- MOSAIC dan mitranya memaparkan riset pembiayaan PLTS komunitas.
- Skema kombinasi hibah dan pinjaman lunak dinilai paling realistis mendukung pembangunan serta operasional PLTS jangka panjang.
- Model pendanaan ini diharapkan mampu menjaga tarif listrik terjangkau sekaligus mendorong aktivitas ekonomi produktif di pedesaan.
Menurutnya, kebutuhan investasi awal dapat didukung melalui hibah maupun pembiayaan komersial yang lebih murah, sedangkan kebutuhan operasional dapat dibantu melalui instrumen seperti CWLS.
Di sisi lain, Tenaga Ahli Optimalisasi Program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih Kementerian Koperasi, Roysepta Abimanyu, mengingatkan bahwa pembangunan PLTS komunitas tidak seharusnya hanya dilihat sebagai proyek penyediaan listrik.
Ia menilai energi surya dapat menjadi sarana untuk mendorong aktivitas ekonomi masyarakat desa, mulai dari penyimpanan hasil perikanan menggunakan cold storage, pengolahan hasil pertanian, hingga berbagai usaha produktif lainnya yang selama ini terkendala akses energi.
"Kita jangan terlalu terfokus pada listriknya. Listrik hanyalah alat. Yang harus kita lihat adalah bagaimana energi dapat mendukung usaha rakyat dan menciptakan aktivitas ekonomi di desa," kata Roysepta.
Dukungan terhadap pemanfaatan keuangan syariah untuk pengembangan energi terbarukan juga datang dari sektor filantropi Islam. Ketua Badan Pengurus Lazismu, Ahmad Imam Mujadid Rais, menyebut dana sosial Islam memiliki potensi besar untuk mendukung pembangunan yang memberikan manfaat luas bagi masyarakat, termasuk proyek energi bersih.
Melalui hasil riset tersebut, MOSAIC berharap model pembiayaan PLTS berbasis komunitas dapat segera diuji melalui proyek percontohan dan menjadi salah satu solusi untuk mempercepat pengembangan energi surya di Indonesia.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Fadli Zon Dorong Cerita Rakyat Jadi Gerakan Nasional, Bukan Sekadar Warisan Budaya
-
KPK Cecar Eks Sekjen MPR Maruf Cahyono Soal Bukti-Bukti Gratifikasi Rp17 Miliar
-
Gus Ipul Ajak SP2MI Ambil Peran di Program Sekolah Rakyat
-
19 Ribu Anak Garut Putus Sekolah, Bupati 'Todong' ASN hingga Pengusaha Jadi Orang Tua Asuh!
-
Hari Pelaut Sedunia, Pelindo Dukung Potensi Ekonomi di Selat Malaka
-
Prabowo Percepat Pengembangan Mobil Nasional hingga Farmasi, Kampus Diminta Kejar Kebutuhan SDM
-
Geledah Kantor BKP Sumsel, KPK Temukan Bukti Upaya Ubah Opini WTP Usai Bupati Muara Enim Kena OTT
-
Dipicu Masalah Asmara! Caddy Golf di Tangerang Dianiaya: Kepala Sobek, Kening dan Bibir Lebam-lebam