News / Nasional
Sabtu, 27 Juni 2026 | 23:24 WIB
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyoroti tantangan besar dalam mengatasi kemacetan di ibu kota. [Suara.com/Bagaskara]
Baca 10 detik
  • Gubernur Pramono Anung menyoroti mobilitas tinggi empat juta penglaju sebagai penyebab utama kemacetan di Jakarta saat HUT ke-499.
  • Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memperluas integrasi transportasi publik Transjabodetabek untuk meminimalisasi penggunaan kendaraan pribadi warga wilayah penyangga ibu kota.
  • Pemerintah menggratiskan tarif transportasi publik dan akses wisata bagi seluruh pemilik KTP Indonesia guna membudayakan penggunaan angkutan umum.

Suara.com - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyoroti tantangan besar dalam mengatasi kemacetan di ibu kota.

Hal itu disampaikannya saat menyapa ribuan warga dari atas panggung malam puncak perayaan HUT DKI Jakarta ke-499 yang digelar di Bundaran HI, Jakarta Pusat, Sabtu (27/6/2026).

Dalam sesi interaksi dengan warga, Pramono mengungkapkan bahwa mobilitas jutaan orang yang keluar-masuk Jakarta setiap hari menjadi pemicu utama kepadatan lalu lintas yang sulit diurai.

"Transportasi di Jakarta salah satu yang menyebabkan macet adalah ketika hari orang datang kurang lebih 4 juta. Sore hari kurang lebih 4 juta kembali ke kediamannya masing-masing. Itulah yang sekarang diatur oleh Jakarta," ujar Pramono di hadapan massa yang memadati kawasan Bundaran HI.

Pramono menjelaskan, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terus berupaya memperluas integrasi transportasi hingga ke wilayah penyangga untuk meminimalisasi penggunaan kendaraan pribadi.

Ia menyebut kehadiran layanan Transjabodetabek sebagai solusi nyata bagi warga yang tinggal di luar Jakarta.

"Dulu enggak ada yang namanya Transjabodetabek, sekarang ada dari Blok M ke Bogor, Blok M ke Soekarno-Hatta, Blok M ke Bekasi, dan sebagainya. Kenapa? Itu untuk supaya warga dari luar Jakarta mereka bisa naik transportasi Transjabodetabek," jelasnya.

Warga hadir saat berlangsungnya puncak perayaan HUT ke-499 Kota Jakarta, di kawasan Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta, Sabtu (27/6/2026). [ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/wsj]

Sebagai bagian dari strategi meningkatkan minat masyarakat beralih ke transportasi publik, pada momen hari jadi Jakarta tahun ini, Pramono mengambil kebijakan dengan membebaskan biaya transportasi bagi seluruh warga pemilik KTP Republik Indonesia, bukan hanya bagi pemegang KTP Jakarta.

"Problemnya adalah ketika ada kegiatan seperti ini, yang kita gratiskan kan kemarin penduduk Jakarta. Ternyata penduduk dari Bekasi, Bogor, Tangerang, Tangerang Selatan, Cianjur, Depok, mereka minta gratis juga, makanya hari ini semua yang ber-KTP Republik Indonesia kami gratiskan!" seru Pramono.

Baca Juga: Unik! Demi Nonton Mahalini, Warga 'Nangkring' di Atas Mobil Damkar saat Perayaaan HUT Jakarta

Kebijakan ini mencakup berbagai moda transportasi di Jakarta seperti MRT, LRT, Transjakarta, hingga JakLingko yang hanya dikenakan tarif Rp1.

Tak hanya transportasi, akses ke berbagai tempat wisata ikonik seperti Ancol, Ragunan, Monas, hingga museum juga digratiskan.

Melalui kebijakan spesial pada hari ulang tahun Jakarta ini, Pramono berharap masyarakat mulai terbiasa menggunakan angkutan umum sebagai gaya hidup baru guna menekan angka kemacetan secara permanen.

"Saya yakin Saudara-saudara hari ini menikmati itu, transportasi hanya satu rupiah. Termasuk masuk di Ancol, masuk di Ragunan, ke Monas, ke museum-museum yang ada semuanya kita gratiskan. Mudah-mudahan yang seperti ini akan membuat kesadaran orang untuk naik transportasi umum. Amin," pungkasnya.

Load More