- Proyek pembetonan jalan di Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, menyebabkan kemacetan lalu lintas sepanjang 850 meter pada Senin (13/7/2026).
- Dinas Bina Marga DKI Jakarta menutup dua lajur jalan untuk meningkatkan kualitas infrastruktur dan keselamatan pengguna jalan raya.
- Pekerjaan peningkatan jalan tersebut ditargetkan rampung pada September 2026 guna mendukung mobilitas masyarakat serta perekonomian wilayah setempat.
Suara.com - Proyek pembetonan jalan yang berlangsung di Jalan Kebon Sirih, Menteng, Jakarta Pusat, memicu kemacetan panjang pada Senin (13/7/2026).
Berdasarkan pantauan di lokasi, proyek tersebut menutup dua lajur di tengah Jalan Kebon Sirih dari arah Tanah Abang menuju Kwitang.
Area proyek itu membentang sepanjang kurang lebih 350 meter, mulai dari depan Gedung Telkom Indibiz hingga berujung di depan Gedung Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas).
Akibat penutupan dua lajur tersebut, dari semula empat lajur kini hanya tersisa dua lajur yang dapat digunakan pengendara.
Penyempitan jalur ini memicu kemacetan sepanjang kurang lebih 850 meter, terhitung dari depan Gedung Bank Indonesia hingga area depan Gedung DPRD DKI Jakarta.
Menanggapi kondisi tersebut, Kepala Pusat Data dan Informasi Dinas Bina Marga Provinsi DKI Jakarta, Siti Dinarwenny, menjelaskan proyek itu merupakan bagian dari Pekerjaan Peningkatan Jalan di Jalan Kebon Sirih.
"Kegiatan ini ditargetkan rampung pada September 2026," ujar Wenny dalam keterangan tertulis.
Peningkatan jalan ditujukan untuk memperbaiki kualitas infrastruktur sekaligus keselamatan pengguna jalan.
"Dengan dilakukannya peningkatan jalan di Jalan Kebon Sirih, tentunya diharapkan dapat meningkatkan kualitas infrastruktur jalan, memperkuat aspek keselamatan dan kenyamanan bagi seluruh pengguna jalan, serta menciptakan ruang jalan yang lebih tertata, rapi, dan berkelanjutan," jelas Wenny.
Baca Juga: Rekor Baru! Jakarta Fair 2026 Kantongi Rp8,2 Triliun, Pengunjung Capai 8,22 Juta
"Selain mendukung kelancaran mobilitas masyarakat, peningkatan jalan ini juga diharapkan mampu meningkatkan kualitas kawasan dan memberikan nilai tambah bagi aktivitas sosial maupun perekonomian di sekitarnya," lanjutnya.
Wenny menyebut pekerjaan dilakukan secara bertahap lajur demi lajur, agar jalan tetap dapat dilalui meski mengalami penyempitan.
Sebelum pekerjaan dimulai, Dinas Bina Marga Provinsi DKI Jakarta pun telah menggelar sosialisasi pada Senin (6/7/2026).
"Kegiatan dihadiri perwakilan masyarakat, pelaku usaha, serta perangkat daerah terkait," papar Wenny.
Melalui kegiatan itu, seluruh pemangku kepentingan memperoleh informasi mengenai rencana pekerjaan, tahapan pelaksanaan, serta pengaturan lalu lintas selama proses konstruksi berlangsung.
Namun, Dinas Bina Marga Provinsi DKI Jakarta tetap menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi selama proses pekerjaan berlangsung.
Mereka juga mengajak masyarakat untuk mendukung kelancaran pelaksanaan pekerjaan demi terwujudnya infrastruktur jalan yang lebih baik bagi seluruh warga Jakarta.
Berita Terkait
Terpopuler
- LHKPN Tembus Rp7,2 Miliar, Kendaraan Plt Jampidsus Rudi Margono Cuma Motor Honda Seharga Rp5 Juta
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan 12 Juli 2026, Masa Sulit Diprediksi Berakhir
- 5 Sepatu Kanky Warna Putih Mulai Rp160 Ribuan, Nyaman dan Stylish
- 5 Pilihan Motor Anti Low Back Pain, Cocok Buat Touring di Akhir Pekan
- Tan Kian Orang Terkaya ke Berapa di Indonesia?
Pilihan
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
-
Hari Pertama Sekolah Mencekam! SDN Srengseng Sawah 15 Diteror Bom, Gegana dan Densus 88 Turun Tangan
-
Iran Luncurkan Serangan Balasan ke Amerika, Serbuan Drone Meluncur
-
Garda Revolusi Iran Tutup Lagi Selat Hormuz Sampai Batas Waktu Tak Ditentukan
-
Jadi Tersangka Bareng Eks Jampidsus Febrie, Don Ritto Sudah Ditahan di Rutan Polda Metro Jaya
Terkini
-
Ada Pihak Coba Adu Domba? Kapolri di Mabes TNI: Silakan Langsung Berkomunikasi, Kami Terbuka!
-
Perancang Masjid Istiqlal hingga Monas Friedrich Silaban Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional
-
Detik-detik Mahasiswa Hadang Mobil Berpelat Dinas Kejaksaan, Tuntut Transparansi Kasus Eks Jampidsus
-
Jangan Pilih Kasih! Kejagung Didesak Segera Tahan Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Derita Berlipat Ibu Korban Little Aresha: Berjuang Sembuhkan Trauma Anak Sekaligus Diri Sendiri
-
Pramono Anung Minta Ancaman Teror Bom di Srengseng Sawah Didalami, Sekolah Harus Tetap Jalan
-
Tertangkap! Pelaku Teror Bom SDN Srengseng Sawah Ternyata Warga Sekitar
-
Konflik Polri-Kejagung Memanas, Benny K Harman Desak DPR Gulirkan Hak Angket
-
Tampang Lesu Sopir Angkot Bekasi yang Viral Ngamuk di Jalan Resmi Tersangka, Ini Motifnya
-
Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Tersangka, Satgas PKH Tetap 'Ngegas' Amankan Hutan