- Polres Metro Tangerang Kota menangkap pria berinisial FP di Bandar Lampung atas kasus penganiayaan kedi di Modern Golf.
- Tersangka ditangkap pada Jumat, 26 Juni, setelah melakukan tindak kekerasan akibat kesalahpahaman serta kecemburuan terhadap korban pada Selasa.
- Pihak kepolisian kini sedang memproses penyidikan dan melengkapi berkas perkara tersangka agar dapat segera dilimpahkan ke tahap berikutnya.
Suara.com - Polres Metro Tangerang Kota menangkap pria berinisial FP (38) yang menjadi tersangka kasus penganiayaan terhadap seorang Caddy golf di kawasan Modern Golf, Kota Tangerang. Pelaku ditangkap setelah sempat melarikan diri ke Bandar Lampung.
Kapolres Metro Tangerang Kota Kombes Pol. Raden Muhammad Jauhari mengatakan penangkapan dilakukan setelah penyidik melakukan penyelidikan intensif menyusul adanya laporan masyarakat serta video peristiwa yang beredar di media sosial.
"Setelah dilakukan penyelidikan secara intensif, pelaku berhasil kami amankan di Bandar Lampung dan saat ini sedang menjalani proses penyidikan lebih lanjut," kata Jauhari dalam keterangannya di Tangerang, Sabtu.
Jauhari menegaskan bahwa setiap tindak pidana akan diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku tanpa memandang latar belakang pelaku maupun korban.
"Perbedaan pendapat atau persoalan pribadi tidak boleh diselesaikan dengan tindakan kekerasan. Semua warga negara memiliki kedudukan yang sama di hadapan hukum dan setiap perbuatan pidana akan diproses sesuai ketentuan yang berlaku," ujarnya.
Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Metro Tangerang Kota AKBP Parikhesit mengungkapkan FP ditangkap pada Jumat (26/6) sekitar pukul 09.00 WIB di kediamannya di Kecamatan Kemiling, Kota Bandar Lampung.
Usai diamankan, tersangka langsung dibawa ke Polres Metro Tangerang Kota untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
"Saat ini tersangka masih menjalani proses penyidikan di Satreskrim Polres Metro Tangerang Kota guna melengkapi berkas perkara sebelum dilimpahkan ke tahap berikutnya," kata Parikhesit.
Kasihumas Polres Metro Tangerang Kota AKP Iwan Heriestiawan menambahkan penangkapan dilakukan oleh tim Jatanras Satreskrim yang dipimpin AKP Suwito.
Baca Juga: Dipicu Masalah Asmara! Caddy Golf di Tangerang Dianiaya: Kepala Sobek, Kening dan Bibir Lebam-lebam
Berdasarkan hasil penyidikan, penganiayaan yang terjadi pada Selasa (23/6) sekitar pukul 19.51 WIB di area Modern Golf dipicu kesalahpahaman akibat rasa cemburu.
Peristiwa bermula ketika FP meminta seorang pengawas (marshall) lapangan golf berinisial VD membelikan minuman. Setelah menerima minuman tersebut, FP mengucapkan kalimat, "Terima kasih adikku sayang."
Ucapan itu didengar korban yang merupakan Caddy golf dan selama ini kerap melayani FP saat bermain golf. Korban diduga salah memahami ucapan tersebut sehingga terjadi adu mulut yang kemudian berujung pada aksi penganiayaan.
Polisi mengimbau masyarakat untuk mengedepankan komunikasi dan mengendalikan emosi dalam menyelesaikan persoalan agar tidak berakhir menjadi tindak pidana maupun mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat.
Berita Terkait
-
Dipicu Masalah Asmara! Caddy Golf di Tangerang Dianiaya: Kepala Sobek, Kening dan Bibir Lebam-lebam
-
Diminta Dikembalikan ke Negara, Segini Tarif Main di Lapangan Golf Senayan Ottolima
-
3 Tahun dalam Penyiksaan: Bagaimana Penyekapan YTR Bisa Luput dari Pantauan Sekitar?
-
Usut Psikologis Taufik Hidayat Buntut Tersangka Penyekapan, Polda Jabar Gandeng Ahli Kejiwaan
-
Kasus YTR Tuai Kecaman, Negara Diminta Perkuat Perlindungan Korban Kekerasan Gender
Terpopuler
- 4 HP dengan Baterai 7000 mAh Terbaik 2026, Anti Lowbat Seharian Cocok untuk Ojol
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Sering Mati Listrik? Ini 4 Genset Mini 1000 Watt yang Irit dan Tidak Berisik
Pilihan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Open House Sekolah Rakyat Surabaya, Orang Tua Terharu Lihat Perkembangan Siswa
-
1 Tahun Sekolah Rakyat, Wamensos: Alhamdulillah Cukup Berhasil
-
Bukan Sekadar Kunjungan Biasa, Jokowi Ungkap Alasan Hadiri Rakorda PSI di Lampung
-
Penandaan APBD 2027: Langkah Strategis Kemendagri Perkuat Ketahanan Pangan Nasional
-
Mendagri: Parade Tenun Belu Jaga Warisan Budaya dan Gerakkan Ekonomi Daerah
-
Dampak Mengerikan Gempa Venezuela, Korban Tewas Bertambah Jadi 589 Orang
-
Bocoran Jokowi untuk Pemilu 2029: Ungkap Alasan PSI Layak Lolos ke Parlemen
-
Dittipideksus Bareskrim dan Kortastipidkor Sinkronkan Penyidikan Kasus PT TSL
-
Gus Ipul Apresiasi Jawa Timur, Provinsi Dengan Sekolah Rakyat Terbanyak
-
Kaesang Pangarep Hadiri Pelantikan Pengurus DPD PSI Mesuji, Targetkan Satu Kursi di Setiap Dapil