News / Internasional
Jum'at, 24 Juli 2026 | 13:21 WIB
Selat Bab-el-Mandeb di Laut Merah, jalur perdagangan strategis dunia yang kini tidak aman gara-gara ancaman milisi Houthi asal Yaman. [Suara.com/Google Maps]
Baca 10 detik
  • Indonesia mengecam keras serangan kapal komersial di Laut Merah karena melanggar hukum internasional.

  • Kelompok Houthi menyerang dua kapal tanker Arab Saudi menggunakan rudal dan drone di Laut Merah.

  • Pemerintah Indonesia mendesak penghentian eskalasi dan mendorong penyelesaian konflik Yaman secara damai.

Sarea menuduh kedua kapal melanggar embargo militer Houthi terkait aktivitas pembongkaran muatan di pelabuhan Arab Saudi.

Insiden Ledakan dan Kebakaran Kapal

Laporan terpisah dari Operasi Perdagangan Maritim Inggris (UKMTO) memperkuat bukti terjadinya serangan mematikan tersebut.

UKMTO mendeteksi insiden berbahaya yang menimpa sebuah kapal tanker di posisi 70 mil laut barat daya Al Shuqaiq, Arab Saudi.

Nakhoda kapal mengabarkan hantaman proyektil misterius yang memicu kobaran api hebat di atas geladak.

Seluruh kru kapal dilaporkan berjuang keras memadamkan api di tengah ancaman serangan susulan.

Krisis Laut Merah ini merupakan buntut panjang dari perang saudara yang meremukkan Yaman sejak akhir 2014.

Kala itu, kelompok Houthi merebut ibu kota Sanaa dan menguasai sebagian besar wilayah utara Yaman.

Kondisi tersebut memicu koalisi militer pimpinan Arab Saudi melakukan intervensi sejak 2015 untuk membela pemerintah resmi Yaman.

Baca Juga: Harga Minyak Dunia Bisa Makin Kacau, Giliran Jalur Utama Ekspor BBM Arab Saudi Diblokir

Load More