Suara.com - Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Soeharto yang akrab dipanggil Titiek Soeharto meresmikan Gudang Komoditas Pangan (GKP) Perum Bulog kapasitas 3.500 ton di Kompleks Pergudangan Landasan Ulin, Banjarbaru, Kalimantan Selatan, pada Jumat (3/7). Peresmian ini menjadi bagian dari agenda Kunjungan Kerja Spesifik Komisi IV DPR RI bersama Wakil Ketua dan Anggota Komisi IV DPR RI untuk meninjau kesiapan infrastruktur pangan di daerah.
Peresmian ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat kapasitas penyimpanan pangan nasional, khususnya di wilayah Kalimantan Selatan sebagai salah satu daerah penyangga pangan. Dengan tambahan kapasitas simpan sebesar 3.500 ton, Perum Bulog semakin memiliki kemampuan untuk mengelola stok komoditas pangan secara lebih optimal, menjaga kualitas hasil panen, serta mendukung kelancaran distribusi pangan guna menjaga stabilitas pasokan dan harga di masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, Ketua Komisi IV DPR RI Titiek Soeharto menyampaikan dukungan terhadap program-program Perum Bulog, terutama yang berdampak langsung pada penguatan petani dan pengelolaan pangan nasional. Ia juga menekankan pentingnya pengelolaan stok yang baik agar kualitas beras tetap terjaga selama masa penyimpanan.
“Komisi IV tentu mendukung program-program Perum Bulog, sepanjang terus berpihak dan memberikan manfaat bagi petani. Kami juga mengapresiasi Bulog karena stok yang tersedia mencukupi dan kualitasnya baik,” ujar Titiek.
Titiek turut mengapresiasi pengelolaan stok di GKP Banjarbaru yang dinilai berjalan baik. Menurutnya, perputaran stok beras di gudang tersebut relatif cepat, dengan masa simpan paling lama sekitar empat bulan, sehingga beras dari petani dapat segera diproses dan kembali disalurkan ke pasar.
“Mudah-mudahan dengan adanya perbaikan dan penguatan gudang ini, kapasitas penyimpanan beras dapat semakin meningkat, dengan kualitas yang juga semakin baik,” tambah Titiek.
Direktur Utama Perum Bulog, Letnan Jenderal TNI (Purn.) Dr. Ahmad Rizal Ramdhani, S.Sos., S.H., M.Han., yang hadir mendampingi kunjungan tersebut menyampaikan bahwa peresmian GKP Banjarbaru menjadi momentum penting dalam memperkuat kesiapan pangan nasional, khususnya dari sisi infrastruktur penyimpanan.
Ia menjelaskan, pembangunan gudang di Landasan Ulin merupakan bagian dari realisasi Penyertaan Modal Negara (PMN). Dari total dana PMN sebesar Rp2 triliun, Perum Bulog telah mengawal 81 proyek penguatan infrastruktur pangan di berbagai wilayah Indonesia. Hingga saat ini, realisasi fisik mencapai 95,7 persen. Proyek tersebut mencakup pembangunan Sentra Penggilingan Padi, Sentra Pengolahan Beras, hingga Sentra Pengeringan Jagung yang menjadi bagian penting dalam memperkuat ekosistem pangan nasional dari hulu ke hilir.
“Langkah penguatan infrastruktur pangan ini akan terus kami lanjutkan sejalan dengan visi Presiden Republik Indonesia. Perum Bulog berkomitmen memastikan infrastruktur yang dibangun dapat memberikan manfaat nyata bagi pengelolaan stok, distribusi, dan ketahanan pangan nasional,” tambah Ahmad Rizal Ramdhani.
Baca Juga: SSD PCIe 5.0 Baru Hadir, Kecepatan Tembus 11.000 MB/s untuk Gaming, AI, dan Editing
Melalui pembangunan GKP Banjarbaru, Perum Bulog terus memperkuat perannya sebagai instrumen pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan nasional. Infrastruktur ini menjadi bagian dari upaya memperkuat rantai pasok pangan, mulai dari penyimpanan, pengolahan, hingga distribusi stok pangan di daerah.
Selain peresmian GKP Banjarbaru, kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan agenda penyerahan bantuan sosial sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat sekitar. Bantuan yang diberikan meliputi mesin potong rumput untuk masjid, bingkisan sembako, serta santunan berupa perlengkapan sekolah kepada 20 anak yatim piatu. ***
Berita Terkait
-
SSD PCIe 5.0 Baru Hadir, Kecepatan Tembus 11.000 MB/s untuk Gaming, AI, dan Editing
-
Bulog Buka Gudang Bagi Mahasiswa UGM, Mahasiswa Lihat Langsung Pengelolaan Cadangan Beras Pemerintah
-
Temukan Indikasi Bau Solar pada Minyakita, Dirut Bulog Instruksikan Penarikan Produk PT KMR
-
Sepanjang Tahun, Bulog Tetap Menyerap Gabah dan Beras Petani Sesuai Arahan Pemerintah
-
Dirut Bulog Hadiri Pengukuhan Profesor Kehormatan Anggota VII BPK RI
Terpopuler
- Link Download Logo dan Tema HUT Bhayangkara ke-80 2026 untuk Ulang Tahun Polri
- 5 Sepeda Gunung MTB Polygon Termurah, Tangguh dan Awet Untuk Harian
- Ogah Pasang AC? Ini 4 Rekomendasi Air Cooler yang Murah, Hemat Listrik, dan Cepat Dingin
- 5 HP Samsung 5G Termurah 2026, Fitur Lengkap dan Performa Stabil untuk Jangka Panjang
- Golkar Sulsel Memanas, Ini Alasan Pendukung Appi Alihkan Dukungan ke IAS
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
KKB Bakar Pesawat hingga Pilot Tewas, DPR Desak Pengamanan Papua Dievaluasi Total
-
Heboh Hakim Tak Tanya Sikap Nadiem Usai Vonis, Menkum: Hak Hukum Terdakwa Tetap Melekat
-
Polisi Gugur dan Dua Anggota Hilang saat Gerebek Bandar Narkoba, DPR Minta Pelaku Ditindak Tegas
-
Sudah Cukup Terima Kasih 2 Tahun, Said Didu Desak Prabowo Bersihkan Kabinet dari 'Orang Jokowi'
-
Harga Material Naik, Bantuan Rumah Korban Banjir Sumatra Diusul Jadi Rp80 Juta
-
Tiba di Jakarta, Bupati Langkat Syah Afandin Digiring Lewat Pintu Belakang KPK
-
Siksa Istri Siri Pakai Air Keras dan Paksa Buat Sabu, Aiptu N Ditahan Propam Polda Jateng!
-
Viral Warga Mesuji Sembelih Tapir, DPR Desak Pelaku Segera Diproses Hukum
-
Misteri Amplop di Meja Menhut, Raja Juli Ungkap Alasan Baru Dikembalikan 10 Hari Kemudian
-
Diduga Jual Jalur Cepat Impor, 3 Eks Pejabat Bea Cukai Didakwa Terima Suap Rp78 Miliar