- Wakil Gubernur Rano Karno mengapresiasi antusiasme tinggi masyarakat saat perayaan HUT ke-499 Jakarta di Bundaran HI, Minggu (28/6/2026).
- Masyarakat dinilai berhasil menunjukkan kedisiplinan yang baik dalam menjaga ketertiban, termasuk saat mengantre dan menggunakan transportasi umum MRT.
- Rano Karno memohon maaf atas terganggunya aktivitas warga saat CFD, namun menganggap keluhan tersebut sebagai dinamika yang wajar.
Suara.com - Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno mengaku terkejut sekaligus terharu melihat antusiasme masyarakat dalam rangkaian perayaan HUT ke-499 Jakarta.
Menurut Rano Karno, tingginya partisipasi warga dibarengi dengan meningkatnya kedisiplinan, mulai dari mengantre hingga menggunakan transportasi umum.
Rano menyebut rangkaian perayaan HUT Jakarta tahun ini menjadi bagian dari persiapan menuju usia lima abad Kota Jakarta. Ia pun mengapresiasi kesadaran masyarakat yang dinilai semakin baik dalam menjaga ketertiban.
"Hari ini Jakarta Penuh Warna punya tema keberagaman dan kebersamaan. Ini menjadi satu rangkaian panjang kegiatan HUT DKI 499 yang sebetulnya adalah preparation atau persiapan menuju lima abad. Ini semua kita berlatih," kata Rano Karno di Bundaran HI, Jakarta Pusat, Minggu (28/6/2026).
Rano mengaku sempat emosional melihat jumlah warga yang hadir. Menurutnya, antusiasme masyarakat melampaui ekspektasi.
"Alhamdulillah yang sangat berhasil adalah masyarakat Jakarta sudah bisa menertibkan diri. Saya surprise jujur, agak menangis kemarin mungkin jumlah kunjungan lebih dari 30.000," ujarnya.
Mantan Gubernur Banten itu mengatakan salah satu hal yang paling menarik perhatiannya adalah kedisiplinan warga saat menggunakan MRT.
Ia menilai mengatur puluhan ribu orang bukan perkara mudah, namun masyarakat mampu menunjukkan sikap tertib.
"Yang saya sangat lihat dari mulai mereka berbaris di MRT saja sudah meningkatkan kedisiplinan. Tidak mudah memanage segitu banyak orang tapi artinya kesadaran masyarakat itu timbul. Nah itulah kebahagiaan makanya Pak Gub juga bilang, 'Waduh Bang, ini mudah-mudahan kita berhasil'," tuturnya.
Baca Juga: Mulai Agustus 2026, Jakarta Berhenti Kirim Sampah Mentah ke Bantar Gebang
Meski demikian, Rano menyadari tidak semua warga merasa nyaman dengan penyelenggaraan kegiatan tersebut. Sejumlah masyarakat mengeluhkan aktivitas olahraga mereka saat Car Free Day terganggu akibat ramainya acara.
Menanggapi hal itu, Rano menyampaikan permohonan maaf. Namun ia menilai protes tersebut merupakan hal yang wajar karena pemerintah tidak mungkin dapat memenuhi keinginan seluruh masyarakat.
"Enggak mungkin (tidak mengeluh), pasti ngomel. Tapi sebetulnya yang namanya Jakarta Penuh Warna saya minta maaf. Pasti mereka tunggu. Mereka sudah tahu agendanya. Cuma memang mungkin (ada yang protes), wajar, normal lah," ucapnya.
Ia mengaku juga menerima berbagai keluhan melalui media sosial pribadinya. Kendati demikian, Rano tidak mempermasalahkan kritik tersebut.
"Di IG saya juga ada yang protes segala, itu wajar sekali, normal. Karena kita enggak mungkin juga bisa melayani setiap masyarakat. Tapi artinya saya sangat yakin di tengah ngomel dia juga joget tuh," imbuh Rano Karno.
Berita Terkait
-
Mulai Agustus 2026, Jakarta Berhenti Kirim Sampah Mentah ke Bantar Gebang
-
Aktivasi di CFD FX Sudirman, Mozy Ajak Masyarakat Kenali Layanan Perjalanan Digital
-
Gubernur Jakarta Siapkan Jalur Bawah Tanah di Bundaran HI Buat Penjalan Kaki
-
Janji Pramono Anung di HUT ke-499 Jakarta: Banjir Masih Ada, Tapi Tidak Akan Separah Dulu
-
Pramono Ungkap Biang Kerok Kemacetan Jakarta, 8 Juta Orang Keluar-Masuk Setiap Hari
Terpopuler
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- Warga Teror Pekerja Stadion Sudiang, Pembangunan Tribun Selatan Terpaksa Ditinggalkan
- 5 Pilihan HP Samsung RAM 12 GB Agustus 2026, Performa Ngebut Anti Lag
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Rekam Jejak Jebolan Liga India yang Jadi Pelatih Anyar Bhayangkara FC Gantikan Paul Munster
-
Kata BMKG, Penurunan Kualitas Udara Pekanbaru Bukan karena Karhutla
-
KMP Putri Yasmin Terbakar, 212 Orang Dievakuasi, SAR Masih Cari Korban
-
Bos BI Berganti, Grace Natalie PSI Tegaskan Independensi Institusi Tak Boleh Goyah
-
DPRD DKI Soroti Izin Penjualan Miras di Festival Musik, Buntut Kasus Viral The Sounds Project
-
Bosan Lari Gitu-Gitu Aja? Coba 5 Spot Jogging di Jogja Ini, Suasananya Asri Banget!
-
Luas Karhutla Riau Capai 15 Ribu Hektare Selama Januari-Juli 2026
-
Proyek LRT City Masih Belum Jelas, Dony Oskaria Turun Tangan
-
Petani Tebu Tetap Raih Cuan, Hasil Panennya Diserap Pabrik Gula
-
BGN: Makanan MBG Tak Layak Jangan Dimakan