News / Internasional
Senin, 27 Juli 2026 | 14:52 WIB
Katy Perry dituduh melakukan pelecehan seksual terhadap artis Australia, Ruby Rose pada 2010. [Instagram]
Baca 10 detik
  • Katy Perry mengecam penggunaan lagu Firework dalam video serangan udara AS ke Iran.

  • Banyak musisi papan atas dunia menolak karya musik mereka dijadikan propaganda politik Trump.

  • Konflik antara Donald Trump dan para bintang pop AS terus memanas di media sosial.

Juru Bicara Gedung Putih Kush Desai hanya merespons dingin kritik keras Ariana Grande dengan sindiran tajam.

“Simpan air matamu," cibir Kush Desai membalas pernyataan sang bintang pop dengan merujuk judul salah satu lagunya.

Perseteruan antara Donald Trump dan panggung industri musik dunia sejatinya telah berlangsung lama melalui berbagai gesekan terbuka di ruang publik.

Trump pernah meluapkan kemarahan terbuka kepada Taylor Swift usai sang penyanyi mendukung rival politiknya, Kamala Harris, dalam pemilu AS 2024.

“SAYA BENCI TAYLOR SWIFT!" tulis Trump dalam akun media sosialnya untuk menunjukkan rasa tidak sukanya.

Gedung Putih bahkan sempat meretas ejekan visual saat Taylor Swift menikah dengan pemain American Football Travis Kelce di Madison Square Garden.

Selain Taylor Swift, rocker senior Bruce Springsteen juga menjadi sasaran serangan Trump setelah mengkritik pemerintah dalam konsernya di Manchester, Inggris.

Trump merespons tuduhan korup dan tidak kompeten dari Bruce Springsteen dengan menyebut sang musisi legendaris sama sekali tidak berbakat dan terlalu berlebihan.

Baca Juga: Ranjau Laut Iran Makan Korban, Kapal Tanker Meledak karena 'Bandel' Tak Ikut Aturan Ini

Load More