pada dampak sistemik yang lebih besar melalui penguatan kelembagaan dan keterlibatan sektor swasta yang lebih masif.
“Yang penting sekarang bukan hanya pilot project, tapi bagaimana praktik baik ini benar-benar masuk ke sistem pemerintah,” ujar Aretha.
Dorong Kesejahteraan Petani dan Transparansi Sawit di Pasar Global
Selain perlindungan lingkungan, tujuan akhir dari program lintas negara ini adalah memberikan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat di tingkat tapak, khususnya para petani sawit. Pemerintah Indonesia memanfaatkan momentum ini untuk memperkuat tata kelola komoditas berkelanjutan melalui sistem sertifikasi Indonesia Sustainable Palm Oil (ISPO).
Staf Ahli Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Dida Gardera, menjelaskan bahwa pemerintah tengah mempercepat transformasi digital pada sistem ISPO. Integrasi data sertifikasi dan perdagangan ini dilakukan agar rantai pasok komoditas Indonesia menjadi lebih transparan dan mudah dilacak oleh pasar global.
“Dengan sistem ini, kita ingin meningkatkan kepercayaan dunia terhadap produk sawit Indonesia yang berkelanjutan,” kata Dida.
Baca Juga: TelkomGroup Perkuat Transformasi Bisnis dan Implementasi ESG untuk Dorong Pertumbuhan Berkelanjutan
Ia menambahkan, program pengelolaan lanskap ini telah diselaraskan dengan prioritas nasional, termasuk mendorong transisi energi hijau melalui penguatan program biodiesel yang berbasis pada produksi sawit berkelanjutan.Target utamanya adalah memastikan praktik hijau ini menjadi bagian integral dari sistem pemerintah pusat maupun daerah.
Dukungan Penuh Kemitraan Internasional
Dampak nyata di lapangan ini mendapat apresiasi dan dukungan penuh dari mitra internasional. Y.M. Olivier Zehnder, Duta Besar Swiss untuk Indonesia, Timor-Leste, dan ASEAN, menegaskan bahwa hasil positif pada fase awal dalam pengelolaan perkebunan dan peningkatan kondisi masyarakat menjadi alasan kuat bagi pihaknya untuk memperpanjang komitmen ini.
“Kami melihat langsung di lapangan bagaimana program ini berjalan. Tujuannya bukan hanya menjaga lingkungan, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan kualitas produksi,” ungkap Olivier.
Swiss berharap, penguatan sistem dan kemitraan hingga tahun 2029 ini dapat membuat program pengelolaan kawasan di Indonesia menjadi mandiri di masa depan, tanpa ketergantungan penuh pada pendanaan eksternal.
Sementara itu, pihak UNDP Indonesia kembali mengingatkan bahwa kunci keberhasilan dari target konservasi dan kesejahteraan ini berada pada sinergi multipihak.
“Pembangunan berkelanjutan hanya bisa berhasil jika masyarakat, pemerintah, dan sektor swasta bekerja bersama,” paparnya.
Melalui perluasan dampak di lima provinsi ini, para mitra optimistis kolaborasi jangka panjang tersebut akan membuka peluang pasar baru yang menguntungkan lingkungan sekaligus memutar roda ekonomi daerah.
“Jika kita bekerja bersama, semua pihak akan mendapatkan manfaat. Petani lebih sejahtera, produksi lebih baik, dan pasar baru terbuka,” tutup Olivier Zehnder.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
- 7 Lukisan Pembawa Hoki Menurut Feng Shui untuk Dipajang di Ruang Tamu
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- 12 Sepeda Gunung United Detroit Lengkap dengan Harga dan Spesifikasinya
- Sepeda Gunung Apa yang Bagus dan Murah? Ini 7 Rekomendasi Terbaik untuk Pemula
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Jatuh dari Tongkang di Sungai Baung OKI, Dua Korban Ditemukan Meninggal
-
Karhutla Dekati Runway Bandara Atung Bungsu, Penerbangan Pagar Alam Masih Normal?
-
Baru 2 Hari Direhab, Anak Mantan DPRD Muratara Kabur Usai Dobrak Pintu Yayasan
-
Program Cetak Sawah Berhadapan dengan Karhutla, Api Membakar Lahan di Muara Enim
-
Kebakaran Bromo Meluas hingga 520 Hektare, Destinasi Wisata Probolinggo Disebut Masih Aman
-
Pernah Jadi Anak Buah Nadiem, Pakar Minta Kejagung Ganti Jaksa Chatarina di Kasus Eks Jampidsus
-
Puluhan Kios di Bawah Jembatan Babat Terbakar, Polisi Selidiki Dugaan Pembakaran Sampah
-
30 Ribu Kopdes Merah Putih Dikebut Sebelum 17 Agustus, Siapa yang Akan Mengelola?
-
Bangga! Prestasi Apik Ditorehkan Kevin Diks di Awal Musim Bundesliga 2026/2027
-
Prabowo Puji Sepatu Inovasi BRIN Berbahan Limbah Sawit, Harganya Cuma 60 Ribuan!