- Rudianto Lallo mendukung Polda Metro Jaya mengusut tuntas kematian Sutrimo yang ditemukan di Jakarta Selatan, Kamis (23/7/2026).
- Penyelidikan kasus kematian mantan kepala rumah tangga eks Jampidsus ini harus dilakukan secara profesional dan berbasis ilmiah.
- Polisi masih mendalami identitas korban dan mengimbau masyarakat agar tidak berspekulasi demi menjaga transparansi hukum.
Suara.com - Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi Partai NasDem, Rudianto Lallo, memberikan dukungan penuh kepada jajaran Polri, khususnya Polda Metro Jaya, untuk mengusut tuntas misteri kematian Sutrimo (42).
Kasus ini menjadi sorotan publik lantaran korban diduga memiliki keterkaitan sebagai mantan kepala rumah tangga eks Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah.
Sutrimo ditemukan dalam kondisi tidak sadarkan diri di halaman Klinik Mordent, kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, pada Kamis (23/7/2026).
Meski sempat dievakuasi ke RS Muhammadiyah Taman Puring, korban dinyatakan meninggal dunia setibanya di rumah sakit.
Menyikapi hal tersebut, Rudianto Lallo menegaskan pentingnya pengungkapan kasus secara profesional dan berbasis ilmiah (scientific crime investigation) guna menghindari simpang siur informasi.
“Kita mendukung penuh Polri, khususnya Polda Metro Jaya, untuk mengusut tuntas kematian Sutrimo. Prosesnya harus dilakukan secara profesional, transparan, dan berbasis pembuktian ilmiah sehingga seluruh fakta dapat terungkap dengan terang,” kata Rudianto kepada Suara.com, Senin (27/7/2026).
Rudianto mengingatkan bahwa opini yang berkembang di media sosial cukup masif terkait perkara ini.
Ia meminta aparat penegak hukum bekerja secara independen dan tidak terpengaruh oleh tekanan opini publik yang belum tentu benar.
"Biarkan penyidik bekerja. Jangan sampai ruang publik dipenuhi asumsi yang belum tentu benar. Yang dibutuhkan masyarakat adalah kepastian hukum berdasarkan fakta, bukan spekulasi,” ujarnya.
Baca Juga: Dua Kelompok Bentrok Matraman Sepakat Damai
Lebih lanjut, legislator asal Makassar ini meminta semua pihak menghormati proses penyelidikan yang tengah berjalan.
Ia menekankan bahwa kejujuran hasil penyelidikan adalah kunci utama menjaga marwah kepolisian.
“Kalau memang ada unsur pidana, tentu harus diproses sesuai hukum. Sebaliknya, apabila hasil penyelidikan menunjukkan tidak ada tindak pidana, itu juga harus dijelaskan secara terbuka kepada publik. Transparansi menjadi kunci menjaga kepercayaan masyarakat,” tegasnya.
Hingga saat ini, Polda Metro Jaya bersama Polres Metro Jakarta Selatan masih melakukan penyelidikan intensif. Penyidik telah melakukan olah TKP, memeriksa saksi-saksi, menelusuri rekaman CCTV, hingga mendalami rekam medis serta riwayat pemesanan ambulans korban.
Meski muncul kabar yang mengaitkan korban dengan mantan Jampidsus Febrie Adriansyah, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto menyatakan bahwa identitas serta keterkaitan korban dengan pihak tertentu masih dalam proses pendalaman.
Lebih lanjut, Rudianto mengimbau publik untuk bersabar menunggu hasil resmi dari kepolisian.
"Saya yakin penyidik Polda Metro Jaya akan bekerja secara profesional. Kita tunggu hasil penyelidikan yang komprehensif agar perkara ini menjadi terang dan tidak menimbulkan polemik berkepanjangan,” pungkasnya.
Berita Terkait
-
Dua Kelompok Bentrok Matraman Sepakat Damai
-
Kesaksian Jukir Saat Lihat Jasad Sutrimo: Tak Ada Aktivitas, Tiba-tiba Ramai Polisi
-
Febrie Adriansyah Dituding Miliki Aset Kripto
-
Ramai Dikaitkan dengan Febrie Adriansyah, Kuasa Hukum Pilih Bungkam soal Kematian Sutrimo
-
Kuasa Hukum Febrie Soroti 'Zona Abu-Abu' Kasus TPPU: Predicate Crime Belum Jelas
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi Dikritik UGM, Dinilai Cermin Gagalnya Negara Jamin Keamanan
- Tak Terima Disita, Pemilik Emas dan Uang Sitaan Kejagung di Kasus Febrie Bakal Ajukan Praperadilan
- Serum Viva untuk Flek Hitam Warna Apa? Ini 2 Varian Terbaiknya
- 5 Rekomendasi Parfum Aroma Vanilla di Alfamart, Wangi Mewah Tahan Lama untuk Harian
Pilihan
-
Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
Terkini
-
KPK Periksa SF Hariyanto, Eks Ketua KPID Riau hingga Anggota Dewan
-
Teka-teki Kematian Sutrimo, DPR Minta Polisi Tak Sisakan Spekulasi
-
Ketimpangan Relasi Kerja: Mengapa Loyalitas Hanya Berlaku Satu Arah?
-
Perahu Mahasiswa KKN Terbalik di Muratara, Begini Kronologi hingga Satu Korban Hilang
-
Pemuda Sinjai Merantau Demi Biayai Adik, Tewas Dikeroyok Massa
-
Kemunculan Harimau Bikin Panik, Sekolah di Pulau Burung Inhil Diliburkan
-
4 Zodiak Beruntung yang Diprediksi Hidup Tenang dan Bahagia Mulai 28 Juli 2026
-
Ramadhipa Jaga Asa Juara Moto3 Junior Walau Terhambat Kesalahan Start di Prancis
-
Leave No One Behind Membawa Napas Baru Lewat Aksi Bertema Perdagangan Orang
-
Kolaborasi Lintas Negara, AI Mulai Digunakan untuk Atasi Kesenjangan Komunikasi