- Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengadakan sayembara tangkap begal berhadiah sepuluh juta rupiah di Bandung.
- Hadiah sayembara penangkapan pelaku kriminal tersebut bersumber sepenuhnya dari dana pribadi Dedi Mulyadi.
- Sebelumnya, Kepala Desa Burangkeng Nemin bin Sain juga pernah menggelar sayembara serupa di Bekasi.
Suara.com - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi jadi sorotan setelah membuat sayembara tangkap begal dengan hadiah Rp10 juta.
KDM begitu sapaan akrabnya menyebut bahwa sayembara tangkap begal itu sebagai langkah cepat merespons maraknya kejahatan jalanan di wilayah Jawa Barat.
Dedi menjelaskan pendekatan insentif finansial dipilih karena dinilai sesuai dengan kultur masyarakat.
Lebih lanjut, Dedi Mulyadi memastikan program tersebut tidak menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
“Enggak, dari saya dulu saja (uangnya),” ujar Dedi, Jumat, di kawasan Arcamanik, Bandung.
Soal fenomena sayembara tangkap begal itu bukan hal baru bagi masyarakat Jawa Barat.
Sebelum Dedi Mulyadi pada 2021 lalu, seorang kades di Bekasi juga melakukan hal serupa.
Aparatur Desa Burangkeng, Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi mengadakan sayembara untuk menangkap begal dengan iming-iming hadiah uang tunai.
"Barang siapa yang bisa menangkap begal jalanan saya kasih hadiah Rp10 juta," kata Kepala Desa Burangkeng Nemin bin Sain di Kabupaten Bekasi.
Baca Juga: Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi: Pelaku Begal Jangan Babak Belur, Lecet Dikit Boleh
Menurut Nemin, sayembara tangkap begal ini karena kondisi gangguan keamanan dan ketertiban pelaku penjahat jalanan ini sudah sangat membuat resah warga.
Bahkan aksi begal itu kata Nemin sudah membabi buta dan tak mengenal belas kasihan kepada korban.
Sama seperti Dedi Mulyadi, Nemin menyatakan hadiah sayembara berupa uang tunai senilai Rp10 juta itu berasal dari kantong pribadinya.
"Sayembara ini terbuka bagi siapa saja, baik warga maupun aparat penegak hukum, siapa saja yang bisa menangkap para begal jalanan akan saya kasih hadiah Rp10 juta," katanya.
Nemin mengklaim saat itu informasi sayembara ini seketika memberikan dampak positif bagi warga setempat usai diumumkan.
Masyarakat sudah mulai bergerak mengaktifkan kembali pos-pos keamanan hingga penjuru desa tanpa diperintah.
Berita Terkait
-
Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi: Pelaku Begal Jangan Babak Belur, Lecet Dikit Boleh
-
Tanya AI Cara Bebas Kredit, Pria Jakbar Malah Nekat Buat Laporan Begal Palsu
-
Tiga Titik Putaran Balik di Cakung-Cilincing Bakal Ditutup Setiap Sore Sampai Arus Lalin Lancar
-
Dedi Mulyadi Kalah di PTUN, SK UMSK Jabar Harus Dicabut
-
Penyekap Wanita di Bekasi Ditangkap, Siksa Korban 10 Hari karena Cemburu
Terpopuler
- Jakarta Siap Pungut Pajak Mobil Listrik Tahun Ini, Kendaraan Mewah Kena hingga 75% PKB
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
- 6 Shio Paling Beruntung pada 23 Juli 2026, Keberuntungan Memihak
- 5 Warna Lipstik Wardah untuk Bibir Hitam dan Kulit Sawo Matang
- Resmi Daftar Kemenkum, Partai Gerakan Rakyat Pastikan Usung Anies Baswedan Capres
Pilihan
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
Terkini
-
The Black Lizard: Duel Kecerdasan Detektif dan Ratu Kriminal yang Menegangkan
-
Prabowo Sebut Cak Imin, Dasco dan Bahlil 3 Kancil Politik: Kalau Mereka Kumpul Repot Kita!
-
Nekat Tembak Paha Korban Lalu Kabur ke Lampung, Duo Maling Motor Matraman Ciut di Tangan Polisi
-
6 Cara Mengatasi Blush On Ketebalan dan Terlalu Menor, Tak Khawatir Merusak Makeup
-
Derita Selisih Stock Opname Toko, saat Karyawan Jadi Samsak Omelan Bos
-
Fairuz Al Rafiq & Sonny Septian Terapkan Pola Asuh Mereka di Film Anak-Anak Bambu
-
Pakar Soroti Dugaan Keterkaitan Eks Jampidsus, Dorong KPK Ambil Alih
-
Menkeu Ancam Kejar Peserta Tax Amnesty Bandel, PPATK Ikut Telusuri Dana Masuk
-
Penghitungan Kerugian Negara Disorot, BPKP Diminta Evaluasi Metode Audit
-
Jogja Dibanjiri Event, Pelaku Industri Kreatif Diingatkan Jangan Ganggu Aktivitas Warga