- Menteri Pendidikan Dharmendra Pradhan mengundurkan diri akibat gelombang protes mahasiswa Revolusi Kecoak di India.
- Pemerintah merespons tuntutan dengan menjanjikan kompensasi bagi keluarga korban dan menghentikan proses hukum demonstran tertentu.
- Kelompok CJP menghentikan sementara aksi untuk menyusun strategi baru serta merencanakan perluasan agenda gerakan mendatang.
Suara.com - Gelombang protes mahasiswa yang dikenal sebagai Revolusi Kecoak memasuki babak baru setelah Menteri Pendidikan Dharmendra Pradhan resmi mengundurkan diri.
Aksi yang dipimpin kelompok Cockroach Janta Party (CJP) itu untuk sementara dihentikan, namun para aktivis menegaskan perjuangan belum usai.
Pendiri CJP, Abhijeet Dipke, menegaskan gerakan akan kembali.
“Ini bukan akhir. Kami akan bertemu lagi segera,” ujarnya.
Pengunduran diri Pradhan dinilai sebagai pukulan telak bagi pemerintahan Perdana Menteri Narendra Modi.
Analis menyebut tekanan publik dari generasi muda telah merusak citra kepemimpinan kuat yang selama ini dibangun pemerintah.
Sejumlah tuntutan utama mulai direspons pemerintah, termasuk kompensasi bagi keluarga mahasiswa yang terdampak kebocoran ujian.
Pemerintah menjanjikan bantuan maksimal sesuai aturan, meski aktivis menuntut angka lebih besar bagi puluhan keluarga korban.
Selain itu, pemerintah juga memberi sinyal tidak akan melanjutkan proses hukum terhadap demonstran di wilayah tertentu.
Baca Juga: Revolusi Kecoak Gen Z India: Berawal dari Komentar Hakim Jadi Meme dan Gerakan Perlawanan
Namun, laporan penangkapan di sejumlah negara bagian masih terjadi, memicu kritik baru terhadap aparat keamanan.
CJP juga menuntut permintaan maaf dari kepolisian atas tindakan represif saat demonstrasi 20 Juli.
Hingga kini, tuntutan tersebut belum mendapat tanggapan resmi, meski tekanan publik terus meningkat.
Ke depan, arah gerakan masih belum sepenuhnya jelas.
Juru bicara CJP menyebut mereka tengah beristirahat dan menyusun ulang strategi sebelum menentukan langkah berikutnya.
“Kami ingin membawa gerakan ini ke akar rumput dan fokus pada satu isu dalam satu waktu,” kata salah satu anggota CJP.
Berita Terkait
-
Revolusi Kecoak Gen Z India: Berawal dari Komentar Hakim Jadi Meme dan Gerakan Perlawanan
-
Mengupas Chand Mera Dil: Akting Menawan Ananya Panday di Tengah Alur yang Bertele-tele
-
Aktivis Pro Partai Rakyat Kecoa Mogok Makan Hampir Sebulan, BB Turun 11 Kg: Saya Masih Hidup
-
Negara Ini Darurat Pemerkosaan, Rakyat Main Hakim Sendiri Gebuki Diduga Pelaku Sampai Tewas di Jalan
-
Detik-detik Ledakan Gas Metana Terowongan Sikkim India, 12 Pekerja Proyek PLTA Tewas
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi Dikritik UGM, Dinilai Cermin Gagalnya Negara Jamin Keamanan
- Tak Terima Disita, Pemilik Emas dan Uang Sitaan Kejagung di Kasus Febrie Bakal Ajukan Praperadilan
- Serum Viva untuk Flek Hitam Warna Apa? Ini 2 Varian Terbaiknya
- 5 Rekomendasi Parfum Aroma Vanilla di Alfamart, Wangi Mewah Tahan Lama untuk Harian
Pilihan
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
-
Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
Terkini
-
Bank Sumsel Babel Perkuat Pembiayaan UMKM, Dukung Target 100.000 Sultan Muda Sumsel
-
Intimidasi Satpam MRT Usai Terobos Lampu Merah, 3 Polisi Arogan Polda Jabar Di Patsus 21 Hari
-
Polres Tangsel Buka-bukaan Soal Kasat Narkoba dan 6 Anggotanya Diringkus Bareskrim Polri
-
Cegah Ledakan Sampah Saat Kemarau, DLH dan Damkar Tangsel Kolaborasi Semprot TPA Cipeucang
-
Hattrick Mewah Mitchell Baker Bawa Indonesia Bantai Kamboja 5-1 di Piala AFF 2026
-
Pendaki Gunung Dempo yang Bikin Geger karena Senapan Angin Berhasil Dievakuasi
-
Hasil Akhir: Awal Sempurna Piala AFF 2026, Timnas Indonesia Gasak Kamboja 5-1
-
Akademisi Binus: Dugaan Korupsi Eks Jampidsus Bernilai Besar, Penanganannya Tak Boleh Istimewa
-
Tren Belanja Parfum Berubah, Pengalaman Mencoba Aroma Kini Jadi Daya Tarik
-
Bukan Sekadar Cantik, Makeup Kini Dituntut Praktis dan Nyaman Dipakai Seharian