- Bimantoro Wiyono menyoroti penahanan Febrie Adriansyah di KPK yang tidak memakai rompi dan borgol pada Sabtu (25/7/2026).
- DPR RI mendesak aparat penegak hukum agar menerapkan prinsip kesetaraan tanpa memberikan perlakuan khusus kepada tersangka.
- Komisi III DPR RI berkomitmen mengawasi proses hukum agar berjalan objektif demi menjaga kepercayaan publik.
Suara.com - Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi Partai Gerindra, Bimantoro Wiyono, menyoroti proses penahanan mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah.
Sorotan tersebut muncul setelah publik memperhatikan Febrie memasuki Rumah Tahanan (Rutan) KPK tanpa mengenakan rompi tahanan dan tidak terlihat diborgol.
Bimantoro yang juga merupakan Anggota Panitia Kerja (Panja) Tim Pengawas Komisi III DPR RI menegaskan, hal utama yang perlu dijaga dalam setiap proses penegakan hukum adalah prinsip equality before the law atau kesetaraan di hadapan hukum.
Menurut dia, profesionalitas dan transparansi aparat penegak hukum menjadi hal penting dalam setiap tahapan proses hukum. Ia mengingatkan agar tidak muncul kesan adanya perlakuan khusus terhadap pihak tertentu dalam proses penegakan hukum.
"Penegakan hukum tidak boleh memberikan kesan adanya perlakuan istimewa kepada siapa pun. Siapa pun yang telah berstatus tersangka harus diproses sesuai ketentuan yang berlaku. Jangan sampai muncul persepsi di masyarakat bahwa ada standar yang berbeda dalam penanganan suatu perkara," kata Bimantoro dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu (25/7/2026).
Bimantoro menilai kepercayaan publik terhadap institusi penegak hukum sangat bergantung pada konsistensi dalam menerapkan prosedur. Menurutnya, setiap tindakan aparat harus mampu memberikan kepastian bahwa hukum ditegakkan secara objektif dan tanpa diskriminasi.
"Yang paling penting adalah proses hukumnya berjalan secara profesional, independen, dan akuntabel. Jangan ada perlakuan khusus yang dapat menimbulkan polemik atau mengurangi kepercayaan masyarakat terhadap penegakan hukum," ujarnya.
Lebih lanjut, Bimantoro meminta seluruh aparat penegak hukum memperkuat komitmen terhadap prinsip persamaan di hadapan hukum tanpa memandang jabatan maupun latar belakang seseorang.
"Sebagai negara hukum, Indonesia harus menunjukkan bahwa tidak ada seorang pun yang kebal hukum. Semua memiliki kedudukan yang sama di hadapan hukum. Oleh karena itu, setiap prosedur penegakan hukum harus dilaksanakan secara konsisten agar tidak menimbulkan persepsi adanya keistimewaan bagi pihak tertentu," katanya.
Baca Juga: Tanpa Rompi Pink, Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Ditahan di Rutan KPK
Ia menegaskan Komisi III DPR RI akan terus menjalankan fungsi pengawasan terhadap kinerja institusi penegak hukum. Pengawasan tersebut, kata dia, diperlukan untuk memastikan proses penegakan hukum berjalan sesuai prinsip akuntabilitas dan tetap menjunjung rasa keadilan bagi masyarakat.
"Jangan sampai persoalan administratif atau prosedural yang terlihat sederhana justru mencederai kepercayaan publik. Yang harus dikedepankan adalah profesionalitas, transparansi, dan perlakuan yang sama bagi setiap warga negara dalam proses penegakan hukum," pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Jakarta Siap Pungut Pajak Mobil Listrik Tahun Ini, Kendaraan Mewah Kena hingga 75% PKB
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
- 6 Shio Paling Beruntung pada 23 Juli 2026, Keberuntungan Memihak
- 5 Warna Lipstik Wardah untuk Bibir Hitam dan Kulit Sawo Matang
- Resmi Daftar Kemenkum, Partai Gerakan Rakyat Pastikan Usung Anies Baswedan Capres
Pilihan
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
Terkini
-
Nekat Tembak Paha Korban Lalu Kabur ke Lampung, Duo Maling Motor Matraman Ciut di Tangan Polisi
-
6 Cara Mengatasi Blush On Ketebalan dan Terlalu Menor, Tak Khawatir Merusak Makeup
-
Derita Selisih Stock Opname Toko, saat Karyawan Jadi Samsak Omelan Bos
-
Fairuz Al Rafiq & Sonny Septian Terapkan Pola Asuh Mereka di Film Anak-Anak Bambu
-
Pakar Soroti Dugaan Keterkaitan Eks Jampidsus, Dorong KPK Ambil Alih
-
Menkeu Ancam Kejar Peserta Tax Amnesty Bandel, PPATK Ikut Telusuri Dana Masuk
-
Penghitungan Kerugian Negara Disorot, BPKP Diminta Evaluasi Metode Audit
-
Jogja Dibanjiri Event, Pelaku Industri Kreatif Diingatkan Jangan Ganggu Aktivitas Warga
-
Tolak Rencana Pembatasan Kadar Nikotin dan Tar, APTI Minta Perlindungan Presiden
-
Tahir Solo Museum Resmi Dibuka, Ada Fosil Dinosaurus 20 Meter!