-
Serangan drone Iran di Selat Hormuz menghentikan evakuasi ribuan pelaut oleh PBB.
-
Insiden ini merusak kesepakatan damai AS-Iran dan memicu kenaikan harga minyak mentah global.
-
AS menolak keras pungutan biaya kapal yang diterapkan Iran di jalur perairan internasional.
“Realitasnya adalah tidak ada 1 negara pun di bumi yang berhak memungut biaya atas penggunaan jalur air internasional, dan itu tidak akan pernah menjadi kondisi yang dapat diterima dalam kesepakatan apa pun,” tegas Rubio saat bertemu para menteri luar negeri negara Teluk di Bahrain.
Pertemuan tingkat tinggi tersebut menghasilkan penolakan bersama terhadap segala bentuk penarikan biaya maupun klaim sepihak atas Selat Hormuz. Pihak Oman juga mengonfirmasi bahwa skenario masa depan selat tersebut sama sekali tidak melibatkan pungutan transito.
Menanggapi perdebatan mengenai istilah retribusi pelayanan yang sempat diwacanakan Iran, Rubio menanggapinya secara diplomatis namun tajam.
“Anda bisa menyebutnya tol, Anda bisa menyebutnya biaya, apa pun yang Anda ingin sebutkan. Ini adalah permainan semantik,” kata Rubio.
Aksi militer di Selat Hormuz berimbas langsung pada penutupan perdagangan minyak mentah Brent yang melonjak 2 persen ke angka 74 dolar AS per barel. Padahal, harga komoditas cair ini sempat menyentuh titik terendah sejak awal perang segera setelah memorandum damai diteken.
Dokumen perjanjian tersebut dirancang untuk menghentikan pertempuran, membuka blokade ekonomi Iran, dan memastikan Teheran tidak mengembangkan senjata nuklir. Namun, detail teknis krusial mengenai cadangan uranium yang diperkaya masih menyisakan perdebatan panjang yang harus diselesaikan dalam waktu 60 hari.
Perundingan lanjutan di tingkat pakar dijadwalkan mulai berjalan pada 30 Juni untuk membahas sanksi dan energi nuklir. Proses diplomasi ini semakin rumit karena dinamika konflik regional lain, termasuk pertempuran antara Israel dan Hizbullah di Lebanon yang terus membayangi komitmen damai AS-Iran.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
Terkini
-
Cegah Badai PHK Akibat Harga Gas, Dasco Pastikan Pemerintah Berpihak pada Buruh
-
Dulu Dicibir Kini Dipuji, Kepercayaan Publik ke Polri Tembus 82,4 Persen di Survei Kompas
-
Detik-detik Gempa Venezuela Mengguncang Pesawat di Bandara Simon Bolivar
-
Pendanaan MBG Dinilai Langgar Konstitusi, BEM UI Ajukan Amicus Curiae ke MK
-
BPKH Buka Rekrutmen Terbuka 2026: Sediakan 9 Posisi Strategis, Cek Syaratnya di Sini
-
Resmi! Brigjen Yulius Audie Sonny Latuheru Jabat Kapolda Papua Barat, Ini Sosoknya
-
Jokowi Disebut Bawa Misi Dukung Prabowo-Gibran Dua Periode, Apa Kata Istana?
-
Tilap Rp7,6 Miliar, Duo Penipu Haji Mujamalah VIP Diringkus Sebelum Kabur ke Luar Negeri
-
KPK Limpahkan Perkara Tersangka Terakhir Kasus Suap Impor di Bea Cukai ke Tahap Penuntutan
-
Razman Arif Nasution Resmi Dipenjara usai Divonis Cemarkan Nama Baik Hotman Paris