News / Internasional
Selasa, 21 Juli 2026 | 15:21 WIB
ilustrasi kapal tanker melintasi Selat Hormuz (Google Gemini)
Baca 10 detik
  • Lalu lintas kapal di Selat Hormuz anjlok 66 persen akibat blokade AS dan larangan Iran.

  • Penghentian armada pengangkut minyak mentah mengancam pasokan seperlima kebutuhan energi dunia.

  • Analis memperingatkan harga minyak global berpotensi tembus 100 dolar per barel jika konflik berlanjut.

Kavonic menyebut volume distribusi energi di Selat Hormuz kini tersisa 15 persen dari kondisi normal. Ia memperingatkan harga minyak mentah dunia berisiko menembus angka 100 dolar AS per barel.

"Permusuhan dan penerapan kembali blokade mengembalikan konflik ke lintasan eskalasi," katanya.

Kondisi ini diprediksi memburuk jika infrastruktur energi kawasan mulai diserang secara terbuka.

Anjloknya arus pelayaran ini merupakan buntut panjang dari blokade resmi Amerika Serikat sejak minggu lalu. Ketegangan militer dua negara menghentikan proses diplomasi yang sebelumnya sempat memberi harapan perdamaian.

Load More