News / Nasional
Rabu, 22 Juli 2026 | 19:25 WIB
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) yang baru dilantik, Sudaryono. (Suara.com/Yoga)
Baca 10 detik
  • Kepala Badan Gizi Nasional baru, Sudaryono, mengakui adanya pelanggaran hukum dalam tata kelola lembaga tersebut di Jakarta.
  • Sudaryono menyerahkan sepenuhnya proses hukum para pihak terlibat kepada aparat penegak hukum yang berwenang bertindak.
  • Lembaga akan mengubah sistem kerja manual menjadi transparan berbasis sistem serta membuka ruang laporan masyarakat.

Suara.com - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) yang baru dilantik, Sudaryono, mengakui adanya penyelewengan dan pelanggaran hukum dalam tata kelola lembaga yang kini ia pimpin.

Masalah tata kelola di internal BGN sudah diketahui publik dan tidak bisa ditutupi lagi.

"Maka ini harus menjadi perhatian bagi saya khususnya, sebagai kepala baru, untuk supaya bagaimana ini kami bisa selesaikan," ujar Sudaryono di Kantor BGN, Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Rabu (22/7/2026).

Terkait pihak-pihak yang saat ini berstatus sebagai terperiksa, tersangka, maupun saksi, Sudaryono menegaskan bahwa proses hukum sepenuhnya diserahkan kepada aparat penegak hukum.

"Intinya, saya sebagai kepala badan yang baru, kami support apapun yang menjadi kebutuhan dalam penegakan hukum, kami akan berikan," lanjutnya.

Selain menyerahkan proses hukum, Sudaryono juga memaparkan arah pembenahan tata kelola BGN ke depan.

Ia menekankan bahwa sistem kerja BGN akan diubah agar tidak lagi bergantung pada individu tertentu.

"Yang tadinya gelap harus jadi terang, yang tadinya mungkin nggak transparan harus transparan, yang tadinya mungkin manual tergantung sama person-person, orang-orang, tidak boleh lagi tergantung sama person-person, harus bisa by system. 'Trust in system', saya mengatakan," paparnya.

Sudaryono turut membuka ruang bagi masyarakat dan media untuk melaporkan apabila menemukan penyimpangan di lapangan, termasuk dalam pelaksanaan program dapur Makan Bergizi Gratis.

Baca Juga: Sudaryono Warning Sahabat hingga Alumni, Jangan Harap Dapat 'Jatah' di Program MBG

"Kalau ada misalnya dapur kok nggak bener misalnya, segera laporkan. Kami langsung investigasi," tegas dia.

Sudaryono tidak lupa meminta dukungan dan doa dari masyarakat karena pembenahan tata kelola BGN tidak bisa selesai dalam waktu singkat.

Sebagai informasi, Sudaryono ditunjuk menggantikan Nanik S. Deyang sebagai Kepala BGN sebelumnya, yang mengundurkan diri karena alasan kesehatan.

Load More