Suara.com - Perum Bulog bergerak cepat merespons masukan masyarakat terkait adanya kemunculan hama di sekitar kawasan Pergudangan Bulog Karawang. Sebagai bentuk komitmen perusahaan dalam menjaga kualitas pengelolaan gudang dan menciptakan lingkungan yang aman serta nyaman bagi masyarakat, Direktur Operasi Perum Bulog, Andi Afdal, turun langsung meninjau kondisi di lapangan pada Minggu (5/6/2026) sekaligus memastikan langkah penanganan dilakukan secara cepat dan menyeluruh.
Dalam peninjauan tersebut, Andi Afdal berdialog dengan masyarakat sekitar, perangkat desa, serta jajaran Bulog di wilayah kerja Karawang guna memperoleh informasi secara langsung mengenai kondisi yang terjadi. Kunjungan ini sekaligus menjadi bagian dari evaluasi terhadap pelaksanaan pengelolaan gudang dan efektivitas sistem pengendalian hama yang selama ini diterapkan.
Direktur Operasi Perum Bulog, Andi Afdal, menegaskan bahwa setiap masukan dari masyarakat merupakan perhatian serius bagi perusahaan dan akan ditindaklanjuti secara cepat sebagai bagian dari upaya perbaikan berkelanjutan.
“Kami mengapresiasi perhatian dan masukan dari masyarakat. Bulog berkomitmen memberikan respons cepat terhadap setiap permasalahan yang muncul di lapangan. Kehadiran kami di Karawang adalah untuk memastikan langkah penanganan berjalan dengan baik, sekaligus memperkuat koordinasi dengan seluruh pihak agar kondisi ini dapat segera ditangani secara optimal,” ujar Andi Afdal.
Sebagai tindak lanjut, Bulog segera melakukan langkah-langkah penanganan melalui peningkatan pengendalian hama di kawasan pergudangan, termasuk pelaksanaan spraying dan fogging yang dikoordinasikan bersama masyarakat dan pihak-pihak terkait. Langkah tersebut dilakukan sesuai prosedur operasional dengan memperhatikan aspek keselamatan, kesehatan, dan keamanan lingkungan.
Selain itu, Bulog juga melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kondisi fasilitas pergudangan, kebersihan lingkungan, sistem sanitasi, serta efektivitas pelaksanaan Pengendalian Hama Gudang Terpadu (PHGT) yang selama ini menjadi bagian dari standar operasional perusahaan dalam menjaga kualitas komoditas pangan yang disimpan.
Andi Afdal menambahkan bahwa pengendalian hama merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan di seluruh jaringan pergudangan Bulog. Namun demikian, perusahaan akan terus meningkatkan frekuensi monitoring dan langkah-langkah preventif agar potensi gangguan serupa dapat diminimalkan.
“Kami tidak hanya fokus pada penyelesaian jangka pendek, tetapi juga melakukan evaluasi menyeluruh agar pengelolaan gudang semakin baik. Bulog berkomitmen menjaga kualitas Cadangan Pangan Pemerintah sekaligus memastikan keberadaan gudang memberikan manfaat dan tidak menimbulkan dampak bagi masyarakat sekitar,” tambah Andi Afdal.
Ke depan, Bulog akan terus memperkuat pemeliharaan fasilitas pergudangan, meningkatkan koordinasi dengan pemerintah daerah, aparat setempat, dan masyarakat, serta memastikan seluruh operasional pergudangan dilaksanakan sesuai standar tata kelola yang baik.
Baca Juga: BULOG Tindak Lanjuti Laporan Warga di Karawang, Perkuat Pengendalian Hama Gudang
Respons cepat ini merupakan wujud komitmen Perum Bulog dalam mengedepankan pelayanan yang responsif, transparan, dan akuntabel, sekaligus menjaga kepercayaan masyarakat terhadap pengelolaan Cadangan Pangan Pemerintah. ***
Berita Terkait
-
Bulog Dukung Gerakan Tanam Padi Serentak di Kawasan Cetak Sawah Merauke
-
BULOG Tindak Lanjuti Laporan Warga di Karawang, Perkuat Pengendalian Hama Gudang
-
Bulog Tindak Lanjuti Laporan Warga Sekitar Gudang, Pastikan Kenyamanan Lingkungan Tetap Terjaga
-
Titiek Soeharto Resmikan Gudang Bulog di Kalsel, Dukung Penguatan Penyimpanan Pangan Nasional
-
Bulog Buka Gudang Bagi Mahasiswa UGM, Mahasiswa Lihat Langsung Pengelolaan Cadangan Beras Pemerintah
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Desil Mendadak Melonjak, Warga Jogja Terancam Kehilangan Bansos
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Dear Mom, Kabut Asap Makin Pekat, Ini Tanda Anak Mulai Terdampak
-
Kabut Asap Palembang Makin Pekat, Kapan Sekolah Mulai Belajar dari Rumah?
-
Ekonom Ungkap Efek Domino Karhutla: Dari Biaya Berobat hingga Pendapatan Warga Tertekan
-
Sumsel Dikepung 1.742 Hotspot, Seberapa Aman Warga dari Kabut Asap?
-
Viral Debt Collector Cek Nomor Mesin Kendaraan, Anggota DPR: Ya Sudah Lha
-
Lahan Perkebunan Indofood di Muba Terbakar, Mengapa Sumber Api Diminta Diusut?
-
Tak Perlu Transit, Citilink Kini Terbang Langsung Palembang-Yogyakarta Setiap Hari
-
Megawati Sentil Pragmatisme Politik: Jangan Jadikan Uang dan Kekuasaan sebagai Tujuan
-
Rekening Aktivis Pati Dibekukan, Koalisi Sipil: Jangan Jadikan Bank Alat Membungkam Kritik
-
Kebakaran Desa Adat Sade, Gubernur NTB Ungkap Dugaan Awal: Masalah Listrik