- Pramono menyatakan satpam Transjakarta bernama Vicol Harefa telah menjalankan tugas dengan benar saat menegur pengendara Alphard.
- Pramono meminta agar Vicol tidak dipecat, sementara aparat penegak hukum mendesak pemberian sanksi kepada pengendara Alphard yang diduga menggunakan pelat nomor palsu.
- Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya saat ini sedang mendalami dugaan pelat nomor palsu tersebut dan berencana memanggil kedua belah pihak untuk klarifikasi.
Suara.com - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung angkat bicara soal nasib Vicol Harefa, satpam Halte Transjakarta Bundaran HI yang viral usai menegur pengendara Toyota Alphard yang menerobos lampu merah pada Rabu (22/7/2026) lalu dan viral di media sosial.
Pramono mengaku telah menonton berulang kali rekaman kejadian antara satpam tersebut dengan pengendara Alphard di dekat penyeberangan Hotel Pullman menuju Grand Hyatt.
Ia menyebut Pemprov DKI Jakarta memiliki data CCTV yang lebih lengkap dibandingkan video yang selama ini beredar dan viral di media sosial.
Dari hasil pengamatannya terhadap rekaman tersebut, Pramono menegaskan sikapnya soal tindakan satpam yang sudah sesuai prosedur.
"Yang bersangkutan sebenarnya malah menjalankan tugas dengan baik sekali. Terlihat bahwa mobil Alphard itulah yang kemudian melanggar," ujarnya di Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (24/7/2026).
Selain memastikan posisi satpam aman, Pramono turut menyinggung dugaan pelat nomor palsu pada mobil Alphard bernomor polisi D 1828 XHQ yang terlibat insiden tersebut.
Pramono pun mendesak agar pihak yang menegur, dalam hal ini pengendara Alphard yang diduga melanggar, tidak lolos dari sanksi.
"Saya sudah minta untuk aparat penegak hukum, kalau kemudian ini tidak bisa diselesaikan secara baik, ya tentunya yang melakukan seakan-akan berkuasa begitu, padahal dia salah, itu harus diberi sanksi," kata sang politisi senior.
Pramono pun menegaskan permintaannya agar Vicol tetap dipekerjakan seperti biasa karena dinilai telah menjalankan tugas dengan benar.
Baca Juga: Pramono Siapkan Obligasi Daerah Pertama di Indonesia, Danai LRT hingga Sekolah
"Untuk satpamnya, saya minta untuk tidak dipecat dan tetap dipekerjakan seperti biasa. Satpam inilah yang menjalankan tugas dan semua orang melihat dari CCTV, maupun CCTV yang lebih lengkap yang sebenarnya dimiliki oleh Pemerintah DKI Jakarta. Wajahnya yang marah juga kita sudah tahu sekali," ujarnya.
Insiden ini sendiri bermula saat Vicol menegur pengendara Alphard yang diduga menerobos lampu merah di pelican crossing depan Hotel Pullman.
Vicol sempat memukul kaca mobil Alphard tersebut sambil berteriak menegur pengemudi.
Teguran itu berujung cekcok setelah sopir dan dua penumpang keluar dari mobil dan mengaku sebagai aparat, sebelum akhirnya kedua pihak dimediasi di pos polisi setempat.
Dalam mediasi itu, kepala pos polisi sempat menyatakan Vicol yang bersalah karena dianggap tidak berhak memukul kaca mobil, hingga videonya bersujud meminta maaf pun ikut viral di media sosial.
Saat ini, Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya tengah mendalami dugaan pelat nomor palsu pada Alphard tersebut dan berencana memanggil kedua pihak untuk klarifikasi lebih lanjut.
Berita Terkait
-
Purbaya Bingung Jakarta Bikin Obligasi Daerah: Buat Apa? Kan Uangnya Banyak?
-
Pramono Ungkap Peran PKB Antar Megawati Jadi Wakil Presiden pada 1999
-
Bisikan Tegas Pramono Anung ke Cak Imin: Orang yang Tinggalkan Partainya Nggak Pernah Jadi Besar
-
Pramono Siapkan Obligasi Daerah Pertama di Indonesia, Danai LRT hingga Sekolah
Terpopuler
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- Media Italia Bongkar Ada Kontrak Lebih dari Rp25 T di Balik Hibah Kapal Induk Giuseppe Garibaldi
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
Pilihan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
Terkini
-
Asus ExpertBook P5 G2 (AMD) Bawa Kekuatan AI 55 TOPS untuk Superioritas Bisnis Hybrid
-
Dipanggil Penyidik Soal Emas 74 Kg, Febrie Adriansyah Belum Muncul di Gedung Bundar
-
Review Bedak AZZURA Two Way Cake Rp30 Ribuan, Beneran Tahan 12 Jam Tanpa Luntur di Masker?
-
Anak Buah Diperiksa di Kasus Kuansing, Kapan Raja Juli Dipanggil KPK?
-
Sempat Viral Sujud Minta Maaf, Pramono Bela Satpam yang Tegur Pengemudi Alphard: Dia yang Melanggar
-
Shin Tae-yong Blak-blakan Persija Belum Ideal Jelang Piala Presiden 2026
-
KPK Periksa Pejabat Kemenhut, Dalami Pertemuan Raja Juli dan Bupati Kuansing
-
Pesawat Kecelakaan dan Terbakar di Teluk Shallow Amerika Serikat
-
5 Warna Rambut yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang, Wajah Jadi Fresh dan Gak Kusam
-
Ulasan Emma: Ketika Mak Comblang Belajar Tentang Cinta Sejati