- Anggota DPRD DKI Jakarta menyoroti sisa anggaran Disdik sebesar Rp1,1 triliun dalam rapat paripurna pada Senin, 29 Juni 2026.
- Realisasi program sekolah swasta gratis hanya mencapai 106 dari 258 target yang diusulkan oleh Komisi E DPRD Jakarta.
- Dana sisa tersebut seharusnya dapat dimanfaatkan untuk mengatasi kendala akses pendidikan bagi warga yang gagal masuk sekolah negeri.
Suara.com - Sisa anggaran Dinas Pendidikan (Disdik) DKI menjadi sorotan DPRD, di tengah masih banyaknya anak-anak Jakarta yang kesulitan mendapatkan tempat sekolah.
Hal itu diungkapkan anggota DPRD DKI Jakarta, Ramly HI Muhamad, dalam rapat paripurna yang dihadiri Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno, Senin (29/6/2026).
Ramly mengungkapkan, Disdik DKI Jakarta memiliki alokasi anggaran sebesar Rp19,6 triliun dalam APBD 2025, namun hanya mampu menyerap sekitar Rp18,5 triliun.
Akibatnya, terdapat Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) senilai Rp1,1 triliun, yang semestinya bisa dimanfaatkan untuk program pendidikan pro-rakyat.
Mengingat dari 258 sekolah yang diusulkan Komisi E pun, hanya 106 sekolah yang berhasil terealisasi.
"Sekolah swasta gratis yang diusulkan oleh Komisi E ada 258 sekolah, lalu yang diterima (realisasi) hanya 106 sekolah," kata Ramly.
Warga Jakarta diklaim terdampak, khususnya mereka yang anaknya gagal lolos Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) di sekolah negeri, karena faktor jarak tempat tinggal yang jauh dari sekolah.
"Di pertengahan tahun, ketika kenaikan kelas, yang sekolahnya dekat bisa mendapatkan (program pendidikan sekolah negeri). Yang sekolah tidak ada di situ (dekat kediamannya), mau mendaftar ke mana?," tanya Ramly.
Dana sisa Rp1,1 triliun itu, menurut Ramly, seharusnya dapat menjadi solusi konkret bagi warga yang terpinggirkan dari sistem penerimaan sekolah negeri.
Baca Juga: Purbaya Mulai Kaji Anggaran Pemerintah untuk Kebijakan Wajib Belajar 13 Tahun
Ramly pun menegaskan, Disdik semestinya mampu mengoptimalkan seluruh anggaran yang telah dialokasikan, demi memastikan tidak ada satu pun anak Jakarta yang terganjal biaya maupun keterbatasan akses dalam memperoleh pendidikan.
"Kasihan warga Jakarta yang tidak bisa terakomodir," katanya.
Berita Terkait
-
Purbaya Mulai Kaji Anggaran Pemerintah untuk Kebijakan Wajib Belajar 13 Tahun
-
Purbaya Mau Efisiensi Anggaran MBG Sampai Nol Rupiah, Tapi Akui Tak Bisa
-
Prabowo Tambah Anggaran Riset Jadi Rp4 Triliun
-
Menkeu Purbaya Happy Anggaran MBG Mau Dipangkas: Apalagi Dipotong Lebih Banyak
-
Purbaya Kembali Guyur Dana SAL Rp 100 T ke Himbara, Total Kas Negara Jadi Rp 400 T
Terpopuler
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- HBL Mantiri Dikukuhkan jadi Ketua BPP PPAD Gantikan Try Sutrisno
- 5 Motor Teririt untuk Buruh dan Pelajar, Dompet Tetap Aman Meski Pakai Pertamax
- 10 Promo Sepatu Lari di Sports Station: Adidas, Reebok, dan New Balance Mulai Rp299 Ribuan
Pilihan
-
Takut PHK, Prabowo Putuskan Harga LNG untuk Industri USD 13/MMBTU
-
Sejarah! Timnas Voli Indonesia Kalahkan Korsel dan Juara AVC Mens Volleyball Cup 2026
-
Bumi Berguncang! Gempa 6,2 M Hantam Afghanistan, Getaran Terasa Hingga India
-
Perang Meletus Lagi! Iran Hantam Basis AS di Teluk, Gencatan Senjata Runtuh
-
Pelatih Timnas Iran Desak Infantino Tegas Terhadap AS: Perlakuan Mereka Buruk!
Terkini
-
Kisah Yunita Bangun Dear June Official, Dari Satu Penjahit Hingga Tembus Pasar Singapura
-
Rantai Hingga Alat Bor Jadi Bukti, Ini Sederet Alat Siksa Penyekapan di Percetakan Senen
-
Kasus Lagu 'Di Antara Kata' Memanas, Syahravi Balik Laporkan Fariz RM ke Polisi
-
Syahravi Bantah Langgar Hak Cipta Lagu Fariz RM, Tunjukkan Video Dipuji Sang Musisi
-
Balita Tewas Terperosok Lubang Proyek di Manggarai, Pramono: Jika Ingin Menuntut, Kami Persilakan
-
Cegah Stunting Dimulai dari Deteksi Dini Anemia, Puskesmas Didorong Perkuat Skrining Ibu dan Anak
-
Balita Tewas Terjatuh ke Lubang Galian di Manggarai, DPRD Desak Standar Pengamanan Diperketat
-
KPK Perpanjang Masa Penahanan Pejabat BPK Titin Rita Lestari
-
Demi Jakarta Bebas Polusi, 100 Mikrotrans Listrik Siap Mengaspal 2027
-
Pecahkan Mitos 80 Tahun, Bobby Nasution Bangun Sipiongot yang Dulu Jadi Bahan Anekdot Miring