Foto / News
Senin, 27 Juli 2026 | 18:38 WIB
Seekor ikan mati di area waduk yang mengalami penyusutan air saat kemarau di Waduk Delingan, Kabupaten Karanganyar,Jawa Tengah, Senin (27/7/2026). [ANTARAFOTO/Maulana Surya/nz.]
Warga berjalan di area waduk yang mengalami penyusutan air saat kemarau di Waduk Delingan, Kabupaten Karanganyar,Jawa Tengah, Senin (27/7/2026). [ANTARAFOTO/Maulana Surya/nz.]
Warga memanfaatkan surutnya air waduk saat kemarau untuk menanam kacang di Waduk Delingan, Kabupaten Karanganyar,Jawa Tengah, Senin (27/7/2026). [ANTARAFOTO/Maulana Surya/nz.]

Suara.com - Seekor ikan mati di area waduk yang mengalami penyusutan air saat kemarau di Waduk Delingan, Kabupaten Karanganyar,Jawa Tengah, Senin (27/7/2026).

Penyusutan muka air membuat sebagian dasar waduk berubah menjadi hamparan tanah retak. Warga pun memanfaatkan area yang mengering untuk bercocok tanam dan mencari ikan di genangan air yang masih tersisa.

Selain dipengaruhi kemarau, penurunan kapasitas Waduk Delingan juga diperparah sedimentasi yang terjadi selama bertahun-tahun. Kondisi itu mengurangi daya tampung waduk dan berdampak pada pasokan air irigasi bagi lahan pertanian di sekitarnya.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan puncak musim kemarau di Jawa Tengah berlangsung pada Juli hingga September 2026.[ANTARAFOTO/Maulana Surya/nz.]

Load More