News / Internasional
Senin, 20 Juli 2026 | 17:57 WIB
Ilustrasi Singapura (Freepik.com/freestockcenter)
Baca 10 detik
  • Faishal Ibrahim resmi mengundurkan diri dari kabinet Singapura akibat skandal pesan daring.

  • Kasus komunikasi tidak pantas ini berujung pada investigasi polisi terkait dugaan pelecehan.

  • PM Lawrence Wong menegaskan mundurnya menteri dilakukan demi menjaga standar etika pejabat.

"Meskipun tidak ada hubungan fisik di antara kami, dan saya tidak berniat agar interaksi tersebut berkembang menjadi hubungan fisik, ada kesalahan penilaian di pihak saya dalam cara saya menangani interaksi tersebut, dan kegagalan dalam menetapkan batasan yang lebih jelas pada tahap awal," tulis Faishal.

Merespons keputusan pahit ini, sang Perdana Menteri menyampaikan rasa prihatin yang mendalam.

Wong mengaku sedih melihat rekan sejawatnya harus menyudahi pengabdian politik dalam situasi rumit.

Faishal Ibrahim sendiri bukanlah figur baru karena telah mengabdi sebagai anggota parlemen sejak 2006.

Karier politiknya memuncak saat dipercaya memimpin portofolio urusan Muslim pada tahun 2025 lalu.

Kasus teranyar ini menambah panjang daftar hitam skandal yang mengguncang stabilitas People's Action Party.

Partai penguasa tersebut selama ini dikenal sangat ketat dalam menjaga citra bersih tanpa noda.

Sebelum peristiwa ini, publik Singapura sudah diguncang kasus korupsi mantan Menteri Perhubungan Subramaniam Iswaran.

Iswaran terbukti menerima suap dari konglomerat properti demi memuluskan kepentingan bisnis tertentu.

Baca Juga: Produk Kreatif Indonesia Unjuk Gigi di Singapura, Dunia Diajak Melirik Potensinya

Gelombang dinamika politik lokal juga sempat diwarnai pengunduran diri dua tokoh oposisi akibat perselingkuhan.

Rentetan insiden moral ini diakui telah mengikis kepercayaan publik terhadap ekosistem politik Singapura.

Load More