News / Metropolitan
Rabu, 22 Juli 2026 | 12:32 WIB
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. (Suara.com/Adiyoga)
Baca 10 detik
  • Gubernur Pramono Anung meminta maaf di Balai Kota pada Rabu, 22 Juli 2026, karena baru mengetahui SDN Kebayoran Lama 09 Pagi roboh sejak 2024.
  • Pramono memerintahkan Dinas Pendidikan DKI Jakarta untuk segera memprioritaskan pembangunan ulang sekolah tersebut menggunakan APBD atau opsi pembiayaan sah lainnya.
  • Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga mengidentifikasi 22 sekolah rusak lainnya untuk segera ditangani secara bertahap.

Suara.com - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung angkat bicara soal kondisi SDN Kebayoran Lama 09 Pagi yang sebagian bangunannya roboh sejak 2024 dan belum kunjung diperbaiki.

Pramono mengaku baru mengetahui persoalan tersebut setelah viral, dan meminta maaf karena sempat merespons seadanya lantaran belum punya informasi lengkap.

Mohon maaf, pada saat itu saya memang belum mengetahui persoalannya,” aku eks Sekretaris Kabinet itu di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (22/7/2026).

Setelah mempelajari persoalan itu, Pramono mengaku langsung memerintahkan jajarannya untuk meninjau langsung kondisi di lapangan.

“Saya juga baru mengetahui bahwa persoalan tersebut sudah berlangsung cukup lama dan belum terselesaikan,” tuturnya.

Seluruh jajaran Dinas Pendidikan DKI Jakarta pun segera dijadwalkan menghadap untuk membahas persoalan tersebut secara khusus.

Pramono menegaskan, sekolah yang rusak di Kebayoran Lama harus masuk prioritas untuk segera dibangun ulang.

Pembangunan akan dibiayai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) DKI Jakarta yang menjadi salah satu prioritas penanganan.

Apabila anggaran dalam APBD belum mencukupi, Pramono menyebut pihaknya akan membuka opsi pembiayaan lain yang sah seperti KLB hingga CSR.

Baca Juga: Khawatir Keselamatan, Banyak Siswa Pindah Sekolah usai Gedung SDN Kebayoran Lama 09 Pagi Roboh

“Penyelesaiannya menjadi salah satu prioritas kami,” tegas politisi PDIP itu.

Selain sekolah di Kebayoran Lama yang tengah menjadi sorotan publik, Pramono menyebut ada 22 sekolah lain yang kondisinya juga telah teridentifikasi rusak dan bakal segera ditangani secara bertahap.

Load More