- Kementerian Kesehatan menyatakan lonjakan kasus HIV di Sidoarjo disebabkan oleh perluasan layanan skrining dan deteksi dini.
- Data kumulatif hingga Juni 2026 menunjukkan kelompok usia 18-24 tahun menjadi penyumbang kasus terbanyak.
- Plt Dirjen Pencegahan Penyakit Kemenkes mengajak masyarakat yang berisiko agar tidak takut melakukan tes HIV secara rutin.
Suara.com - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menegaskan lonjakan temuan kasus HIV di Kabupaten Sidoarjo bukan berarti penularan virus tersebut meningkat. Bertambahnya jumlah kasus yang terdeteksi justru diklaim sebagai dampak dari semakin luasnya layanan tes dan deteksi dini HIV.
Menurut Kemenkes, perluasan layanan skrining membuat lebih banyak masyarakat mengetahui status kesehatannya sehingga dapat segera memperoleh pengobatan.
"Data yang menunjukkan peningkatan jumlah kasus yang ditemukan merupakan bagian dari keberhasilan perluasan layanan deteksi dini, sehingga semakin banyak masyarakat mengetahui status HIV dan dapat segera memperoleh pengobatan sesuai standar," demikian pernyataan Kemenkes dalam keterangan resminya, Selasa (28/7/2026).
Berdasarkan data situasi HIV di Kabupaten Sidoarjo, sejak 2001 hingga Juni 2026 tercatat 1.183 kasus HIV secara kumulatif pada kelompok usia 0–24 tahun.
Dari jumlah tersebut, kelompok usia 18–24 tahun menjadi penyumbang kasus terbanyak, yakni 1.006 kasus. Sebanyak 1.005 di antaranya merupakan penularan horizontal.
Temuan terbanyak berasal dari kelompok laki-laki yang berhubungan seksual dengan laki-laki (LSL) sebanyak 521 kasus, disusul kelompok yang belum teridentifikasi faktor risikonya sebanyak 210 kasus.
Sementara itu, pada kelompok usia 0–10 tahun ditemukan 117 kasus dan seluruhnya merupakan penularan dari ibu ke anak (vertikal).
Dari jumlah itu, 32 anak masih menjalani terapi antiretroviral (ARV), 35 anak meninggal dunia, sedangkan 50 anak berstatus lost to follow-up (LFU) atau tidak lagi terpantau dalam layanan pengobatan.
Adapun pada kelompok usia 11–17 tahun terdapat 60 kasus HIV yang terdiri dari empat kasus penularan vertikal dan 56 kasus penularan horizontal.
Hingga Juni 2026, sebanyak 34 remaja masih menjalani pengobatan, tujuh orang meninggal dunia, dan 19 lainnya berstatus LFU.
Baca Juga: Dolar Menguat, Menkes Bakal Panggil Industri Farmasi yang Naikkan Harga Obat di Atas Ketentuan
Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit Kemenkes, dr. Andi Saguni, MA, menegaskan HIV merupakan penyakit yang dapat dikendalikan selama pasien menjalani terapi secara rutin.
"Kami mengajak seluruh masyarakat untuk tidak takut melakukan tes HIV apabila memiliki faktor risiko atau direkomendasikan oleh tenaga kesehatan. Mengetahui status HIV sejak dini merupakan langkah penting untuk melindungi diri sendiri, pasangan, dan keluarga," pesannya.
Kemenkes menambahkan, keberhasilan program penanggulangan HIV tidak hanya diukur dari menurunnya angka infeksi baru, tetapi juga dari semakin banyaknya masyarakat yang mengetahui status HIV, memulai terapi ARV sedini mungkin, dan menjalani pengobatan secara berkelanjutan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi Dikritik UGM, Dinilai Cermin Gagalnya Negara Jamin Keamanan
- Tak Terima Disita, Pemilik Emas dan Uang Sitaan Kejagung di Kasus Febrie Bakal Ajukan Praperadilan
- Serum Viva untuk Flek Hitam Warna Apa? Ini 2 Varian Terbaiknya
- 5 Rekomendasi Parfum Aroma Vanilla di Alfamart, Wangi Mewah Tahan Lama untuk Harian
Pilihan
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
-
Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
Terkini
-
Bukan Penularan Naik? Benarkah Lonjakan HIV Sidoarjo Justru Bukti Sukses Deteksi Dini
-
Harga Minyak Dunia Merosot Bebas Imbas Penangguhan Serangan Militer Amerika Serikat ke Iran
-
Apakah Sunscreen Badan Boleh Dipakai di Wajah? Begini Anjuran Aman dari Dokter
-
Bye Flek Hitam dan PIH! 4 Pelembap Cysteamine Ini Buat Wajah Cerah Merata
-
Nasib Sekuel Film Dungeons & Dragons Honor Among Thieves, Batal Digarap?
-
Harga Cabai Anjlok hingga 45%, Bawang Ikut Turun, Minyak Goreng Kemasan Justru Naik
-
Mau Akhiri Perang, Israel dan Lebanon Akan Berunding di Roma Pekan Depan
-
Bakal Ada Tersangka Baru! Polisi Terus Usut Pengeroyokan Maut Pencuri Ayam di Bali
-
Sempat Berhenti 2 Hari, Donald Trump Ancam Serang Iran Lagi
-
Two Way Cake Apa yang Bagus dan Tahan Lama? Ini 5 Pilihan dan Review Pengguna