-
Amerika Serikat menegaskan tetap membuka pintu resolusi diplomatik yang damai dengan pihak Iran.
-
Serangan militer AS malam kesembilan dipicu pelanggaran kesepakatan pengamanan di Selat Hormuz.
-
Menlu Marco Rubio mengingatkan kegagalan diplomasi akan memperburuk situasi perekonomian internal Iran.
Suara.com - Amerika Serikat secara terbuka menyatakan tetap membuka peluang resolusi diplomatik demi mengakhiri konflik dengan Iran. Langkah damai ini tetap ditawarkan meskipun kekuatan militer Pentagon baru saja melancarkan gempuran malam kesembilan berturut-turut.
Pernyataan strategis tersebut disampaikan langsung oleh Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio. Komitmen ini diungkapkan sesaat sebelum dirinya bertolak menuju Manila untuk menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi ASEAN.
“Amerika Serikat selalu terbuka terhadap solusi diplomatik. Kami telah mencoba berkali-kali dengan Iran, dan kami akan terus mencoba. Jika pintu itu terbuka, kami akan senang melihatnya,” ujar Rubio.
Ketegangan terbaru dipicu oleh tindakan sepihak Teheran yang dinilai mengancam jalur perdagangan internasional. AS mengecam keras aksi pemblokiran wilayah maritim dan penyerangan terhadap armada kapal yang melintasi kawasan vital tersebut.
Padahal, kedua negara sebelumnya telah mengesahkan nota kesepahaman pada Juni lalu. Kesepakatan tersebut dirancang khusus untuk memperpanjang gencatan senjata sekaligus memulihkan kelancaran arus lalu lintas di Selat Hormuz.
Aksi militer yang agresif dari pihak Iran dinilai telah mencederai poin-poin penting yang disepakati bersama. Akibatnya, efektivitas dari nota kesepahaman yang telah ditandatangani kini berada di ujung tanduk.
“Mereka tidak bisa memiliki MOU yang hidup jika mereka melanggar ketentuan di dalamnya,” tegas Rubio.
Pemerintah AS melihat adanya ketidakselarasan antara pernyataan politik Iran dan tindakan nyata mereka di lapangan. Sikap mendua ini yang mendasari sekutu mengambil tindakan defensif yang lebih tegas di wilayah konflik.
“Mereka terus mengirimkan sinyal bahwa mereka ingin berbicara, bahwa mereka ingin bernegosiasi, tetapi perilaku mereka adalah apa yang kami tanggapi, dan perilaku mereka adalah mereka meluncurkan rudal dan drone terhadap kapal-kapal, termasuk malam ini,” tambahnya.
Baca Juga: Curhat Bos Tanker Was-was Kondisi Skenario Terburuk di Selat Hormuz, Takut Dirudal Iran
Kondisi geopolitik yang tidak menentu ini dikhawatirkan akan membawa dampak buruk jangka panjang bagi stabilitas internal Teheran. AS memproyeksikan kerugian besar bagi pihak lawan apabila jalur negosiasi benar-benar tertutup rapat.
Saat ditanya mengenai konsekuensi yang harus dihadapi jika seluruh upaya negosiasi ini berujung pada kegagalan total, Rubio memberikan jawaban yang lugas.
“Saya pikir itu tidak akan baik bagi Iran. Maksud saya, perekonomian Iran berada dalam kekacauan,” jawab Rubio saat menanggapi pertanyaan dari jurnalis CNN, Kit Maher.
Ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran di kawasan Selat Hormuz merupakan krisis berkepanjangan yang melibatkan stabilitas ekonomi dunia. Selat Hormuz sendiri merupakan jalur logistik minyak mentah paling krusial di global yang menghubungkan produsen Timur Tengah dengan pasar internasional.
Konflik eskalatif ini kembali mencuat setelah serangkaian serangan pesawat tanpa awak dan rudal menyasar kapal-kapal komersial di rute tersebut. Hubungan diplomatik yang sempat menunjukkan sinyal positif lewat kesepakatan pemulihan lalu lintas air pada Juni lalu kini kembali memanas akibat aksi saling balas di medan tempur.
Berita Terkait
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- DPR Pertanyakan, Pemerintah Menjawab, Dari Mana Datang Isu Kipas Angin Rp1,8 T untuk Kopdes?
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Rapor Duo Timnas Indonesia Ole Romeny dan Hubner Saat Fortuna Sittard Hadapi Olympiacos
- Kulit Sawo Matang Jangan Salah Pilih Warna Lipstik! Ini 8 Pilihan yang Bikin Wajah Cerah Seketika
Pilihan
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
-
Menteri PU Dody Hanggodo Bakal Dicopot Agustus? 'Prabowo Tak Suka Menteri yang Bikin Gaduh'
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
Terkini
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Menembus Macet demi Langit Bersih: Catatan Acara Lintas Komunitas Kemenhub
-
Berawal dari Dapur Rumahan, Camilan BUNCY Kini Mendunia Bersama BRI
-
Terjaring OTT, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini tiba di KPK
-
Banyak Sekolah Rusak? Prabowo Janji Bereskan Semuanya Sebelum 2029
-
Gaji Bukan Hambatan, Pep Guardiola Berpeluang Tangani Timnas Italia
-
Pakar Jelaskan Soal BPA pada Galon Guna Ulang, Benarkah Berbahaya?
-
Green Label Jadi Tren Baru Bangunan, Material Ramah Lingkungan Semakin Diminati
-
Mendagri Tito Heran Banyak Kepala Daerah Kena OTT, Padahal Sudah Ikut Retret
-
Kriminolog: TPPU Pintu Masuk untuk Kasus Eks Jampidsus