News / Nasional
Rabu, 22 Juli 2026 | 12:45 WIB
Wakil Menteri Pertanian, Sudaryono saat ditemui di Istana Negara, Jakarta. (Suara.com/Novian)
Baca 10 detik
  • Presiden Prabowo Subianto menunjuk Sudaryono sebagai Kepala Badan Gizi Nasional di Istana Kepresidenan Jakarta.
  • Pelantikan resmi pejabat pengganti Nanik S. Deyang tersebut dilaksanakan pada Rabu, 22 Juli 2026.
  • Penunjukan ini berdampak pada keputusan Sudaryono yang harus melepas jabatannya sebagai Wakil Menteri Pertanian.

Suara.com - Presiden Prabowo Subianto menunjuk Sudaryono sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), menggantikan Nanik S. Deyang yang mengundurkan diri. Pelantikan dilakukan Rabu (22/6/2026) sore ini.

Kepastian soal Sudaryono sebagai Kepala BGN dikonfirmasi Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi. Ia berujar pelantikan dilakukan, Rabu, 22 Juli 2026, pukul 15.00 WIB.

Dengan penunjukan sebagai Kepala BGN, Pras menegaskan bahwa Sudaryono akan melepas jabatannya sebagai Wakil Menteri Pertanian.

Pras menyampaikan alasan Prabowo menunjuk Sudaryono sebagai penerus Nanik memimpin program Makan Bergizi Gratis (MBG).

"Beliau juga sejak awal mengikuti dan bersama-sama dengan kami semua berdiskusi, menggagas, dsn mengonsep bagaimana teknis pelaksanaan makan bergizi gratis," kata Pras di kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (22/7/2026).

Sebagai Wamentan, Sudaryono memiliki tugas-tugas yang juga berkaitan dengan program MBG. Muli dari bahan baku atau sumber-sumber pangan untuk program MBG.

"Selama ini memang juga di-support dan ditopang menjadi satu ekosistem oleh Kementerian Pertanian di mana Pak Sudaryono bertugas sebagai Wamentan. Begitu beberapa dasar pertimbangannya," kata Pras.

Nanik Mundur Alasan Sakit

Nanik S Deyang mengajukan pengunduran diri sebagai Kepala BGN karena alasan kesehatan, seperti yang dikonfirmasi oleh Asisten Khusus Presiden Bidang Komunikasi dan Kebijakan Dirgayuza Setiawan.

Baca Juga: Nanik S Deyang Mundur, Puan Maharani Buka Suara Soal Isu Sudaryono Jadi Bos Baru BGN

"Hari ini Ibu Nanik Deyang berpamitan kepada Presiden Prabowo untuk menjalani pengobatan jantung sekaligus mengundurkan diri sebagai Kepala Badan Gizi Nasional," ujar Yuza Rabu hari ini.

Dia mengatakan, bahwa dalam waktu sekitar satu setengah bulan memimpin BGN, Nanik telah membongkar berbagai persoalan dan meletakkan sejumlah fondasi reformasi.

Beberapa langkah yang dilakukan Nanik antara lain mengevaluasi hampir 28.000 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), mengklasifikasikan 3.000 dapur berdasarkan standar mutu, menghentikan ekspansi dapur di wilayah jenuh.

Selain itu juga menemukan 414 SPPG bermasalah sehingga ratusan miliar rupiah kembali ke kas negara, membentuk 11 tim reformasi, memfokuskan MBG ke penerima manfaat yang paling membutuhkan, serta menghadirkan para profesional dari lintas kementerian dan lembaga.

Dalam keterangan terpisah di media sosialnya, Nanik S Deyang juga menyampaikan perihal pengunduran dirinya sebagai pimpinan BGN untuk melakukan pengobatan di luar negeri untuk penyakit terkait jantung dan akan berangkat pada hari ini.

"Saya sampaikan ke Presiden juga dengan beribu maaf sepertinya saya harus mundur sebagai Kepala BGN, demi kesehatan saya, dan karena presiden prihatin dan kasihan dengan saya, presiden menyetujui, namun saya diminta tetap ikut mengawasi BGN," kata Nanik dalam unggahannya.

Nanik menyebut bahwa terdapat potensi Presiden Prabowo Subianto akan membentuk dewan pengawas BGN dan implementasi MBG, dengan dirinya menjadi ketua dewan pengawas tersebut.

Dalam pernyataannya, Nanik juga mengatakan akan tetap berjuang dan mendukung Presiden Prabowo yang terus berusaha memperbaiki kehidupan rakyat Indonesia.

Load More