News / Internasional
Minggu, 26 Juli 2026 | 13:03 WIB
Pengadilan California menyetujui kompensasi sebesar US$3 juta (sekitar Rp45 miliar) untuk mantan bintang film dewasa Emily Willis setelah mengalami kerusakan otak permanen. [Istimewa]
Baca 10 detik
  • Pengadilan California menyetujui kompensasi tiga juta dolar Amerika Serikat bagi Emily Willis pada lima belas Juli dua ribu dua puluh empat.
  • Keluarga mengajukan gugatan karena pusat rehabilitasi Summit Malibu dinilai lalai hingga menyebabkan korban mengalami kerusakan otak permanen.
  • Sebagian dana kompensasi tersebut akan dimanfaatkan secara khusus untuk membiayai perawatan medis jangka panjang korban secara berkelanjutan.

Suara.com - Pengadilan California menyetujui kompensasi sebesar US$3 juta (sekitar Rp45 miliar) untuk mantan bintang film dewasa Emily Willis setelah mengalami kerusakan otak permanen.

Keputusan ini mengakhiri gugatan hukum yang diajukan keluarga terkait insiden medis di pusat rehabilitasi pada 2024.

Hakim Susan Bryant-Deason dari Pengadilan Tinggi Santa Monica mengesahkan kesepakatan tersebut pada 15 Juli.

Persetujuan pengadilan diperlukan karena kondisi Emily, yang bernama asli Litzy Lara Bañuelos, membuatnya tidak lagi mampu mengurus dirinya sendiri.

Kasus ini bermula ketika Willis menjalani perawatan kecanduan ketamin di pusat rehabilitasi Summit Malibu.

Keluarga menilai fasilitas tersebut lalai hingga menyebabkan cedera otak akibat kekurangan oksigen.

Menurut dokumen pengadilan, Willis ditemukan tidak bernapas dan tanpa denyut nadi setelah beberapa hari mengalami penurunan kondisi fisik.

Meski sempat berhasil disadarkan oleh tim medis, ia mengalami kerusakan otak permanen akibat terlalu lama kekurangan oksigen.

Saat ini, perempuan berusia 27 tahun itu dilaporkan dalam kondisi tidak berdaya.

Baca Juga: DPR RI Terima Delegasi California, Bahas Kerja Sama Perdagangan hingga Pendidikan

Ia tidak mampu bergerak dan hanya sesekali membuka mata atau mengeluarkan suara.

“Ia mengalami cedera serius, tetapi kasus ini jauh dari kemenangan yang pasti,” kata pengacaranya, James A. Morris Jr., menyoroti kompleksitas perkara tersebut.

Pihak pusat rehabilitasi membantah tuduhan kelalaian.

Mereka menyatakan Willis beberapa kali menolak saran medis untuk dirujuk ke rumah sakit, sehingga staf tidak memiliki kewenangan memaksanya menjalani perawatan lanjutan.

Meski kesepakatan telah dicapai, putusan ini tidak menetapkan siapa yang bersalah dalam insiden tersebut.

Sebagian dana kompensasi akan digunakan untuk membiayai perawatan jangka panjang Willis.

Sebelum insiden, Willis dikenal sebagai salah satu bintang besar di industri film dewasa.

Ia meraih penghargaan bergengsi AVN Award pada 2021 dan sempat merambah proyek film Hollywood.

Load More