-
Serangan udara IRGC Iran di Rukban Yordania menewaskan sejumlah personel militer Amerika Serikat.
-
Donald Trump memerintahkan militer AS menyiapkan aksi balasan berlipat ganda terhadap pihak Iran.
-
Konflik memanas akibat pembatalan gencatan senjata setelah saling serang militer terjadi sejak Juli.
Suara.com - Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menggempur kawasan Rukban di Yordania dan menewaskan sejumlah tentara Angkatan Darat Amerika Serikat.
Aksi militer mendadak ini menjadi bukti nyata runtuhnya kesepakatan damai yang sebelumnya sempat dicapai kedua negara.
Langkah ofensif Tehran secara langsung menantang gertakan keras Washington yang mengancam balas dendam berlipat ganda jika ada prajuritnya yang gugur.
"Sebagai bagian dari fase ke-24 Operasi Nasr 2, pasukan udara IRGC telah menyerang area di mana tentara Angkatan Darat AS ditempatkan di kawasan Rukban di Yordania dan menewaskan beberapa di antara mereka," menurut pernyataan IRGC pada Selasa.
Penyerangan ini menandai babak baru eskalasi militer terbuka yang semakin sulit dibendung di kawasan Timur Tengah.
Presiden AS Donald Trump sebelumnya telah melontarkan peringatan tajam terkait keselamatan para prajuritnya di kawasan konflik.
"Iran akan menerima konsekuensi berkali-kali lipat untuk setiap tentara AS yang terbunuh," kata Trump.
Trump juga menegaskan bahwa pimpinan tertinggi Angkatan Bersenjata Amerika Serikat telah mengantongi instruksi khusus untuk merespons setiap potensi korban jiwa dari pihak AS.
Sikap keras Washington tersebut mengemuka setelah ketegangan di lapangan kembali membara dan mematikan jalur diplomasi.
Baca Juga: Iran Terancam Balasan Fatal karena Bunuh Tentara Donald Trump
Suhu politik kedua negara sebenarnya sempat mereda lewat jalur negosiasi formal pada pertengahan tahun ini.
AS dan Iran sudah menandatangani sebuah memorandum perdamaian pada 18 Juni untuk menghentikan konflik yang pecah sejak 28 Februari lalu.
Sayangnya, kesepakatan di atas kertas tersebut runtuh saat militer AS kembali melancarkan serangan ke wilayah Iran pada 8 Juli.
Aksi pembukaan kembali api permusuhan itu dibalas tuntas oleh Iran lewat gempuran serentak ke berbagai markas militer AS di kawasan Teluk.
Eskalasi saling balik menyerang tersebut berujung pada keputusan tegas Washington untuk membatalkan seluruh komitmen damai.
Pada 9 Juli, Trump menegaskan bahwa gencatan senjata antara AS dan Iran tidak berlaku lagi.
Berita Terkait
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- Perbedaan Eau De Parfum dan Eau De Toilette, Mana yang Sesuai Kebutuhanmu?
- 3 HP Murah dengan Kamera Underwater Rp2 Jutaan, Cocok Buat Foto dan Video dalam Air
Pilihan
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
-
Menteri PU Dody Hanggodo Bakal Dicopot Agustus? 'Prabowo Tak Suka Menteri yang Bikin Gaduh'
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
Terkini
-
Atap Kelas Ambruk, Siswa SD di Grobogan Terpaksa Belajar Bergantian
-
Kasus Bom MAN 3 Padang, KemenPPPA Sebut Ada Indikasi Paparan Paham Radikal
-
Tarif Lepas WNI Naik, Negara Cuma Kejar PNBP tapi Lupa Jaga Anak Bangsa?
-
Operasi Nasr 2 ke-24 Iran, IRGC Berhasil Bom Tentara AS di Yordania
-
Bukan Cuma Biaya Politik, Saan Mustopa Sebut 17 OTT Kepala Daerah Akibat Haus Harta
-
Review Evil Dead Burn: Teror Iblis Necronomicon di Rumah Danau Berdarah!
-
Ambruk Diseruduk Truk, Butuh Dana Rp5-6 Miliar untuk Bangun Ulang JPO Tendean
-
1 Lagi Korban Ledakan Rumah Mewah di Medan Ditemukan Tewas
-
Viral Isu Bagi-bagi Tramadol Jelang Demo di Jakarta, Polisi Siaga: Kami Dalami
-
Sadis! Rampok Ponsel Tebas Telinga Korban hingga Nyaris Putus di Semarang