News / Nasional
Selasa, 21 Juli 2026 | 08:20 WIB
Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian (Suara.com/Bagaskara)
Baca 10 detik
  • KPK melakukan OTT terhadap Bupati Lombok Barat, Lalu Ahmad Zaini, terkait dugaan suap proyek pada Senin (20/7/2026).
  • Mendagri Tito menyatakan kekecewaan mendalam atas kasus korupsi yang melibatkan kepala daerah meskipun pembinaan telah dilakukan.
  • Penyidik KPK memiliki waktu 1x24 jam untuk menetapkan status hukum Bupati Lombok Barat setelah mengamankan bukti uang tunai.

Suara.com - Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang menyeret Bupati Lombok Barat, Lalu Ahmad Zaini, memicu reaksi keras dari Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian.

Tito mewanti-wanti seluruh kepala daerah di Indonesia untuk kembali mawas diri dan menjaga integritas agar tidak terjerumus dalam lubang yang sama.

Ditemui di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta pada Senin (20/7) malam, Tito tak mampu menyembunyikan kekecewaannya.

Ia merasa upaya pembinaan yang selama ini dilakukan pemerintah seolah sia-sia saat mendapati kabar kepala daerah kembali berurusan dengan komisi antirasuah.

"Saya prihatin, karena kepala daerah kita sudah berikan retret, kemudian kasih pembekalan awal, kemudian juga sudah dibuatkan sistem keuangan lebih transparan, kemudian juga pembinaan-pembinaan telah dilakukan, pernah dikumpulkan juga oleh Bapak Presiden di Sentul, masih terjadi juga," ujar Tito Karnavian.

Sentil Soal Integritas Pribadi

Bagi Tito, sistem secanggih apa pun tidak akan mempan jika tidak dibarengi dengan benteng moral yang kuat dari individu masing-masing pemimpin.

Ia berharap kasus di Lombok Barat ini menjadi alarm keras bagi pejabat lainnya.

Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini (tengah) tiba untuk menjalani pemeriksaan usai terjaring operasi tangkap tangan (OTT) di Gedung KPK, Jakarta, Senin (20/7/2026). [Suara.com/Alfian Winanto]

"Kedua, kembali ke integritas masing-masing orang. Jadi, saya berharap dengan adanya OTT-OTT, kepala daerah termasuk di Lombok (Barat, red.) ini, kepala daerah lainnya, agar semua mawas diri, melakukan introspeksi, jangan sampai melakukan pelanggaran, apalagi tindak pidana korupsi," tegas Tito.

Baca Juga: Terjaring OTT, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini tiba di KPK

OTT Ke-17 di Tahun 2026

Penangkapan Lalu Ahmad Zaini menambah daftar panjang catatan hitam birokrasi tahun ini. KPK menjaring sang Bupati beserta belasan orang lainnya dalam operasi senyap pada Senin pagi.

Tak tanggung-tanggung, ini merupakan OTT ke-17 yang dilancarkan KPK sepanjang tahun 2026.

Dalam operasi tersebut, tim penyidik mengamankan barang bukti berupa uang tunai senilai ratusan juta rupiah serta sejumlah dokumen krusial. Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, mengungkapkan bahwa penangkapan ini berkaitan dengan dugaan suap proyek di lingkungan Pemerintah Kabupaten Lombok Barat.

"Bupati Lombok Barat diduga menerima sejumlah uang terkait pelaksanaan sejumlah proyek di lingkungan Pemerintahan Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat," jelas Budi di Gedung Merah Putih KPK.

Nasib Sang Bupati Ditentukan 1x24 Jam

Setelah sempat ditahan sementara di rumah dinasnya, Lalu Ahmad Zaini langsung diterbangkan ke Jakarta. Ia tiba di Gedung Merah Putih KPK pada Senin malam untuk menjalani pemeriksaan intensif.

Sesuai dengan Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP), KPK kini berpacu dengan waktu. Lembaga antirasuah tersebut memiliki waktu 1x24 jam sejak penangkapan untuk menentukan status hukum para pihak yang terjaring, apakah akan resmi menyandang status tersangka atau tidak. (Antara)

Load More