- Perubahan posisi duduk Wapres Gibran dalam Sidang Kabinet Paripurna menjadi simbol kerenggangan hubungan dengan Prabowo.
- Pengamat politik menilai Prabowo dan Gibran tidak lagi menunjukkan sinergi dalam menjalankan agenda pemerintahan strategis.
- Perbedaan orientasi politik antara Prabowo dengan Jokowi turut mempertegas jarak hubungan antara presiden dan wakil presiden saat ini.
"Dan kemudian tidak melibatkan wakil presiden, apalagi wakil presiden juga berjalan sendiri. Jangan-jangan juga wakil presidennya punya agenda sendiri, itu yang membuat semakin tidak satu garis," ujarnya.
Ia menambahkan minimnya pernyataan maupun sikap politik Gibran terhadap berbagai kebijakan penting pemerintah membuat publik sulit melihat posisi wakil presiden dalam pemerintahan saat ini.
Hal ini membuat perubahan posisi kursi dalam sidang kabinet dinilai bukan sekadar soal tata letak ruangan. Melainkan dapat dibaca sebagai simbol hubungan politik yang semakin berjarak antara Presiden Prabowo dan Wakil Presiden Gibran.
"Ya jadi ya mau bagaimana lagi, saya melihatnya memang ini kelihatannya tidak seiring sejalan dalam waktu 1,5 tahun ini," tandasnya.
Berita Terkait
-
Kursi Gibran 'Didepak' dari sisi Prabowo, Pengamat: Bobot Kekuasaannya Direduksi
-
Moody's Soroti Risiko Kebijakan RI, Subsidi Energi Hingga DSI Jadi Catatan Merah Prabowo
-
Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
-
Banyak Sekolah Rusak? Prabowo Janji Bereskan Semuanya Sebelum 2029
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- Perbedaan Eau De Parfum dan Eau De Toilette, Mana yang Sesuai Kebutuhanmu?
- 3 HP Murah dengan Kamera Underwater Rp2 Jutaan, Cocok Buat Foto dan Video dalam Air
Pilihan
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
-
Menteri PU Dody Hanggodo Bakal Dicopot Agustus? 'Prabowo Tak Suka Menteri yang Bikin Gaduh'
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
Terkini
-
Eks Jampidsus Febrie Ardiansyah Belum Ditahan, DPR Ingatkan Kejagung Soal Transparansi
-
Industri Otomotif China Terjebak Persaingan Brutal yang Mengancam Loyalitas Konsumen
-
LDA Keraton Solo Ancam Buka Paksa Akses yang Dikunci, Penghalang Revitalisasi Bakal Dipidanakan
-
Iran Terancam Balasan Fatal karena Bunuh Tentara Donald Trump
-
Argentina Kalah di Final, Kata-kata Messi di Ruang Ganti Munculkan Spekulasi Liar
-
Bagi-Bagi Google Gemini Plus Gratis 6 Bulan, Bebaskan Fitur AI Canggih untuk Jutaan Pengguna XLSmart
-
Pernikahan Mewah Berujung Utang: Saat Gengsi Mengalahkan Kondisi Keuangan
-
Saham Konglomerat Kompak Naik, IHSG Betah di Level 6.300
-
Dompet Dhuafa Hadirkan Ruang Mimpi, Dampingi Anak Yatim Berani Wujudkan Cita-cita
-
Jadi Tokoh Antagonis Argentina di Final Piala Dunia 2026, Enzo Fernandez Buka Suara