News / Nasional
Sabtu, 25 Juli 2026 | 13:40 WIB
Waketum PSI Ronald Aristone Sinaga atau Bro Ron. [Suara.com/Ari Welianto]
Baca 10 detik
  • Waketum PSI Ronald Sinaga mengkritik pernyataan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung pada Sabtu (25/7/2026).
  • Pramono sebelumnya menyatakan bahwa kader yang meninggalkan partai tidak akan menjadi tokoh besar saat pelantikan PKB.
  • Ronald menilai pernyataan tersebut tidak berdasar karena Surya Paloh dan Prabowo Subianto sukses mendirikan partai baru.

Suara.com - Wakil Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Ronald A. Sinaga atau yang akrab disapa Bro Ron, melontarkan kritik pedas terhadap pernyataan Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, terkait loyalitas kader partai.

Bro Ron menilai pernyataan Pramono yang menyebut kader pindah partai tidak akan menjadi tokoh besar sebagai pernyataan yang asal bunyi atau ‘asbun’.

Sebelumnya, dalam acara pelantikan pengurus DPC PKB di Jakarta Barat, Rabu (22/7/2026), Pramono Anung sempat menyinggung bahwa tokoh yang meninggalkan partainya tidak akan pernah menjadi besar. Ia mengklaim hal itu terbukti di internal PDI Perjuangan maupun PKB.

Menanggapi hal tersebut, Bro Ron awalnya enggan ambil pusing dan meminta Pramono lebih fokus pada permasalahan Ibu Kota.

“Gak Penting. Mending dia urus bau sampah RDF Rorotan,” ujar Bro Ron saat dihubungi Suara.com, Sabtu (25/7/2026).

Namun, ketika ditanya lebih lanjut mengenai dugaan bahwa sindiran Pramono tersebut ditujukan kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi), Bro Ron menjawab dengan lugas.

Ia meyakini bahwa arah pembicaraan tersebut memang ditujukan kepada Jokowi, namun ia menyayangkan cara penyampaiannya yang menggunakan kiasan.

"Bukan merasa, kalau banteng ngomong pindah partai lah, ijazah lah, sudah pasti Jokowi itu. Banci lah kalau pakai kalimat kode-kode," tegasnya.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung (kiri) bersama Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Partai Kebangkitan Bangsa Abdul Muhaimin Iskandar (kedua kiri) berjalan menuju Taman Fatahillah, Jakarta, Rabu (22/7/2026) malam. (ANTARA/Rio Feisal)

Bro Ron secara spesifik menekankan bahwa pernyataan Pramono Anung tidak berdasar pada realita sejarah politik di Indonesia. Ia pun melabeli pernyataan sang Gubernur sebagai 'asbun'.

Baca Juga: Rizal Fadillah Bongkar Peran Pratikno di Balik Ijazah Jokowi: Penentu Sejak Rektor

“Pramono asbun. Surya Paloh dari Golkar, sukses dirikan Nasdem,” katanya.

Ia kemudian memberikan contoh nyata lainnya, yakni Presiden Prabowo Subianto yang justru meraih puncak karier politiknya setelah keluar dari partai lamanya.

“Prabowo dari Golkar, sukses dirikan Gerindra. Bahkan jadi Presiden,” lanjutnya.

Tak berhenti di situ, Bro Ron juga membandingkan pencapaian tersebut dengan Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri. Menurutnya, kesuksesan seorang tokoh tidak bisa diukur hanya dari kepatuhan pada satu partai, melainkan dari pilihan rakyat.

“Megawati dari PDI sukses dirikan PDIP, tapi jadi Presiden pengganti saja. Tidak pernah dipilih rakyat 5x,” pungkasnya.

Load More