News / Internasional
Rabu, 22 Juli 2026 | 18:07 WIB
Potret menara Tokyo (Instagram/kansai_paint_official)
Baca 10 detik
  • Suhu Jepang tembus 40 C memicu status hari panas kejam kokushobi di tiga kota.

  • Ratusan warga dilarikan ke rumah sakit hingga menyebabkan peringatan beban berlebih armada ambulans.

  • Pemerintah Tokyo mengimbau pekerja memakai pakaian kasual guna menghadapi gelombang panas ekstrem.

Suara.com - Fenomena cuaca ekstrem memaksa otoritas Jepang menetapkan status waspada tinggi setelah lonjakan suhu melampaui ambang batas berbahaya 40 derajat Celsius.

Ancaman iklim yang kian mematikan ini memicu krisis kesehatan massal hingga merusak ritme kerja harian masyarakat setempat.

Kenaikan suhu udara yang terbilang tidak wajar ini melumpuhkan aktivitas publik di berbagai kota pusat industri.

Ilustrasi termometer tanah yang mengindikasikan indikator suhu ekstrem akibat gelombang panas [Unsplash/Immo Wegmann]

Kondisi ini menjadikan lonjakan panas tahun ini sebagai salah satu yang terparah dalam catatan sejarah meteorologi kawasan.

Masyarakat kini harus beradaptasi dengan tingkatan peringatan bahaya baru yang belum pernah diterapkan sebelumnya.

Badan Meteorologi Jepang (JMA) merilis istilah khusus "kokushobi" atau hari panas sangat kejam guna menggambarkan ancaman cuaca di atas 40 derajat Celsius.

Penetapan istilah resmi sejak April lalu tersebut bertujuan meningkatkan kewaspadaan publik terhadap dampak destruktif panas ekstrem.

Tiga wilayah perkotaan yaitu Tajimi, Gujo, dan Toyoda secara bersamaan mencatatkan suhu udara tembus batas kritis tersebut.

Laporan prediksi cuaca mengindikasikan gelombang panas menyengat ini masih akan bertahan hingga pekan mendatang.

Baca Juga: Review Golden Kamuy: Konflik Berdarah Para Narapidana Kelas Kakap di Jepang

Lonjakan suhu luar biasa ini sejalan dengan meningkatnya frekuensi cuaca ekstrem yang melanda berbagai belahan dunia.

Stasiun pemantau cuaca nasional mencatat hampir 300 lokasi pengukuran mendeteksi kategori "moshobi" atau hari sangat panas melampaui 35 derajat Celsius.

Pemerintah daerah di lebih dari 40 prefektur langsung merilis peringatan dini serangan sengatan panas bagi warga.

Petugas medis mendesak warga mengaktifkan pendingin udara serta mencukupi asupan air dan garam harian.

Dinas Pemadam Kebakaran Tokyo melaporkan 287 pasien berusia 3 hingga 103 tahun dilarikan ke fasilitas medis akibat sengatan panas.

Angka evakuasi darurat harian tersebut menjadi rekor tertinggi pemindahan pasien terkait cuaca sepanjang tahun ini.

Load More