- Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mulai mengkaji perubahan wajib belajar dari 12 tahun menjadi 13 tahun untuk RAPBN 2027.
- Kebijakan ini mencakup penambahan satu tahun pendidikan PAUD serta penguatan program bantuan pendidikan bagi seluruh jenjang sekolah nasional.
- Pemerintah akan mempercepat implementasi wajib belajar 13 tahun melalui berbagai program bantuan pendidikan dan fasilitas pendidikan yang lebih tepat.
Suara.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mulai mengkaji soal anggaran Pemerintah untuk sektor pendidikan, khususnya perubahan wajib belajar dari 12 tahun menjadi 13 tahun.
Hal ini terungkap saat Rapat Kerja Badan Anggaran (Banggar) DPR RI dengan Pemerintah dan Bank Indonesia (BI) dalam Rangka Pembahasan Pembicaraan Pendahuluan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) Tahun Anggaran (TA) 2027 dan Rencana Kerja Pemerintah (RKP) 2027.
"Belanja Pemerintah Pusat ternyata 13 tahun ya," kata Ketua Banggar DPR Said Abdullah dalam rapat yang disiarkan virtual, Senin (29/6/2026).
Said menjelaskan kalau wajib belajar 13 tahun itu mencakup setahun pendidikan pra sekolah alias Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), enam tahun pendidikan dasar mulai dari SD hingga SMP, serta tiga tahun pendidikan menengah seperti SMA hingga SMK.
Said lalu menanyakan apakah Pemerintah, dalam hal ini Menkeu Purbaya, sepakat untuk mengkaji soal anggaran untuk Wajib Pajak 13 tahun.
"Setuju pak, tapi katanya hanya mengkaji. Serius apa enggak nih kita nih?" tanya balik Purbaya.
"Iya habis dikaji baru pak dipercepat pak," jawab Said.
"Siap pak, kita akan kaji dari 12 ke 13 tahun pak," jelas Purbaya.
Diketahui kebijakan wajib belajar 13 tahun menjadi bagian dari RKP dan Prioritas Anggaran 2027.
Baca Juga: Ini Alasan Purbaya Ngotot Cari Utang lewat Panda Bond China
Disebutkan kalau Pemerintah mempercepat pencapaian wajib belajar 13 tahun, khususnya melalui penguatan berbagai program bantuan pendidikan dan afirmasi pendidikan yang tepat sasaran.
Bantuan pendidikan tersebut meliputi penyediaan Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BOSP), Program Indonesia Pintar (PIP), dan Beasiswa Afirmasi Pendidikan Menengah (ADEM).
Selain itu, upaya peningkatan akses dan kualitas layanan pendidikan juga didukung melalui program prioritas Presiden antara lain Sekolah Rakyat (SR), Sekolah Unggul Garuda (SUGAR), dan Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT).
Pada jenjang selanjutnya, Pemerintah perlu melanjutkan penyediaan Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah, Beasiswa Afirmasi Pendidikan Tinggi (ADik) bagi peserta didik di perguruan tinggi.
Berita Terkait
-
Ini Alasan Purbaya Ngotot Cari Utang lewat Panda Bond China
-
Purbaya Endus Pegawai DJP Kongkalikong dengan Pengusaha soal Restitusi Pajak
-
Purbaya Mau Efisiensi Anggaran MBG Sampai Nol Rupiah, Tapi Akui Tak Bisa
-
Prabowo Tambah Anggaran Riset Jadi Rp4 Triliun
-
Menkeu Purbaya Happy Anggaran MBG Mau Dipangkas: Apalagi Dipotong Lebih Banyak
Terpopuler
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- HBL Mantiri Dikukuhkan jadi Ketua BPP PPAD Gantikan Try Sutrisno
- 5 Motor Teririt untuk Buruh dan Pelajar, Dompet Tetap Aman Meski Pakai Pertamax
- 10 Promo Sepatu Lari di Sports Station: Adidas, Reebok, dan New Balance Mulai Rp299 Ribuan
Pilihan
-
Takut PHK, Prabowo Putuskan Harga LNG untuk Industri USD 13/MMBTU
-
Sejarah! Timnas Voli Indonesia Kalahkan Korsel dan Juara AVC Mens Volleyball Cup 2026
-
Bumi Berguncang! Gempa 6,2 M Hantam Afghanistan, Getaran Terasa Hingga India
-
Perang Meletus Lagi! Iran Hantam Basis AS di Teluk, Gencatan Senjata Runtuh
-
Pelatih Timnas Iran Desak Infantino Tegas Terhadap AS: Perlakuan Mereka Buruk!
Terkini
-
Investor Asing Terus Berhasrat Jual Saham, IHSG Melemah ke Level 5.820
-
Ternyata CNG Pengganti LPG 3 Kg Impor Juga dari China
-
Jangan Lewatkan Jazz Gunung 2026, BRImo Hadirkan Promo Tiket Diskon 40%!
-
Target Harga Rp6.000, Saham Emiten Tambang AMMN Layak Dibeli?
-
Lippo Malls Gelontorkan Rp11,6 Miliar Bangun PLTS Atap
-
Iran-AS Damai, Rupiah Berjaya Hari Ini di Level Rp17.851/USD
-
Pasar Modal Indonesia Turun Kasta Jadi Frontier Market? Dirut BEI Beri Bocoran
-
Profil Jeffrey Hendrik, Dirut BEI Baru dengan Janji Transparansi IHSG
-
Prabowo Mau 'Copot' Ratusan Direksi dan Komisaris BUMN di Tengah Isu Rangkap Jabatan
-
Dirut Baru Berambisi Bawa BEI Masuk Daftar 10 Bursa Terbesar Dunia