- PT Pertamina Drilling meluncurkan program GLOBE berbasis kecerdasan buatan pada akhir Juni 2026.
- Program tersebut bekerja sama dengan ELSA Business untuk mengatasi kesenjangan kemampuan bahasa asing pekerja.
- Inisiatif ini bertujuan meningkatkan kepercayaan diri serta kompetensi komunikasi global pegawai menghadapi persaingan internasional.
Suara.com - Kolaborasi lintas negara kini menjadi salah satu fondasi penting dalam menggerakkan perekonomian dan industri energi global.
Namun, tingginya intensitas interaksi internasional kerap menghadapi tantangan berupa kesenjangan kemampuan bahasa asing di kalangan pekerja profesional.
Merespons tantangan tersebut, teknologi kecerdasan buatan (AI) mulai dimanfaatkan sebagai solusi untuk menjembatani hambatan komunikasi lintas budaya.
Salah satu contohnya dilakukan PT Pertamina Drilling Services Indonesia (Pertamina Drilling) melalui pengembangan ekosistem pembelajaran digital untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia di tengah persaingan pasar energi global.
AI untuk Mengatasi Kesenjangan Komunikasi
Langkah tersebut diluncurkan pada akhir Juni 2026 melalui program Global Language Operations for Business in Energy (GLOBE).
Dalam program ini, manajemen Pertamina Drilling menggandeng ELSA Business, platform teknologi pendidikan yang memanfaatkan kecerdasan buatan dan teknologi pengenalan suara.
Kemampuan teknis seorang profesional dinilai belum cukup apabila tidak diimbangi dengan kemampuan menyampaikan gagasan secara efektif, terutama dalam forum yang menggunakan bahasa Inggris.
Kesenjangan antara kemampuan teknis dan komunikasi verbal tersebut dapat menjadi hambatan bagi talenta lokal untuk berkarier dan berkolaborasi di tingkat internasional.
Baca Juga: Bagaimana AI Membantu Sektor Industri Mengelola Konsumsi Energi? Begini Kata Indosat
"GLOBE merupakan langkah strategis untuk membangun SDM yang tidak hanya unggul secara teknis, tetapi juga memiliki pondasi komunikasi global yang kuat," ujar Direktur Utama Pertamina Drilling, Avep Disasmita.
Pelatih Virtual untuk Tingkatkan Kompetensi
Avep menilai penguasaan bahasa asing kini menjadi kebutuhan penting bagi perusahaan yang ingin memperluas bisnis ke pasar global.
Menurutnya, integrasi teknologi AI dalam program pembelajaran dapat membantu mempercepat peningkatan kompetensi sumber daya manusia secara lebih terukur.
"Dengan dukungan teknologi AI, proses pembelajaran menjadi lebih adaptif, efektif, dan relevan dengan kebutuhan bisnis internasional,” tambah Avep.
Melalui agen pembelajaran virtual dari ELSA Business, peserta dapat memperoleh evaluasi terkait tata bahasa dan pelafalan secara langsung.
Berita Terkait
-
Sinopsis Meitantei no Mama de Ite, Drama Jepang Dibintangi Yoshikawa Ai
-
Samsung dan Qualcomm Bangun Ekosistem AI Generasi Baru, Galaxy Makin Cerdas Tanpa Bergantung Cloud
-
Teknologi Logistik AI Ubah Masa Depan E-Commerce Indonesia
-
Asus ExpertBook P5 G2 (AMD) Bawa Kekuatan AI 55 TOPS untuk Superioritas Bisnis Hybrid
-
AI sebagai Kompas Inovasi: Bagaimana Google Gemini Ubah Cara Anak Indonesia Belajar dan Berkreasi
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi Dikritik UGM, Dinilai Cermin Gagalnya Negara Jamin Keamanan
- Tak Terima Disita, Pemilik Emas dan Uang Sitaan Kejagung di Kasus Febrie Bakal Ajukan Praperadilan
- Serum Viva untuk Flek Hitam Warna Apa? Ini 2 Varian Terbaiknya
- 5 Rekomendasi Parfum Aroma Vanilla di Alfamart, Wangi Mewah Tahan Lama untuk Harian
Pilihan
-
Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
Terkini
-
Leave No One Behind Membawa Napas Baru Lewat Aksi Bertema Perdagangan Orang
-
Kolaborasi Lintas Negara, AI Mulai Digunakan untuk Atasi Kesenjangan Komunikasi
-
Polemik Baru Pulau Kemaro, Muncul Tuntutan Pulihkan Jejak Kesultanan Palembang
-
Dua Kelompok Bentrok Matraman Sepakat Damai
-
Samakdo: Film Horor Korea Selatan Terbaik dengan Misteri Sekte yang Sesat!
-
Stalactite & Stalagmite: Kisah Dua Batu Menyaksikan Kepunahan Dinosaurus, Berakhir Mengharukan
-
Hadapi Kemarau Panjang, Ratusan RW di Jakarta Berstatus Rawan Kebakaran
-
Megawati: Hai TNI-Polisi, Kalian Tuh Sebetulnya Datang dari Mana?
-
Kesaksian Jukir Saat Lihat Jasad Sutrimo: Tak Ada Aktivitas, Tiba-tiba Ramai Polisi
-
Bisnis Logistik Dikuasai Asing, Prabowo Ingin BUMN Ambil Alih