Proyek PSEL Bogor Raya 1 Resmi Dimulai, Target Olah 500 Ribu Ton Sampah per Tahun

Kamis, 17 September 2026 | 11:59 WIB
Ilustrasi fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL).[ANTARA FOTO/Hasrul Said/kye]
  • Pemerintah memulai pembangunan PSEL Bogor Raya 1 di Desa Galuga pada 17 September 2026.
  • Proyek senilai Rp2,8 triliun ini dipimpin oleh Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan.
  • Fasilitas tersebut berkapasitas mengelola 500.000 ton sampah per tahun dan menyerap 1.200 tenaga kerja.

Suara.com - Pemerintah melaksanakan peletakan batu pertama atau groundbreaking Proyek Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) Bogor Raya 1 di Desa Galuga, Bogor, Jawa Barat pada Kamis (17/9/2026).

Adapun nilai investasi proyek tersebut mencapai Rp2,8 triliun ini ditargetkan mampu mengelola lebih dari 500.000 ton sampah per tahun.

Prosesi peletakan batu pertama dipimpin langsung Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas), dan dihadiri Menteri Lingkungan Hidup Mohammad Jumhur Hidayat, dan Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto.

CIO Bidang Investasi Danantara, Pandu Patria Sjahrir, menyebut dengan nilai investasi yang mencapai Rp2,8 triliun, PSEL Bogor Raya 1 bisa menyerap ribuan tenaga kerja.

"Inisiatif ini juga bernilai Rp2,8 triliun dari sisi investasi dan Insyaallah menciptakan lapangan kerja sebesar 1.200," ujar Pandu dalam sambutannya.

Fasilitas tersebut dirancang untuk mengelola lebih dari 500.000 ton sampah per tahun, atau mencakup sekitar 45 persen dari total timbulan sampah terolah di Kota dan Kabupaten Bogor.

Peletakan batu pertama atau groundbreaking Proyek PSEL Bogor Raya 1, Jawa Barat, Kamis (17/9/2026). [Tangkapan layar]

"PSEL Bogor Raya 1 ini dirancang untuk memberikan dampak nyata terhadap pengelolaan sampah, energi hijau, dan memberdayakan ekonomi lokal dengan mengacu pada standar lingkungan Europe Industrial Emission Directive atau disebut EU IED," kata Pandu

Dari sisi lingkungan, proyek berstandar internasional ini diproyeksikan mampu menurunkan emisi sampah dari Tempat Pembuangan Akhir (TPA) hingga 80 persen, sekaligus memangkas emisi karbon sebesar 640.000 ton setara CO2 per tahun.

Selain itu, inisiatif ini juga berpotensi mengurangi kebutuhan lahan TPA hingga 80 persen. Dari sektor energi, fasilitas tersebut bakal menghasilkan pasokan energi hijau yang dapat melayani kebutuhan listrik lebih dari 100.000 rumah tangga di wilayah Bogor Raya.

Pandu menambahkan, realisasi proyek ini merupakan kelanjutan dari program pengelolaan sampah terintegrasi yang sebelumnya telah berjalan di Kota Bekasi dan Denpasar Raya dalam dua bulan terakhir.

Seluruh proses seleksi dan pengembangan proyek dikawal secara profesional dengan melibatkan lebih dari 60 tenaga ahli berpengalaman di tingkat nasional maupun internasional.

Terkait
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com