News / Internasional
Rabu, 22 Juli 2026 | 17:30 WIB
Pusat nuklir Iran Gunung Pickaxe (SBS)
Baca 10 detik
  • AS mengancam menyerang fasilitas nuklir bawah tanah Iran di Gunung Pickaxe.

  • Intelijen Israel menduga sebagian uranium terlarang Iran disembunyikan di dalam gunung tersebut.

  • Analis menilai situs tersebut sulit dihancurkan total kecuali melalui sabotase jalur pasokan vital.

Suara.com - Ancaman militer Amerika Serikat kini membayangi keberadaan fasilitas nuklir rahasia Iran yang tertanam jauh di dalam Gunung Pickaxe. Kompleks rahasia bawah tanah ini disinyalir menjadi benteng penyimpanan utama materi nuklir serta mesin pengaya uranium tercanggih milik Tehran.

Intelijen Israel meyakini Iran telah memindahkan sebagian besar pasokan uranium yang sangat diperkaya ke bunker kuat tersebut demi menghindari gempuran udara. Namun, Washington masih enggan menelan mentah-mentah laporan intelijen tersebut terkait kondisi riil di lapangan.

Presiden Donald Trump sendiri tampak meragukan kebenaran laporan temuan pasokan uranium tersebut.

Ilustrasi ledakan nuklir (Pexels/Edu Raw)

"Kami tidak memilikinya dalam catatan," tegas Trump.

Perselisihan data intelijen ini menandai babak baru ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah. Keberadaan kompleks Gunung Pickaxe kini menjadi fokus utama perhitungan strategis para pengamat militer global.

Situs rahasia ini berdiri sekitar satu mil di sebelah selatan kompleks pengayaan uranium Natanz yang sebelumnya hancur diserang. Iran membangun bunker pertahanan super tebal ini sejak tahun 2020 lalu.

Kepada Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA), Tehran mengklaim lokasi ini hanya diproyeksikan sebagai tempat perakitan mesin sentrifugal. Hingga saat ini, proses pembangunan fisik situs rahasia tersebut dinilai masih terus berjalan dan belum beroperasi penuh.

Sejumlah analis militer menilai ruang terdalam situs ini sangat sulit ditembus oleh ledakan bom udara konvensional.

Meski demikian, titik lemah fasilitas ini tetap bisa dilumpuhkan melalui taktik sabotase jalur operasional utama.

Baca Juga: Donald Trump Restui Arab Saudi Kembangkan Nuklir

Laporan Institute for Science and International Security (ISIS) menyebut pengerahan serangan bisa menargetkan jalur sirkulasi udara, pasokan listrik, hingga akses logistik. Kelumpuhan pada sistem penunjang vital tersebut diprediksi sanggup menghentikan total aktivitas di dalam gunung.

Para pakar mengingatkan bahwa serangan udara langsung mungkin tidak akan memberikan dampak kerusakan fatal pada inti bangunan. Kedalaman bunker di perut bumi menjadi pelindung alami utama bagi infrastruktur strategis milik Iran tersebut.

Ancaman terhadap Gunung Pickaxe menjadi kelanjutan dari runtutan aksi militer terhadap program nuklir Iran selama beberapa tahun terakhir.

Eskalasi ini memuncak setelah aksi pemboman bersama antara Amerika Serikat dan Israel sukses menghancurkan situs Natanz pada Juni lalu.

Serangan tersebut memaksa pemerintah Iran memindahkan sisa aset serta infrastruktur nuklirnya ke lokasi yang jauh lebih dalam.

Upaya melumpuhkan Gunung Pickaxe dipastikan menuntut operasi militer yang sangat rumit dan berrisiko tinggi. Keberadaan benteng bawah tanah ini sekaligus mempertegas komitmen Iran untuk terus melindungi program nuklirnya dari ancaman luar.

Load More