- Dinas SDA DKI Jakarta mengerjakan proyek revitalisasi saluran air di Jalan Muchtar Joglo sejak 5 Juli hingga Oktober 2026.
- Galian proyek menyebabkan akses jalan tertutup total dan memaksa pemilik warung bernama Rusyanto menutup usahanya sejak Minggu.
- Rusyanto meminta kompensasi harian sebesar Rp50 ribu karena pendapatannya lumpuh akibat terhentinya operasional warung selama proyek berlangsung.
Suara.com - Proyek revitalisasi saluran air yang tengah digencarkan Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta di kawasan Jalan Muchtar, Joglo, Kembangan, Jakarta Barat, memicu keluhan dari pelaku usaha lokal.
Salah satunya Rusyanto, seorang pemilik warung yang terpaksa menutup tempat usahanya karena akses jalan tertutup total oleh galian.
Rusyanto mengaku sangat terdampak oleh pengerjaan drainase yang bertujuan mengatasi banjir tersebut.
Menurutnya, sejak penggalian dimulai di depan warungnya, para pelanggan praktis tidak bisa mampir.
"Benar-benar tutup (warung) karena kita juga enggak ada akses. Bahkan masuk aja susah. Kita cuma dikasih kayu doang buat menyeberang. Otomatis buat usaha ya enggak bisa. Kendaraan-kendaraan juga enggak bisa minggir jadinya buat singgah ke warung. Makanya kita minta kompensasi lah," kata Rusyanto Selasa (21/7/2026) malam.
Minta Ganti Rugi Layak
Bagi Rusyanto, kompensasi adalah bentuk keadilan bagi para pedagang kecil yang operasionalnya lumpuh total akibat proyek pemerintah.
Ia tidak meminta angka yang muluk-muluk, melainkan sekadar pengganti pemasukan harian yang hilang.
"Pengennya sih warga yang dagang khususnya, minimal ada omongan kompensasi lah. Minimal kayak sehari Rp50 ribu atau berapa lama gitu kan, untuk mengganti jualan kita yang enggak bisa buka," ungkapnya.
Baca Juga: Normalisasi Kali Ciliwung Dilanjutkan, Kadis SDA: Bisa Tekan Risiko Banjir 40 Persen
Warung milik Rusyanto sendiri sudah berhenti beroperasi sejak Minggu (19/7) lalu. Ia menyebut rekan-rekan sesama pedagang di area tersebut sudah lebih dulu menutup lapaknya seiring dengan progres penggalian yang dilakukan bertahap.
"Rugi saya, kalau tempat saya sendiri tuh udah dari hari Minggu (ditutup). Kalau yang lain kan udah dari sebelumnya. Kalau di tempat saya baru Minggu ini. Katanya estimasi seminggu lebih lah untuk bisa sampai dirapikan lagi dan ditutup salurannya, biar bisa buka warung lagi," jelas Rusyanto.
Keluhkan Sosialisasi dan Kemacetan
Meski menyadari pentingnya proyek ini untuk menangani masalah banjir yang kerap melanda kawasan Joglo, Rusyanto menyayangkan minimnya sosialisasi yang komprehensif terkait mekanisme pekerjaan di lapangan.
"Mulainya sebenarnya kan dari tiga minggu lalu, ya. Sebelumnya sudah dikasih tahu sama RT bakal ada perbaikan saluran. Tapi, kita juga enggak tahu mekanismenya kayak gimana. Dimulai dari seberang Jalan Joglo Raya tuh, depan kafe. Nah, akhirnya nyampai lah ke depan rumah saya (Jalan Muchtar)," keluh dia.
Tak hanya soal dapur yang berhenti mengepul, Rusyanto juga menyoroti kemacetan parah yang timbul akibat penyempitan jalan di jalur padat tersebut.
Tag
Berita Terkait
-
Jalan Cinta Amblas Nyaris 90 Derajat, DKI Bongkar Pemicunya: Tanggul Kali Sunter Retak!
-
Diduga Akibat Alat Berat Dinas SDA, Jalan Cinta Pulogadung Amblas hingga Akibatkan 5 Rumah Retak
-
Rano Karno Janji Tuntaskan Banjir Abadi Joglo: Jalan Ambles Aja Kita Perbaiki
-
Truk Dinas SDA Pengangkut Tanah Ikut Terjeblos di Jalan Amblas Lenteng Agung
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- Perbedaan Eau De Parfum dan Eau De Toilette, Mana yang Sesuai Kebutuhanmu?
Pilihan
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
-
Menteri PU Dody Hanggodo Bakal Dicopot Agustus? 'Prabowo Tak Suka Menteri yang Bikin Gaduh'
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
Terkini
-
Dilema Proyek Anti-Banjir di Joglo: Akses Terputus, Pemilik Warung Minta Kompensasi Rp50 Ribu
-
Prananda Surya Paloh: Saya Kecewa Jika Garda Pemuda NasDem Hanya Dianggap Tukang Parkir!
-
Terungkap Fakta Baru, Bayi T. Rex Langsung Langsung Jadi Predator Setelah Menetas
-
Mau Benahi Tata Kelola, BGN Minta Anggaran MBG 2027 Sebanyak Rp 270 Triliun
-
FIFA Buka Voting Tim Terbaik Piala Dunia 2026: Argentina Sumbang 5 Pemain, Spanyol?
-
Dari Pameran Kudatuli, Megawati Titip Pesan untuk Generasi Muda Indonesia
-
Kasus Dugaan Penculikan Atlet Golf Jesslyn Wijaya, Polisi Telusuri Perjalanan hingga Kuala Lumpur
-
Bukan Sekedar Catatan Masa Lalu, Peristiwa Kudatuli Merupakan Simbol Perjuangan Lawan Ketidakadilan
-
Usut Aliran Rp 91 Miliar Suap Bea Cukai, KPK Tetapkan Tersangka Baru
-
Korupsi Disebut Kejahatan HAM, Mengapa Hak Korban Belum Jadi Perhatian?