News / Nasional
Senin, 29 Juni 2026 | 15:47 WIB
Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad bersama Menteri ESDM Bahlil Lahadalia (kiri) dan Wakil Ketua DEN Mari Elka Pangestu (kanan) ketika konferensi pers di kompleks parlemen, Jakarta, Senin (29/6/2026).
Baca 10 detik
  • Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad memfasilitasi rapat koordinasi ekonomi rutin bersama pemerintah dan Bank Indonesia pada Senin (29/6/2026).
  • Pertemuan tersebut membahas strategi taktis menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah serta likuiditas domestik di tengah ketidakpastian ekonomi global.
  • Pemerintah menekankan pentingnya soliditas koordinasi lintas sektor antara DPR dan otoritas moneter demi menjaga ketahanan ekonomi nasional Indonesia.

Suara.com - Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Wakil Ketua Dewan Ekonomi Nasional Mari Elka Pangestu, hingga Deputi Dewan Gubernur Bank Indonesia, mengapresiasi Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad yang rutin menginisiasi rapat koordinasi untuk memastikan Indonesia tetap tangguh menghadapi badai ketidakpastian global.

Hal itu diungkapkan keduanya seusai berdiskusi dengan Dasco di DPR RI, Senin (29/6/2026).

"Terima kasih Pak Dasco, DEN diundang ke DPR untuk memaparkan keadaan ekonomi terkini serta respons yang tepat terhadap perekonomian domestik maupun global. Ini juga yang sudah kami berikan kepada presiden tiga pekan lalu," kata Mari Elka Pangestu.

Deputi Dewan Gubernur BI Destry Damayanti juga mengakui, rapat rutin bersama DPR ini bisa menjadi wadah bank sentral menjelaskan strategi-strategi stabilitas, utamanya soal fluktuasi nilai tukar Rupiah.

"Kami berterima kasih kepada Pak Dasco. Ini sebenarnya pertemuan rutin, koordinasi antara pihak fiskal dan moneter," kata Destry.

Dia menambahkan, dalam kondisi pasar global yang penuh gejolak, Bank Indonesia harus bergerak cepat dengan kebijakan-kebijakan yang taktis.

Fokus utama otoritas moneter saat ini adalah menjaga agar nilai tukar tetap stabil dan likuiditas di pasar domestik tetap terjaga dengan baik.

"Tentu saja, sebagai respons ketidakpastian global, BI memang perlu membuat kebijakan bersifat jangka pendek. Ini semata-mata untuk menjaga stabilitas," kata Destry.

Lebih lanjut, ia merinci dua poin utama yang menjadi perhatian serius Bank Indonesia dalam jangka pendek.

Baca Juga: Ekonomi Indonesia Bak Timnas di Piala Dunia, Mensesneg: Semua Lini Harus Kompak

"Tadi kami berdiskusi tentang nilai tukar Rupiah. Lalu tentang likuiditas," ungkapnya.

Mensesneg Prasetyo Hadi, yang turut hadir dalam pertemuan tersebut, menekankan kunci keberhasilan Indonesia melewati tantangan ekonomi ini adalah soliditas koordinasi.

Ia berharap hubungan harmonis antara DPR dan pemerintah dalam mengawal isu ekonomi dapat terus ditingkatkan demi kepentingan rakyat luas.

"Pemerintah berterima kasih kepada Pak Dasco dan semua yang terlibat. Harapannya, koordinasi seperti ini bisa memicu semangat positif dan perekonomian bisa berjalan sesuai harapan," kata Prasetyo Hadi.

Prasetyo menggambarkan kerja sama antara pemerintah dan DPR dalam mengelola ekonomi layaknya sebuah tim olahraga.

Di mana setiap elemen harus memiliki visi yang sama dan saling mendukung dalam setiap pergerakan kebijakan.

Load More