- Para ulama membahas ketidakadilan anggaran pendidikan bagi pesantren dalam Ijtima Ulama di Jakarta pada 23 Juli 2026.
- Forum tersebut mendesak Muktamar PBNU di Jombang bebas dari politik transaksional serta melibatkan generasi muda profesional.
- Penyelenggaraan Ijtima Ulama ketiga ini menunjukkan komitmen PKB melibatkan para kiai merumuskan kebijakan politik nasional.
Suara.com - Wakil Sekretaris Dewan Syuro Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Maman Imanul Haq, mengatakan ketidakadilan alokasi anggaran pendidikan dan reformasi Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menjadi dua isu strategis yang dibahas dalam Ijtima Ulama di Hotel Fairmont, Jakarta, Kamis (23/7/2026).
Menurut Maman, para ulama yang hadir dalam forum tersebut menuntut keadilan dalam pelaksanaan amanat Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 yang mengalokasikan 20 persen anggaran negara untuk sektor pendidikan.
Ia menilai distribusi anggaran pendidikan saat ini masih timpang karena lebih banyak mengalir ke pendidikan umum, sementara pendidikan agama, termasuk pesantren di bawah Kementerian Agama, memperoleh porsi yang jauh lebih kecil.
"Pesantren hari ini mendapat stigma negatif dari orang yang tidak paham pesantren. Termasuk alokasi anggaran 20 persen untuk pendidikan yang faktanya tidak adil bagi pendidikan agama dan pesantren," kata Maman kepada wartawan.
Selain persoalan anggaran, Ijtima Ulama juga menyoroti pelaksanaan Muktamar PBNU yang akan digelar di Jombang, Jawa Timur.
Maman mengatakan forum tersebut mendorong agar PBNU kembali menjalankan perannya sebagai kekuatan masyarakat sipil (civil society) yang kritis dan konstruktif dalam mengawal kehidupan berbangsa dan bernegara.
Ia juga menegaskan pentingnya menjaga Muktamar PBNU dari praktik politik transaksional. Menurutnya, kepemimpinan baru PBNU diharapkan lahir melalui proses yang bersih, sekaligus membuka ruang bagi generasi muda yang memiliki kapasitas dan profesionalisme.
"Ijtima Ulama meminta agar Muktamar di Jombang besok jauh dari praktik transaksional, bukan sekadar memanfaatkan pengurus cabang NU, tetapi juga melibatkan berbagai pihak dan memberi peluang bagi anak muda profesional," ujarnya.
Sementara itu, Sekretaris Dewan Syuro PKB, Saifullah Maksum, mengatakan Ijtima Ulama kali ini merupakan penyelenggaraan ketiga dalam kurun satu hingga dua tahun terakhir yang menghadirkan ulama dari berbagai daerah di Indonesia.
Baca Juga: Pramono Ungkap Peran PKB Antar Megawati Jadi Wakil Presiden pada 1999
Menurut Saifullah, konsistensi penyelenggaraan forum tersebut menunjukkan komitmen PKB untuk terus melibatkan para kiai dan ulama dalam merumuskan arah kebijakan politik di tingkat nasional.
"Ini menjadi isyarat bahwa PKB ingin selalu bersama kiai dan ulama untuk mengambil kebijakan politik dalam skala nasional," kata Saifullah.
Ia menambahkan, para pengasuh pesantren, baik yang memiliki jabatan struktural maupun nonstruktural, sengaja diundang dalam Ijtima Ulama agar dapat turut memberikan pandangan dan masukan terkait berbagai persoalan bangsa dan negara.
Reporter: Cornelius Juan Prawira
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- Media Italia Bongkar Ada Kontrak Lebih dari Rp25 T di Balik Hibah Kapal Induk Giuseppe Garibaldi
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review
- 10 Simbol Feng Shui di Rumah Old Money yang Dipercaya Membawa Kemakmuran
Pilihan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
Terkini
-
PKB Soroti Ketimpangan Anggaran Pendidikan, Ijtima Ulama Desak Keadilan untuk Pesantren
-
Dari Tanggal Gajian hingga Destinasi Dekat, Ini 5 Tren Liburan Wisatawan Asia Tenggara 2026
-
Stefan Keeltjes Apresiasi Kondisi Fisik Pemain Kendal Tornado FC dalam Dua Pekan Latihan
-
Krisis Kompetensi BGN: Pertaruhan Gizi Anak di Bawah Bayang-bayang Politik
-
Sambut Hari Anak Nasional 2026, BRI Peduli Dukung Pendidikan Lewat Program Ini Sekolahku
-
Pengamat Soroti Penggeledahan Rumah Febrie Adriansyah: Ini Praktik Fishing Expedition
-
Karim Adeyemi Tinggalkan Dortmund, Resmi Bergabung dengan Barcelona
-
Purbaya Bingung Jakarta Bikin Obligasi Daerah: Buat Apa? Kan Uangnya Banyak?
-
Baru Diangkat Jadi PPPK, Empat ASN Palembang Dipecat usai Absen Kerja Lebih dari 100 Hari
-
Tak Mau Ada Korupsi dari Investasi, 12 Entitas BUMN Asuransi Dibuang