News / Metropolitan
Senin, 27 Juli 2026 | 18:49 WIB
Foto udara pemandangan di Kota Jakarta, Senin (18/9/2023). [Suara.com/Alfian Winanto]
Baca 10 detik
  • Dinas Gulkarmat DKI Jakarta memetakan wilayah rawan kebakaran pada Senin, 27 Juli 2026, guna menghadapi musim kemarau.
  • Hasil pemetaan menunjukkan empat RW masuk kategori risiko sangat berat dan 915 RW berstatus risiko berat.
  • Pemadam Jakarta mendistribusikan 10.666 unit APAR serta menyiagakan layanan darurat gratis 24 jam untuk warga.

Suara.com - Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) DKI Jakarta memetakan wilayah-wilayah rawan kebakaran di Ibu Kota.

Pemetaan ini dilakukan sebagai dasar dalam menentukan langkah pencegahan dan kesiapsiagaan menghadapi musim kemarau.

Berdasarkan data yang dirilis pada Senin (27/7/2026), terdapat 4 RW yang masuk dalam kelas risiko kebakaran sangat berat, yakni 3 RW di Kelurahan Lubang Buaya dan 1 RW di Kelurahan Jatinegara Kaum.

Selain itu, sebanyak 915 RW tercatat masuk dalam kelas risiko kebakaran berat, yang tersebar di lima wilayah kota administrasi Jakarta.

Pemetaan tersebut disampaikan menjelang puncak musim kemarau 2026 yang menurut prediksi BMKG akan terjadi pada Agustus–September dan berpotensi berlangsung hingga awal 2027.

"Musim kemarau membuat cuaca lebih panas dan kering, sehingga potensi kebakaran meningkat," bunyi keterangan resmi yang diunggah akun Humas Jakfire di Instagram.

Untuk memperkuat perlindungan warga, Pemadam Jakarta telah mendistribusikan 10.666 unit Alat Pemadam Api Ringan (APAR) ke lima wilayah kota administrasi selama periode 2022–2025.

Rinciannya, Jakarta Selatan menerima 2.358 APAR, disusul Jakarta Barat sebanyak 2.168 unit, Jakarta Utara 2.061 unit, Jakarta Pusat 2.038 unit, Jakarta Timur 2.033 unit, dan Kepulauan Seribu sebanyak 8 unit.

"APAR adalah alat yang penting untuk pemadaman api dini sebelum membesar," lanjut unggahan tersebut.

Baca Juga: Kemarau Susutkan Waduk Delingan, Dasar Waduk Berubah Jadi Lahan Retak

Selain penyediaan alat, Satuan Tugas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Satgas Gulkarmat) juga turun langsung ke tengah masyarakat untuk memberikan sosialisasi dan edukasi pencegahan kebakaran.

Masyarakat yang menghadapi keadaan darurat kebakaran diimbau segera menghubungi Jakarta Siaga di nomor 112, melalui aplikasi JAKI, atau mendatangi langsung Pos Pemadam Jakarta terdekat.

Layanan Pemadam Jakarta dipastikan gratis dan siap siaga selama 24 jam bagi seluruh warga Jakarta.

Load More