- UNICEF memperingatkan 100 ribu anak Lebanon terancam putus sekolah pada September 2026 akibat kerusakan fasilitas pendidikan.
- Asesmen Juni 2026 mencatat 340 fasilitas pendidikan di berbagai wilayah Lebanon hancur atau mengalami kerusakan signifikan.
- UNICEF mendesak langkah perbaikan segera agar hak pendidikan anak tetap terpenuhi sebelum tahun ajaran baru dimulai.
Suara.com - Sekitar 100 ribu anak di Lebanon terancam tidak dapat mengikuti kegiatan belajar saat tahun ajaran baru dimulai pada September 2026. Dana Anak-Anak Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNICEF) memperingatkan kondisi tersebut terjadi jika perbaikan sekolah yang rusak akibat konflik tidak segera dilakukan.
Dikutip dari Sputnik, Sabtu (4/7/2026), UNICEF menyebut langkah darurat diperlukan untuk memperbaiki dan memulihkan fasilitas pendidikan yang terdampak serangan agar anak-anak dapat kembali belajar.
"Sedikitnya 100.000 anak di Lebanon bisa kehilangan tempat belajar ketika tahun ajaran baru dimulai, kecuali dilakukan langkah mendesak sebelum September untuk memperbaiki serta memulihkan sekolah-sekolah yang rusak akibat konflik baru-baru ini," demikian pernyataan UNICEF.
Temuan tersebut mengacu pada penilaian nasional yang dilakukan Kementerian Pendidikan dan Pendidikan Tinggi Lebanon dengan dukungan teknis dari UNICEF pada Juni 2026.
Hasil asesmen menunjukkan 340 fasilitas pendidikan mengalami kerusakan atau hancur, mencakup sekolah negeri, sekolah swasta, hingga pusat pelatihan teknik dan kejuruan.
Dari jumlah tersebut, 17 sekolah dilaporkan hancur total, sementara sisanya mengalami kerusakan dengan tingkat yang bervariasi. Banyak di antaranya membutuhkan renovasi besar bahkan pembangunan ulang sebelum dapat kembali digunakan untuk kegiatan belajar mengajar.
UNICEF menyebut kerusakan paling parah terjadi di sejumlah wilayah yang terdampak konflik, antara lain Nabatiyeh, Lebanon Selatan, Bekaa, Baalbek-Hermel, Beirut, dan Gunung Lebanon.
Lembaga PBB itu menegaskan pemulihan sektor pendidikan menjadi langkah penting agar anak-anak tidak kehilangan hak memperoleh pendidikan akibat dampak konflik berkepanjangan.
UNICEF merupakan badan khusus Perserikatan Bangsa-Bangsa yang berfokus pada perlindungan hak-hak anak, termasuk akses terhadap pendidikan, layanan kesehatan, gizi, dan kesejahteraan di lebih dari 190 negara dan wilayah.
Baca Juga: Tak Takut dengan Rudal Israel, Warga Lebanon Pesta Kembang Api Rayakan Kemenangan Brasil
Lembaga yang berdiri pada 11 Desember 1946 tersebut awalnya dibentuk untuk memberikan bantuan darurat kepada anak-anak korban Perang Dunia II. Kini, mandat UNICEF telah berkembang menjadi upaya jangka panjang dalam melindungi hak dan meningkatkan kesejahteraan anak di seluruh dunia.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Sepatu Running Lokal yang Anti Licin dan Senyaman Skechers, Harga Cuma Rp200 Ribuan
- 30 Wakil Menteri Rangkap Jabatan Jadi Komisaris BUMN, Ini Daftar Namanya
- 4 Moisturizer di Alfamart untuk Hempas Flek Hitam Berdasarkan Review Pengguna
- 5 Kipas Angin Sedingin AC Lebih Murah dan Irit Listrik
- Ramalan 12 Shio Bulan di Juli 2026: Peruntungan Karier, Keuangan, Asmara, dan Kesehatan
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Bandara Husein Sastranegara Diaktifkan Lagi, Pelaku Wisata Lembang Yakin Turis Asing Bakal Membludak
-
Pemkot Depok Usul Lima Rute Baru Transjabodetabek
-
DPR MInta Usut Tuntas Dugaan Penyekapan Perempuan oleh Oknum Polisi di Jawa Tengah
-
Penyusunan Raperda Perlindungan Tenaga Kerja Informal Jateng Perlu Dipercepat
-
Pengungsi WNA di Setiabudi, Pramono Anung Akan Tertibkan Fasilitas Publik yang Disalahgunakan
-
KPK Dalami Keterangan Bupati Kuansing soal Dugaan Amplop untuk Menhut Raja Juli
-
3 Pimpinan BGN Dilaporkan ke Ombudsman, Diduga Rangkap Jabatan di BUMN
-
KPK Sita Uang Rp1,22 Miliar Valas hingga 55 Kg Logam Diduga Platinum
-
Hadiri Pelantikan Srikandi Jaga Desa, Hashim Djojohadikusumo Tekankan Pentingnya Peran Perempuan
-
Kenakan Rompi Oranye KPK, Bupati Langkat Syah Afandin Bantah Sudah Tahu Ada OTT