- Pjs Gubernur BI Destry Damayanti berkomitmen menjaga stabilitas keuangan dan rupiah yang melemah akibat pengunduran diri Perry Warjiyo.
- Destry Damayanti dan pejabat terkait menghadiri rapat koordinasi di Istana Kepresidenan Jakarta pada Senin, 27 Juli 2026.
- Pelemahan nilai tukar rupiah mencapai level Rp18.009 per dolar dan turut menyebabkan pasar saham mengalami penurunan.
Suara.com - Pejabat sementara (Pjs) Gubernur Bank Indonesia (BI), Destry Damayanti, memastikan pihaknya akan menjaga stabilitas keuangan dan nilai tukar rupiah yang mengalami koreksi ke level Rp18.009.
Pelemahan nilai tukar rupiah tersebut imbas pengunduran diri Perry Warjiyo dari janatan Gubernur BI. Selain nilai tukar rupiah terhadap dolar, pasar saham turut terimbas dan alami penurunan.
"BI tetap menjaga stabilitas keuangan, tetap nilai tukar tetap jadi prioritas kita juga," kata Destry di kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (27/7/2026).
Sementara itu, ditanya mengenai upaya intervensi BI, Destry memastikan pihaknya terus melakukan penguatan demi menjaga stabilitas.
"Kita melakukan terus sama seperti yang kita lakukan sebelumnya," kata Destry.
Sambangi Istana
Pjs Gubernur BI Destry Damayanti menyambangi Istana Kepresidenan Jakarta, pada Senin (27/7/2026). Desrty mengaku kehadirannya untuk memenuhi undangan rapat koordinasi.
Tampak keponakan Presiden Prabowo Subianto, yakni Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Thomas Djiwandono yang turut hadir mendampingi Destry.
"Undangan rapat koordinasi," kata Destry di kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (27/7/2026).
Baca Juga: Strategi Investasi Saham di Saat Perry Warjiyo Mundur
Hal serupa disampaikan Ketua Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Friderica Widyasari Dewi yang lebih dulu tiba di Istana, sore ini.
"Kita akan rapat koordinasi aja, tentang situasi saat ini," kata Friderica.
"Pasti dengan BI juga," ujarnya saat ditanya mengenai rapat Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK).
Turut hadir di Istana, Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Anggito Abimanyu, Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus CEO Danantara Rosan Roeslani, dan Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara Dony Oskaria.
Berita Terkait
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi Dikritik UGM, Dinilai Cermin Gagalnya Negara Jamin Keamanan
- Tak Terima Disita, Pemilik Emas dan Uang Sitaan Kejagung di Kasus Febrie Bakal Ajukan Praperadilan
- Serum Viva untuk Flek Hitam Warna Apa? Ini 2 Varian Terbaiknya
- 5 Rekomendasi Parfum Aroma Vanilla di Alfamart, Wangi Mewah Tahan Lama untuk Harian
Pilihan
-
Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
Terkini
-
Mau Ditangkap, Benjamin Netanyahu Minta Zohran Mamdani Jadi Walikota untuk Muslim Hingga Yahudi
-
BRI Catat Lonjakan Transaksi QRIS 76 Persen pada Triwulan I 2026
-
Bisnis Merchant Tumbuh, Transaksi QRIS Meningkat Berkat Transformasi Digital BRI
-
Nyawa Dibayar Ayam Sabung: Alarm Keras untuk Penegakan Hukum dan Nurani Kita
-
Ekshumasi Jadi Opsi! Polisi Bakal Bongkar Makam Sutrimo Demi Ungkap Tabir Kematian
-
BRI Genjot Transformasi Digital, Merchant Berkembang dan Transaksi QRIS Melesat
-
Rupiah dan Saham Melemah Imbas Gubernur BI Mundur, Ini Langkah Prioritas Pejabat Sementara
-
Siswa Non Muslim di Jogja Diperlakukan Diskriminatif Saat Pelajaran Agama, Tak Punya Ruangan Tetap
-
Review Buku Bored: Petualangan Rita Melawan Kebosanan dengan Imajinasi
-
Transformasi Digital BRI Perkuat Merchant dan QRIS, dan Akses Keuangan Danantara