News / Nasional
Selasa, 23 Juni 2026 | 15:05 WIB
Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad di DPR. (Suara.com/Bagaskara)
Baca 10 detik
  • Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, memastikan pemadaman listrik bergilir di Pulau Jawa tidak akan terulang kembali.
  • Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan Menteri ESDM mengambil langkah terukur untuk menjamin stabilitas pelayanan listrik kepada seluruh masyarakat.
  • Pemerintah membentuk tim pengawas pengadaan batu bara guna memperbaiki pasokan energi dan mengoptimalkan pemeliharaan sistem kelistrikan PLN.

Suara.com - Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, memastikan pemadaman listrik bergilir seperti yang terjadi di Pulau Jawa tidak akan terulang kembali.

Kepastian tersebut diungkapkan Dasco berdasarkan hasil rapat antara DPR dengan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), PLN, dan pihak lain

"Kemarin kita sudah rapat bersama dengan ESDM, dengan PLN, dengan Kejaksaan, dengan Kepala Badan Intelijen Negara, kita urai satu per satu sehingga insyaallah pemadaman listrik itu tidak akan terjadi lagi di Minggu-minggu ini dan Minggu ke depan," kata Dasco di pembukaan Rakernas Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) di The Acacia Hotel, Jakarta, Selasa (23/6/2026).

Dasco mengingatakan dampak dari kondisi golobal yang memberikan pengaruh terhadap banyak negara.

Menurutnya bangsa Indonesia perlu menjaga kekompakan dan persatuan dalam menghadapi dampak dari kondisi geopolitik dan geoekonomi.

"Memang dampak dari global itu luar biasa, tetapi kalau kita sama-sama kompak, kita sama-sama berkeinginan baik untuk memecahkan hal ini bersama, tentunya kita bisa kemudian sama-sama memitigasi hal-hal yang kemudian tidak kita inginkan yang kemudian akan membuat rakyat kita kemudian menjadi susah," kata Dasco.

Minta Mati Lampu Tak Terulang

Sebelumnya Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengambil langkah-langkah untuk memastikan pemadaman listri bergilir di Pulau Jawa tidak kembali terjadi.

Instruksi tersebut diungkapkan Bahlil usai rapat bersama Prabowo di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (22/6/2026).

Baca Juga: Arahan Prabowo ke Bahlil: Pastikan Pemadaman Listrik Bergilir di Pulau Jawa Tak Terulang

“Arahan Bapak Presiden Prabowo kepada kami adalah segera memastikan untuk melakukan langkah-langkah yang terukur dalam rangka percepatan agar tidak lagi terjadi hal seperti ini,” kata Bahlil di kompleks Istana Kepresidenan Jakarta.

Bahlil menyampaikan pemerintah telah mengambil langkah untuk membantu PLN agar pelayanan listrik kepada masyarakat dapat berjalan dengan baik.

“Sudah kita pastikan bahwa sudah tidak ada masalah dan kita pemerintah sudah membantu PLN untuk bisa menjalankan. Tetapi yang lebih dari itu adalah kita meminta ke PLN agar segera melakukan maintenance, agar betul-betul bisa memberikan kepastian pelayanan kepada masyarakat,” ujar Bahlil.

Seorang ibu dan anaknya di Aceh Barat menyalakan penerangan tradisional akibat pemadaman listrik bergilir pada Sabtu malam (23/5/2026). [Antara]

Ia berujar bahwa pemerintah membentuk tim pengadaan batu bara untuk memastikan persoalan serupa tidak kembali terjadi.

“Menurut kami, dari pihak regulator melihat, kalau ini tidak diawasi, kita tidak mau lagi seperti ini terus. Maka saya membentuk tim, tim pengadaannya itu dari PLN, Dirjen Batubara, BPKP, Inspektur Jenderal,” lanjutnya.

Melalui pertemuan dengan Prabowo, keberlangsungan pelayanan listrik kepada masyarakat turut dibahas. Bahlil menyampaikan bahwa pemerintah bersama PT PLN (Persero) telah melakukan evaluasi terhadap sejumlah faktor yang memengaruhi stabilitas kelistrikan.

"Total konsumsi batubara PLN kita setiap tahun itu 154 juta ton. Sementara penugasan dari Kementerian ESDM kepada perusahaan-perusahaan untuk melayani PLN itu sudah sekitar 180-190 juta ton, yang sudah dikontrak oleh PLN 134 juta ton," kata Bahlil.

"Sebenarnya, secara kontrak dengan PLN dengan pengusaha, 134 juta untuk satu tahun, sekarang kan berbulan 6, itu harusnya no issue. Ternyata yang PLN keluhkan itu, atau PLN minta itu adalah kalori yang medium untuk blending," sambung Bahlil.

Load More