- Kemacetan panjang akibat kendaraan besar melanda Jalan Raya Cakung-Cilincing sejak Selasa hingga Rabu pagi.
- Kadis Perhubungan DKI Jakarta menyatakan operasional Depo Peti Kemas menjadi pemicu utama kepadatan lalu lintas tersebut.
- Petugas menerapkan rekayasa lalu lintas dengan mengarahkan kendaraan berputar di depan Polsek untuk mengurai kemacetan.
Suara.com - Kemacetan panjang masih membelit Jalan Raya Cakung-Cilincing, Jakarta Timur, hingga Rabu (22/7/2026) pagi.
Berdasarkan laporan situasi lalu lintas dari Suku Dinas Perhubungan Jakarta Timur, arus di simpang kolong Cakung Jalan Raya Bekasi masih terpantau ramai lancar.
Namun kondisi berbeda terjadi di arah Jalan Raya Cakung Cilincing yang mulai dipadati kendaraan besar.
Petugas pun mengambil langkah rekayasa lalu lintas di lokasi tersebut untuk mengurai kepadatan.
“Untuk yang mengarah ke Jl. Raya Cakung Cilincing, sementara diarahkan lurus dan berputar di U-turn depan Polsek untuk menghindari ketersendatan di persimpangan,” papar Kepala Sudin Perhubungan Jakarta Timur, Harlem Simanjuntak.
Kemacetan di ruas jalan ini sebenarnya bukan hal baru sejak sehari sebelumnya.
Kemacetan mengular di Jalan Raya Cakung-Cilincing telah terjadi sejak Selasa (21/7/2026) pagi.
Menurut penjelasan Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Budi Awaludin, penyebab utama kepadatan adalah operasional Depo Peti Kemas.
"Kemacetan terjadi karena operasional Depo Peti Kemas yang berada di wilayah Jakarta Timur seperti (BSA, Fortune, Bunga Plumpang dan Temas). Volume tertinggi terjadi di Depo Fortune dan Bunga Plum," ujar Budi.
Baca Juga: JPO Tendean Nyaris Ambruk, Crane Masih Tersangkut dan Kemacetan Mengular
Suku Dinas Perhubungan Jakarta Timur pun telah bergerak melakukan koordinasi langsung dengan pengelola depo sejak kemarin.
"Untuk melakukan pengaturan operasional di dalam Depo, agar tidak menumpuk mengakibatkan kemacetan," jelas Budi.
Dengan adanya rekayasa lalu lintas pagi ini, diharapkan kebijakan tersebut menjadi solusi sementara untuk mengurai penumpukan kendaraan besar di titik persimpangan.
Masyarakat yang hendak melintasi Jalan Raya Cakung-Cilincing pun diimbau untuk mewaspadai kepadatan dan mengikuti arahan petugas di lapangan.
Berita Terkait
-
Hindari Macet Konser Akbar di Monas, KAI Izinkan Penumpang 13 KA Naik dari Stasiun Jatinegara
-
Truk Towing Nyangkut Bikin Macet dan JPO Tendean Rusak Parah, Warga Diimbau Lewat 4 Jalur Alternatif
-
JPO Tendean Nyaris Ambruk, Crane Masih Tersangkut dan Kemacetan Mengular
-
Efek Truk Crane Tabrak JPO: Tendean-Kuningan Macet Parah, Arus Lalu Lintas Dialihkan!
-
Macet 850 Meter! Pembetonan Jalan Kebon Sirih 'Caplok' Dua Lajur Hingga September
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- Perbedaan Eau De Parfum dan Eau De Toilette, Mana yang Sesuai Kebutuhanmu?
Pilihan
-
Nanik Mundur dari Kepala BGN, Ini Alasannya
-
Nanik S Deyang Mundur dari Kepala BGN, Prabowo Minta Tetap Awasi MBG
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
Terkini
-
FIFA Hapus Kartu Merah Leandro Paredes Usai Cekik Bek Spanyol!
-
JPMorgan Validasi Transformasi BRI, Rekomendasi BBRI Naik Jadi Overweight
-
Internet 200 Mbps dan Solusi 'Pijar' Siap GebrakTahun Ajaran Baru
-
Macet Panjang Masih Terjadi Jalan Raya Cakung-Cilincing, Kendaraan Dialihkan ke U-Turn Polsek
-
Pompa Air Shimizu Buatan Mana? Ini Asal Usul Nama dan Sejarahnya
-
Hexnode Tunjuk Ingram Micro sebagai Distributor Resmi Solusi Endpoint Management di Indonesia
-
Fakta Penemuan Pasutri Tewas di Kebun Karet Banyuasin, Polisi Dalami Penyebab Kematian
-
Aku Belajar Bijak Bermobilitas Berkat Transportasi Umum Jakarta
-
Waspada! Harga Cabai Rawit Merah dan Telur Ayam Melejit, Sinyal Tekanan Inflasi Pangan Nasional
-
Standar Kinerja Harusnya Berlaku untuk Semua Penyelenggara Negara