- BPBD DKI Jakarta mengeluarkan peringatan dini kekeringan dan cuaca panas ekstrem pada tanggal 11 hingga 20 September 2026.
- Kevin Wu selaku Anggota DPRD DKI Jakarta mengusulkan penyediaan titik air minum gratis di halte Transjakarta dan lokasi peristirahatan ojek daring.
- Fasilitas air minum cuma-cuma tersebut bertujuan mencegah dehidrasi bagi warga serta pekerja jalanan yang beraktivitas di ibu kota.
Suara.com - Ancaman dehidrasi di tengah terik ibu kota memicu usulan terobosan fasilitas cuma-cuma bagi warga serta pekerja jalanan di DKI Jakarta.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta sebelumnya telah mengeluarkan peringatan dini kekeringan untuk rentang waktu 11 hingga 20 September 2026.
Menyikapi peringatan tersebut, Anggota Komisi A DPRD Provinsi DKI Jakarta dari Fraksi PSI, Kevin Wu, mendesak pemerintah daerah turun tangan menjaga kebugaran masyarakat.
Kevin secara khusus mengusulkan penyediaan fasilitas air minum cuma-cuma pada simpul-simpul keramaian transportasi publik.
“Dinkes, dinas-dinas lainnya, dan BUMD yang relevan harus melakukan langkah-langkah antisipatif. Salah satu permasalahan yang mungkin dihadapi warga kita adalah dehidrasi. Saya mendorong Dinkes berkoordinasi salah satunya dengan Transjakarta dan PAM JAYA, untuk misalnya menyediakan titik-titik air minum gratis di berbagai halte penting yang ramai,” ujarnya dalam keterangan resmi yang diterima Suara.com, Rabu (16/9/2026).
Sinergi antara instansi kesehatan dan badan usaha daerah dinilai sangat mendesak demi melayani ribuan pengguna jasa angkutan massal setiap hari.
Selain para penumpang bus, perhatian serius juga diarahkan kepada para pekerja sektor transportasi daring yang berpeluh di jalan raya.
“Kelompok-kelompok rentan seperti pengemudi ojol juga harus diperhatikan. Titik-titik air minum gratis itu perlu diperluas ke tempat-tempat pemberhentian dan peristirahatan para pengemudi ojol. Jangan sampai mereka kelelahan serta jatuh sakit karena kekurangan istirahat dan minum,” imbuh Kevin.
Penyediaan pos air minum gratis ini diharapkan memperkuat imbauan BPBD DKI yang sebelumnya meminta masyarakat menghemat dan mencadangkan air bersih.
Fasilitas hidrasi cuma-cuma diyakini dapat menjadi perisai efektif agar warga dan para pengemudi ojek daring tidak tumbang akibat sengatan cuaca ekstrem.