News / Nasional
Sabtu, 25 Juli 2026 | 12:41 WIB
Ilustrasi-Seorang pria menjadi korban pembegalan saat melintas di Jalan Koramil, Gang Mandiri VII, Rawa Badak Selatan, Koja, Jakarta Utara. [Suara.com]
Baca 10 detik
  • Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengadakan sayembara tangkap begal berhadiah sepuluh juta rupiah di Bandung.
  • Hadiah sayembara penangkapan pelaku kriminal tersebut bersumber sepenuhnya dari dana pribadi Dedi Mulyadi.
  • Sebelumnya, Kepala Desa Burangkeng Nemin bin Sain juga pernah menggelar sayembara serupa di Bekasi.

Suara.com - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi jadi sorotan setelah membuat sayembara tangkap begal dengan hadiah Rp10 juta.

KDM begitu sapaan akrabnya menyebut bahwa sayembara tangkap begal itu sebagai langkah cepat merespons maraknya kejahatan jalanan di wilayah Jawa Barat.

Dedi menjelaskan pendekatan insentif finansial dipilih karena dinilai sesuai dengan kultur masyarakat.

Lebih lanjut, Dedi Mulyadi memastikan program tersebut tidak menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

“Enggak, dari saya dulu saja (uangnya),” ujar Dedi, Jumat, di kawasan Arcamanik, Bandung.

Soal fenomena sayembara tangkap begal itu bukan hal baru bagi masyarakat Jawa Barat.

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi

Sebelum Dedi Mulyadi pada 2021 lalu, seorang kades di Bekasi juga melakukan hal serupa.

Aparatur Desa Burangkeng, Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi mengadakan sayembara untuk menangkap begal dengan iming-iming hadiah uang tunai.

"Barang siapa yang bisa menangkap begal jalanan saya kasih hadiah Rp10 juta," kata Kepala Desa Burangkeng Nemin bin Sain di Kabupaten Bekasi.

Baca Juga: Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi: Pelaku Begal Jangan Babak Belur, Lecet Dikit Boleh

Menurut Nemin, sayembara tangkap begal ini karena kondisi gangguan keamanan dan ketertiban pelaku penjahat jalanan ini sudah sangat membuat resah warga.

Bahkan aksi begal itu kata Nemin sudah membabi buta dan tak mengenal belas kasihan kepada korban.

Sama seperti Dedi Mulyadi, Nemin menyatakan hadiah sayembara berupa uang tunai senilai Rp10 juta itu berasal dari kantong pribadinya.

"Sayembara ini terbuka bagi siapa saja, baik warga maupun aparat penegak hukum, siapa saja yang bisa menangkap para begal jalanan akan saya kasih hadiah Rp10 juta," katanya.

Nemin mengklaim saat itu informasi sayembara ini seketika memberikan dampak positif bagi warga setempat usai diumumkan.

Masyarakat sudah mulai bergerak mengaktifkan kembali pos-pos keamanan hingga penjuru desa tanpa diperintah.

Load More