News / Metropolitan
Senin, 13 Juli 2026 | 16:39 WIB
Kemacetan di Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat. (Suara.com/Adiyoga)
Baca 10 detik
  • Proyek pembetonan jalan di Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, menyebabkan kemacetan lalu lintas sepanjang 850 meter pada Senin (13/7/2026).
  • Dinas Bina Marga DKI Jakarta menutup dua lajur jalan untuk meningkatkan kualitas infrastruktur dan keselamatan pengguna jalan raya.
  • Pekerjaan peningkatan jalan tersebut ditargetkan rampung pada September 2026 guna mendukung mobilitas masyarakat serta perekonomian wilayah setempat.

Suara.com - Proyek pembetonan jalan yang berlangsung di Jalan Kebon Sirih, Menteng, Jakarta Pusat, memicu kemacetan panjang pada Senin (13/7/2026).

Berdasarkan pantauan di lokasi, proyek tersebut menutup dua lajur di tengah Jalan Kebon Sirih dari arah Tanah Abang menuju Kwitang.

Area proyek itu membentang sepanjang kurang lebih 350 meter, mulai dari depan Gedung Telkom Indibiz hingga berujung di depan Gedung Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas).

Akibat penutupan dua lajur tersebut, dari semula empat lajur kini hanya tersisa dua lajur yang dapat digunakan pengendara.

Penyempitan jalur ini memicu kemacetan sepanjang kurang lebih 850 meter, terhitung dari depan Gedung Bank Indonesia hingga area depan Gedung DPRD DKI Jakarta.

Menanggapi kondisi tersebut, Kepala Pusat Data dan Informasi Dinas Bina Marga Provinsi DKI Jakarta, Siti Dinarwenny, menjelaskan proyek itu merupakan bagian dari Pekerjaan Peningkatan Jalan di Jalan Kebon Sirih.

"Kegiatan ini ditargetkan rampung pada September 2026," ujar Wenny dalam keterangan tertulis.

Proyek betonisasi di Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat. (Suara.com/Adiyoga)

Peningkatan jalan ditujukan untuk memperbaiki kualitas infrastruktur sekaligus keselamatan pengguna jalan.

"Dengan dilakukannya peningkatan jalan di Jalan Kebon Sirih, tentunya diharapkan dapat meningkatkan kualitas infrastruktur jalan, memperkuat aspek keselamatan dan kenyamanan bagi seluruh pengguna jalan, serta menciptakan ruang jalan yang lebih tertata, rapi, dan berkelanjutan," jelas Wenny.

Baca Juga: Rekor Baru! Jakarta Fair 2026 Kantongi Rp8,2 Triliun, Pengunjung Capai 8,22 Juta

"Selain mendukung kelancaran mobilitas masyarakat, peningkatan jalan ini juga diharapkan mampu meningkatkan kualitas kawasan dan memberikan nilai tambah bagi aktivitas sosial maupun perekonomian di sekitarnya," lanjutnya.

Wenny menyebut pekerjaan dilakukan secara bertahap lajur demi lajur, agar jalan tetap dapat dilalui meski mengalami penyempitan.

Sebelum pekerjaan dimulai, Dinas Bina Marga Provinsi DKI Jakarta pun telah menggelar sosialisasi pada Senin (6/7/2026).

"Kegiatan dihadiri perwakilan masyarakat, pelaku usaha, serta perangkat daerah terkait," papar Wenny.

Melalui kegiatan itu, seluruh pemangku kepentingan memperoleh informasi mengenai rencana pekerjaan, tahapan pelaksanaan, serta pengaturan lalu lintas selama proses konstruksi berlangsung.

Namun, Dinas Bina Marga Provinsi DKI Jakarta tetap menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi selama proses pekerjaan berlangsung.

Mereka juga mengajak masyarakat untuk mendukung kelancaran pelaksanaan pekerjaan demi terwujudnya infrastruktur jalan yang lebih baik bagi seluruh warga Jakarta.

Load More